Minggu, 28 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2019

Balai Arkeologi Papua Sosialisasikan Situs Megalitik Tutari

by Pewarta Warga
19/11/2019
in Arsip 2019, Travel
Reading Time: 5 mins read
A A
balai-arkeologi-papua-sosialisasikan-situs-tutari

JAYAPURA – Balai Arkeologi Papua kembali menggelar sosialisasi rumah peradaban Situs Megalitik Tutari kepada 32 guru SD, SMP, SMA dan SMK dari Kabupaten Jayapura, di Jayapura, Senin.

Sebelumnya, sosialisasi yang sama juga telah dilakukan dua tahun terakhir di Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

Kepala Balai Arkeologi Papua Gusti Made Sudarmika dalam materinya “Pembangunan karakter di Balai Arkeologi Papua melalui kegiatan rumah peradaban” memaparkan bahwa Situs Megalitik Tutari merupakan salah satu situs penting yang menggambarkan hadirnya peradaban di Papua sejak zaman prasejarah.

“Melalui situs ini kita dapat mengetahui bagaimana kepiawaian nenek moyang hidup dan berkarya. Potensi budaya Situs Tutari merupakan simbol-simbol budaya yang syarat dengan nilai-nilai kehidupan,” katanya.

World Cup 2026

Nilai-nilai budaya tersebut dapat menjadi sumber pembentukan karakter bangsa, yang patut diketahui dan dipahami untuk memupuk rasa kebanggaan dan semangat memajukan bangsa.

Rumah Peradaban Situs Megalitik Tutari, kata dia, bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat tentang Situs Megalitik Tutari.

“Selain itu, meningkatkan rasa ingin tahu tentang Situs Megalitik Tutari, meningkatkan wawasan siswa tentang situs tersebut melalui proses pengamatan langsung, menumbuhkan motivasi pada siswa untuk menghargai tinggalan arkeologi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, menggali dan memunculkan kemampuan kreativitas, berekspresi siswa dalam melukis motif Tutari dan karya ilmiah populer,” katanya.

Sementara, peneliti senior Balai Arkeologi Papua Hari Suroto dengan materi berjudul “Situs Megalitik Tutari untuk Generasi Milenial” mengatakan Situs Megalitik Tutari terletak di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Situs ini menyimpan sejarah kebudayaan masyarakat di pinggir Danau Sentani pada masa prasejarah, tepatnya zaman neolitik akhir,” katanya.

Pada zaman itu, manusia mulai hidup bercocok tanam, berkelompok, menetap, dan tinggal bersama dalam kampung. Sejarah kebudayaan mereka terlihat dari peninggalan-peninggalan di situs ini.

“Diberi nama Tutari karena berada di Bukit Tutari. Konon suku yang pernah mendiami wilayah sekitar situs ini adalah Suku Tutari. Suku ini memperoleh makanan dengan berburu, menangkap ikan, beternak, dan bercocok tanam,” katanya.

Saat itu, lanjut dia, situs ini sebagai tempat penyembahan. Suku Tutari sendiri sudah musnah karena perang suku.

“Masyarakat Doyo Lama saat ini berdiam di sekitar situs bukanlah keturuan Suku Tutari. Mereka percaya, sebagian Suku Tutari menjelma jadi batu yang sekarang ada di situs ini. Masyarakat Doyo Lama percaya situs ini sakral hingga kini mitos tentang Suku Tutari dan nenek moyang masyarakat Doyo Lama diceritakan turun temurun pada generasi muda mereka,” katanya.

Peninggalan di situs ini antara lain batu lukis, batu bongkahan berbentuk arca, batu berbaris, dan menhir (batu berdiri). Balai Arkeologi mengelompokkan peninggalan di situs ini jadi enam sektor. Sektor I, II, III, IV adalah lokasi batu lukis dengan motif lukisan bervariasi.

