Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa. Sistem ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi Terkini Bibit Siklon 93S
Pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 21.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S berada di posisi 12.1° Lintang Selatan dan 113.2° Bujur Timur. Lokasinya berada di Samudra Hindia, selatan Jawa Timur, mencakup area selatan Bali hingga Jawa Timur bagian selatan.
Kecepatan angin maksimum di pusat sistem ini diperkirakan mencapai 20 knot atau sekitar 37 km/jam. Tekanan udara minimum tercatat antara 1004-1005 hPa. Sistem ini cenderung bergerak hampir diam atau sangat lambat ke arah barat atau barat daya.
Prakiraan menunjukkan Bibit Siklon 93S akan terus melemah. Peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dinilai sangat rendah. Suhu permukaan laut di sekitarnya masih hangat, yaitu 28-29°C. Namun, penguatan sistem ini terhambat oleh masuknya udara kering dan geser angin yang rendah hingga sedang.
Dampak Tidak Langsung di Indonesia
Meskipun tidak diprediksi menjadi badai kuat, Bibit Siklon 93S tetap membentuk daerah konvergensi. Fenomena ini dapat memicu peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah.
BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah. Wilayah yang perlu waspada meliputi Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain hujan, sistem ini juga berpotensi menimbulkan gelombang laut tinggi. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Area terdampak meliputi Samudra Hindia selatan Jawa hingga Sumba, perairan selatan Jawa, serta Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas bagian selatan.
Angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa dan Bali. Karena sifatnya yang cenderung stagnan, dampak cuaca ekstrem ini bisa berlangsung selama beberapa hari.
Kewaspadaan Masyarakat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta terus memantau perkembangan Bibit Siklon 93S. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Banjir, tanah longsor, dan genangan air menjadi risiko utama di daerah yang dilanda hujan lebat. Di wilayah pesisir, gelombang tinggi dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan.
BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG. Posisi dan pergerakan bibit siklon dapat berubah sewaktu-waktu.
Informasi ini penting bagi warga di pesisir selatan Jawa dan sekitarnya. Persiapan dini dapat meminimalkan risiko kerugian akibat cuaca buruk yang dipicu oleh sistem ini.























