Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyebabkan ribuan rumah terendam air sejak sepekan terakhir. Peristiwa ini tidak hanya merendam pemukiman warga tetapi juga berdampak luas pada puluhan ribu jiwa dan berbagai fasilitas umum.
- Banjir merendam 7.536 rumah di 51 desa.
- Lebih dari 36.000 jiwa atau 13.541 Kepala Keluarga terdampak.
- Fasilitas umum seperti 27 tempat ibadah dan 20 sekolah juga terendam.
- 2.884 hektare lahan pertanian tergenang air.
- Sebanyak 645 jiwa terpaksa mengungsi.
- Pemkab Subang mendirikan dapur umum dan memantau kondisi tanggul.
Kronologi dan Skala Bencana Banjir Subang
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, banjir mulai menggenangi wilayah tersebut sepekan yang lalu. Skala bencana ini cukup mengkhawatirkan, dengan data per Sabtu pagi mencatat setidaknya 7.536 rumah terendam. Dampaknya meluas hingga menyentuh kehidupan 13.541 Kepala Keluarga, yang berarti sekitar 36.060 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.
Dampak Luas pada Fasilitas dan Lahan Pertanian
Tidak hanya pemukiman warga, banjir Subang juga merusak dan merendam sejumlah fasilitas penting. Tercatat ada 27 unit sarana ibadah dan 20 unit sekolah yang terdampak genangan air, mengganggu aktivitas keagamaan dan proses belajar mengajar. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi sebagian warga juga tak luput dari musibah, dengan luas lahan sawah yang terendam mencapai 2.884 hektare.
Pengungsian dan Penanganan Darurat
Situasi darurat ini memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Data BPBD mencatat bahwa 276 Kepala Keluarga atau sekitar 645 jiwa terpaksa mengungsi. Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, di bawah kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita, segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat.
Respons Cepat Pemerintah Kabupaten Subang
Bupati Subang beserta jajarannya telah menugaskan aparat desa untuk melakukan pemantauan intensif di berbagai titik rawan banjir. Fokus utama penanganan adalah memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pendirian dapur umum di setiap desa yang dilanda banjir. Dapur umum ini bertujuan untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan akses terhadap sumber pangan akibat genangan air.
Koordinasi Penguatan Tanggul untuk Pencegahan Banjir Susulan
Selain upaya pemenuhan kebutuhan pangan, Pemkab Subang juga memberikan perhatian serius pada pencegahan banjir susulan. Bupati Reynaldy Putra Andita secara aktif berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Tujuannya adalah untuk memantau secara ketat kondisi tanggul sungai yang ada. Pemeliharaan dan pengawasan tanggul menjadi krusial untuk mencegah potensi jebol yang dapat memperparah situasi banjir.
Komitmen Penuh Pemerintah Daerah
Bupati Subang menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Pemkab Subang menegaskan komitmennya untuk terus berupaya maksimal dalam menanggulangi bencana banjir ini. Prioritas utama adalah menjamin keselamatan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar seluruh masyarakat Subang yang terdampak, sembari terus berikhtiar mencari solusi jangka panjang untuk mitigasi bencana serupa di masa mendatang.