“Lukisan-lukisan ini dihasilkan dengan cara menggores. Batu untuk menggores berjenis batuan beku peridiotit. Batu-batu hitam sebagai media lukis disebut batu gabro. Empat batu dipercaya sebagai representasi empat panglima perang ondoafi Uii Marweri yang mengalahkan Suku Tutari yaitu Ebe, Pangkatana, Wali dan Yapo,” katanya.

Batu berbaris ada di sektor V, kata dia, adalah batu-batu yang membentuk dua barisan dengan orientasi memanjang antara barat laut dan timur daya.
Barisan batu ini dipercaya sebagai jalan penghubung antara dunia manusia dan alam tempat roh nenek moyang bersemayam.

Kemudian, pada sektor VI merupakan lokasi situs paling tinggi. Pada masa prasejarah, tempat paling tinggi dipercaya sebagai paling sakral atau suci. Di sini ada 110 batu berdiri yang ditopang batu-batu kecil. Batu-batu ini berbentuk lonjong dengan ukuran bervariasi.

“Ia dipercaya sebagai tempat bersemayam roh nenek moyang. Ada motif manusia, manusia setengah ikan, binatang, tumbuhan, dan benda-benda budaya seperti gelang, kapak batu serta motif geometris seperti lingkaran dan matahari. Semua adalah ekspresi pengetahuan manusia saat itu tentang alam sekitar. Motif manusia berkaitan dengan tokoh-tokoh atau nenek moyang Suku Tutari,” kata Hari.

BACA JUGA:

H+2 Lebaran: Arus Kendaraan Menuju Puncak Padat Merayap, Sistem One Way Diberlakukan

Jelajahi Keindahan Dunia: Lokasi Syuting KDrama ‘Can This Love Be Translated?’ yang Wajib Masuk Daftar Liburan Anda

Toraja & Bira Reborn: Wajah Baru Pariwisata Sulsel Pasca-Tidur Panjang

7 Rekomendasi Restoran Keluarga di Bandung untuk Liburan Akhir Pekan

Panduan Lengkap Menikmati Blue Fire Kawah Ijen: Waktu Terbaik dan Tips Keamanan

Lomba tentang Situs Tutari

Sedangkan, Bau Mene, yang juga peneliti Balai Arkeologi Papua memaparkan jenis-jenis dan teknis lomba tingkat SD, SMP, SMA, SMK, guru, mahasiswa Antropologi Universitas Cenderawasih dan mahasiswa ISBI Papua terkait sosialisasi Situs Tutari.

World Cup 2026

“Lomba-lomba ini akan dilaksanakan di Situs Megalitik Tutari pada 20-21 November 2019. Jumlah peserta untuk setiap sekolah 10 orang, di antaranya 8 siswa dan 2 orang guru pendamping,” katanya.

Kegiatan Rumah Peradaban Situs Megalitik Tutari ini diikuti oleh para siswa yang belum pernah mengikuti kegiatan tersebut. Ada yang berbeda untuk tahun ini, yaitu lomba vlog dan selfie untuk siswa SMA, siswa SMK, guru SD, guru SMP, guru SMP, guru SMK dan mahasiswa.

“Dengan berkunjung ke Situs Megalitik Tutari siswa diharapkan mampu mengamati secara langsung, mendekatkan siswa dengan  situs megalitik Tutari dan menambah pengetahuan siswa tentang motif-motif Tutari,” kata Bau.

Dengan melukis motif Tutari diharapkan siswa dapat menuangkan gagasan dan imajinasi kreatifnya. Media yang digunakan untuk menggambar yaitu kertas gambar A3 dan kulit kayu.

“Dengan mendeskripsikan motif Tutari, siswa diharapkan mampu memaparkan atau menggambarkan secara jelas dan terperinci motif tersebut  sesuai keadaan sesungguhnya,” katanya.

