Wartakita.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan adanya tren penurunan signifikan pada genangan air yang sempat melanda sebagian besar wilayah ibu kota. Hingga Selasa pagi, kondisi banjir berangsur surut, menyisakan 28 Rukun Tetangga (RT) dan enam ruas jalan yang masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi.
Poin Penting
- Banjir di Jakarta menunjukkan tren penurunan, menyisakan 28 RT dan 6 ruas jalan tergenang per Selasa pagi.
- Ketinggian air di lokasi terdampak berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.
- BPBD DKI Jakarta aktif berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penyedotan genangan dan memastikan fungsi tali air optimal.
- Sebanyak 28 RT di berbagai kelurahan terdampak, dengan konsentrasi di Tegal Alur, Kedoya Selatan, Semper Barat, dan Kebon Bawang.
- Enam ruas jalan utama di Jakarta Utara masih mengalami genangan, membutuhkan perhatian lalu lintas.
Analisis Penurunan Genangan dan Kondisi Terkini
Menjelang Selasa pagi, respons cepat dan upaya penanganan intensif yang dilakukan BPBD DKI Jakarta beserta jajarannya telah membuahkan hasil. Ketinggian air yang semula sempat meluas hingga menggenangi 63 RT pada Senin malam, kini telah berhasil ditekan secara drastis. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja terpadu berbagai elemen, menunjukkan efektivitas strategi mitigasi yang diterapkan.
Detail Tingkat Genangan Air
Meskipun trennya positif, otoritas tetap siaga penuh. Ketinggian air di lokasi-lokasi yang masih terdampak saat ini tercatat berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun surut, genangan masih cukup signifikan di beberapa titik, memerlukan perhatian khusus untuk mencegah dampak lebih lanjut, terutama pada aktivitas warga dan lalu lintas.
Strategi Penanganan Banjir yang Komprehensif
Keberhasilan penurunan volume genangan tidak terlepas dari langkah-langkah strategis yang diambil BPBD DKI Jakarta. Tim personel telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan berkelanjutan di setiap wilayah yang terdampak. Lebih penting lagi, koordinasi erat dijalin dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Kolaborasi ini memungkinkan dilakukannya tindakan penyedotan genangan air secara efektif dan efisien.
Optimalisasi Fungsi Sarana Pengendalian Banjir
Selain upaya fisik seperti penyedotan, BPBD juga memprioritaskan pemeliharaan dan optimalisasi fungsi infrastruktur pengendali banjir. Yohan menegaskan, “Kami memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik agar genangan dapat surut dalam waktu cepat.” Tindakan proaktif ini krusial untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir dan meminimalkan durasi gangguan terhadap masyarakat. Pengalaman dalam menangani banjir sebelumnya menjadi landasan penting dalam menentukan prioritas dan metode penanganan yang paling efektif.
Daftar Wilayah yang Masih Tergenang
Data terbaru menunjukkan bahwa 28 RT di berbagai kelurahan masih terdampak genangan air. Konsentrasi genangan tertinggi dilaporkan berada di Kelurahan Tegal Alur dengan 5 RT tergenang setinggi 30-35 cm, diikuti Kelurahan Kedoya Selatan (4 RT, 30 cm), Kelurahan Semper Barat (3 RT, 30-60 cm), dan Kelurahan Kebon Bawang (5 RT, 50-60 cm). Wilayah lain yang juga terdampak meliputi Cilincing, Kalibaru, Sukapura, Lagoa, Tanjung Priok, dan Warakas.
Dampak pada Infrastruktur Jalan
Tidak hanya permukiman warga, enam ruas jalan utama di Jakarta juga masih mengalami genangan air, meskipun umumnya dengan ketinggian rata-rata 10 sentimeter. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Jalan Swasembada Raya, Jalan Kampung Bahari, Jalan Gunung Sahari (depan Lantamal), Jalan RE Martadinata (depan Stasiun Ancol), Jalan Syech Nawawi Al Bantani, dan Jalan Muara Baru. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian dari pengguna jalan dan dinas terkait untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan, mengingat potensi genangan yang bisa meningkat sewaktu-waktu.























