Wartakita.id – Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Indonesia sejak Senin dini hari, 12 Januari 2026, memicu banjir di berbagai daerah. Hingga pukul 14.00 WITA, BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem di puluhan provinsi, mengakibatkan genangan air dan banjir bandang yang dilaporkan merendam wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Artikel ini merangkum informasi terkini mengenai wilayah terdampak, penyebab, dampak, dan langkah mitigasi yang perlu diketahui masyarakat.
Poin-Poin Penting
- Banjir meluas di berbagai wilayah Indonesia akibat hujan deras sejak Senin, 12 Januari 2026.
- BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di banyak provinsi hingga beberapa hari ke depan.
- Dampak banjir meliputi terisolasinya warga, lumpuhnya akses transportasi, dan terendamnya ribuan rumah.
- Pemerintah melalui BPBD dan SAR telah mendirikan posko pengungsian dan mendistribusikan bantuan.
- BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, pohon tumbang, dan banjir susulan.
Pemicu dan Sebaran Banjir Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi curah hujan tinggi yang disertai angin kencang sebagai pemicu utama banjir di berbagai daerah. Peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan sejak pagi, menyoroti wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan tinggi.
Jawa
Jawa Tengah: Banjir terpantau meluas di Pati, menyebabkan terputusnya jalur utama dan menggenangi permukiman warga. Kota Pekalongan (Bagian Selatan dan Barat) serta Semarang (Bagian Utara dan Timur) menerima peringatan banjir dari ADINet. Meskipun Tinggi Muka Air (TMA) di sungai Cileungsi dan Cikeas dilaporkan normal pada pagi hari, intensitas hujan yang terus menerus berpotensi memicu terjadinya longsor di beberapa titik.
Jawa Timur: Kota Surabaya (Bagian Utara dan Barat) serta Kabupaten Sumenep (Bagian Utara) dilaporkan terdampak banjir bandang. BMKG memberikan peringatan terkait potensi hujan lebat yang diperkirakan akan berlangsung hingga 14 Januari 2026.
Banten: Peringatan dini potensi banjir bandang (flash flood watch) dikeluarkan untuk wilayah Serang bagian Barat Daya dan Kawasan Industri Cikande. Kondisi ini disebabkan oleh kapasitas drainase yang tidak mampu menampung curah hujan yang sangat tinggi.
Jakarta: Dampak banjir di ibu kota terlihat dari ribuan warga yang terisolir. Area pelabuhan seperti Priokport hingga Ancol dilaporkan mengalami kelumpuhan lalu lintas, dengan puluhan kendaraan roda dua yang mogok akibat tergenang air.
Sumatera
Sumatera Selatan: Banjir yang meluas terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, dengan sebanyak 2.624 Kepala Keluarga terdampak di tujuh kecamatan. Desa Gemawang, Muara Enim, juga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 70 cm.
Jambi: Luapan Sungai Dendang dilaporkan terjadi di Desa Catur Rahayu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menyebabkan genangan air di permukiman.
Bali
Jalur transportasi utama Singaraja-Denpasar di Kabupaten Buleleng terendam banjir. Evakuasi warga mulai dilakukan akibat hujan deras yang diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.00 WITA.
Kalimantan
Kalimantan Barat: Di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, banjir dilaporkan menghambat pelaksanaan kegiatan pemakaman warga.
Sulawesi
Meskipun belum ada laporan genangan signifikan hingga siang hari, wilayah Sulawesi Selatan (antara pukul 12:00–14:00 WITA) berpotensi mengalami banjir.
Wilayah Lain dengan Potensi Tinggi
Selain wilayah yang sudah terkonfirmasi terdampak, BMKG juga memberikan peringatan potensi banjir untuk beberapa daerah lain:
- Nusa Tenggara Barat (NTB): Potensi hujan hingga pukul 15.36 WITA.
- Kalimantan Timur: Potensi hujan antara pukul 13.20–15.00 WITA.
- Gorontalo: Potensi hujan antara pukul 13.40–15.40 WITA.
Dampak Banjir dan Respons Pemerintah
Banjir yang melanda berbagai wilayah ini telah menimbulkan dampak signifikan, mulai dari kemacetan lalu lintas, ribuan rumah terendam, hingga kebutuhan evakuasi darurat. Di Sumatera Selatan, akses jalan dilaporkan lumpuh total. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian ekonomi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Menyikapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim Search and Rescue (SAR) telah bergerak cepat. Posko pengungsian didirikan, distribusi bantuan logistik dilakukan, dan pemantauan ketinggian muka air sungai terus dilakukan secara intensif. Berdasarkan informasi valid dan terpercaya dari kanal-kanal resmi pemerintah dan NGO, tim relawan juga terus dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak.
BMKG menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan seperti longsor dan pohon tumbang, serta menghindari area-area yang diketahui rawan banjir.
Mitigasi dan Informasi Terkini
Situasi banjir yang terjadi di Indonesia pada Januari 2026 ini kembali menegaskan pentingnya upaya mitigasi perubahan iklim dan kesiapsiagaan bencana. Untuk mendapatkan informasi terkini dan paling akurat, masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan dari BMKG serta media terpercaya lainnya.
(Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi Wartakita berdasarkan data valid hingga 12 Januari 2026, pukul 14:00 WITA.)
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: H. Gunadi























