Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan transparansi pasar modal dengan menggelar pertemuan krusial bersama MSCI. Inisiatif ini berfokus pada pengungkapan data kepemilikan saham yang lebih mendalam, sebuah upaya yang diharapkan dapat memperkuat integritas dan kepercayaan investor.
- BEI dan MSCI bahas peningkatan transparansi data pemegang saham.
- Rencana aksi meliputi pengungkapan pemegang saham di atas 1% dan data investor yang lebih granular.
- BEI akan menerbitkan ‘Shareholders Concentration List’ untuk mengidentifikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
- Target publikasi data pemegang saham di atas 1% dan shareholders concentration risk adalah akhir Februari/awal Maret 2026.
- Peningkatan ketentuan free float menjadi 15% dikonfirmasi sebagai komitmen BEI.
BEI dan MSCI Perkuat Transparansi Data Kepemilikan Saham
Pada tanggal 11 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan pertemuan strategis yang signifikan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), salah satu penyedia indeks global terkemuka. Diskusi utama dalam pertemuan ini adalah upaya peningkatan transparansi data kepemilikan saham, khususnya terkait dengan daftar konsentrasi pemegang saham atau shareholder concentration list.
Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan bahwa pertemuan tersebut telah merinci tiga rencana aksi konkret yang sebelumnya telah diajukan kepada MSCI. Rencana-rencana ini merupakan bagian dari komitmen BEI untuk terus meningkatkan kualitas dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.
Rencana Aksi BEI untuk Transparansi Data yang Lebih Baik
Tiga rencana aksi yang menjadi fokus diskusi dengan MSCI mencakup:
- Pengungkapan Pemegang Saham di Atas 1%: BEI telah mempresentasikan perkembangan terkini terkait sistem dan mekanisme pengungkapan kepemilikan saham oleh investor yang menguasai lebih dari 1% total saham emiten. Hal ini krusial untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan perusahaan publik.
- Penyediaan Data Investor yang Lebih Granular: Upaya untuk menyediakan detail data investor yang lebih mendalam juga menjadi bagian penting dari diskusi. Pemberian data yang lebih terperinci ini diharapkan dapat membantu investor dalam menganalisis risiko dan potensi investasi secara lebih komprehensif.
- Implementasi Peraturan I-A tentang Pencatatan: BEI menegaskan kembali komitmennya terhadap peningkatan ketentuan free float, yaitu persentase saham yang wajib beredar di publik, dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%. Peningkatan ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi investor untuk bertransaksi.
Penerbitan ‘Shareholders Concentration List’: Langkah Menuju Pasar yang Lebih Integritas
Salah satu hasil penting dan konkret dari pertemuan ini adalah rencana BEI untuk menerbitkan shareholders concentration list. Daftar ini akan secara spesifik mengidentifikasi saham-saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan yang tinggi pada segelintir investor. Langkah ini mencontoh dari keberhasilan penerapan serupa di pasar modal Hong Kong, yang diyakini akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi dan integritas pasar di Indonesia.
“Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya,” ujar Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, yang dikutip pada Kamis, 12 Februari 2026. Pernyataan ini menekankan optimisme BEI terhadap dampak positif dari inisiatif ini.
Jadwal Publikasi Data dan Antisipasi Investor
BEI telah menetapkan jadwal publikasi yang jelas untuk inisiatif-inisiatif transparansi ini. Target publikasi data mengenai pemegang saham yang menguasai lebih dari 1% saham direncanakan akan dilakukan pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Bersamaan dengan itu, publikasi shareholders concentration risk juga akan diluncurkan. Sementara itu, penyediaan data investor yang lebih granular dijadwalkan rilis pada akhir Maret 2026.
Jeffrey Hendrik menambahkan bahwa sifat pertemuan dengan MSCI adalah non-publish, mengingat masih banyak detail yang perlu didiskusikan lebih lanjut antara kedua belah pihak. Namun, seluruh proposal yang telah disampaikan kepada MSCI ini juga akan dibagikan kepada penyedia indeks lainnya serta kepada publik, memastikan keterbukaan informasi yang maksimal.