Selanjutnya, membuat karya ilmiah populer. Karya tulis ilmiah populer merupakan salah satu wahana bagi siswa untuk menyalurkan gagasan dan pengalamannya selama berkunjung ke situs Megalitik Tutari.

“Tulisannya informatif, perspektif dan memberikan informasi ke dalam cerita yang menarik dan logis. Sebagai bentuk orisinalitas karya tulis ilmiah, peserta yang telah diseleksi diminta untuk mempresentasikan karya ilmiahnya,” katanya.

Sebab, melalui karya ilmiah ini diharapkan etos ilmiah tumbuh di kalangan siswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, melainkan juga mampu menjadi produsen pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan.

“Hasil karya ilmiah para peserta lomba akan diambil karya yang terbaik. Dengan demikian, budaya untuk menghasilkan karya tulis ilmiah dapat tumbuh dan berkembang dalam diri siswa peserta Rumah Peradaban Situs Megalitik Tutari,” kata Bau.

Secara terpisah, Amelia Labobar guru SMPN 2 Sentani, memberikan apresiasi kepada Balai Arkeologi Papua yang menyelenggarakan kegiatan Rumah Peradaban Situs Megalitik Tutari untuk yang ketiga kali.

“Pada kegiatan rumah peradaban kali ini, SMPN 2 Sentani sangat senang bisa ikut kegiatan ini lagi. Kegiatan ini akan menambah wawasan siswa tentang Situs Megalitik Tutari, dapat menambah pengetahuan siswa tentang ragam motif Tutari dan maknanya,” katanya.

Sumber.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Wisata
Share7Tweet4Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

AI Visual: Strategi Jitu Tiket Mudik Lebaran 2026: Raih Diskon Hingga 90% dan Hindari Lonjakan Harga

Strategi Jitu Tiket Mudik Lebaran 2026: Raih Diskon Hingga 90% dan Hindari Lonjakan Harga

26/01/2026
kaleidoskop sulsel 2025 cluster 4 bira_cr

Toraja & Bira Reborn: Wajah Baru Pariwisata Sulsel Pasca-Tidur Panjang

27/12/2025
f8-9-4_cr

F8 Makassar 2025: Lebih dari Sekadar Festival, Ini Pesta Panca Indra yang Wajib Kamu Hadiri!

26/09/2025
f8-3-b_cr

F8 Makassar: Magnet Baru Pariwisata yang Mendongkrak Kunjungan Wisatawan

24/09/2025
wartakita-19-2_cr

Panduan Lengkap Menikmati Blue Fire Kawah Ijen: Waktu Terbaik dan Tips Keamanan

19/09/2025
wartakita-14-1_cr

Mengenal Tren “Slow Travel”, Cara Baru Menikmati Liburan Lebih Bermakna

14/09/2025
wartakita-10-2_cr

Menjelajahi Surga Tersembunyi: Panduan Lengkap Wisata ke Kepulauan Kei, Maluku

10/09/2025
Kecelakaan-Bus-Bintang-Prima-3

Kecelakaan Bus Wisata di Karanganyar: Tujuh Penumpang Luka Serius

03/06/2024

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Balai Arkeologi Papua Sosialisasikan Situs Megalitik Tutari - Featured

    Tiga Pelajar Unggulan Dinobatkan Duta Baca Pelajar Makassar 2026: Menggerakkan Literasi di Jantung Sulawesi Selatan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 25 Juni: Habibie Factor, Jejak Perang Korea, Buku Harian Anne Frank, dan Kepergian Michael Jackson

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Sulawesi Selatan: Rp258,17 Miliar untuk Jalan Daerah di 2025, Manfaat Langsung Dirasakan Warga Makassar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Gempa Dahsyat Guncang Dunia: Venezuela Porak-Poranda, Jepang & California Utara Rasakan Getaran Kuat

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makan Bergizi Gratis Rp 8.000 di Tengah Anggaran Rp 1 Triliun: Ada Apa di Balik 41 Nama?

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Tiongkok Sumbang Rp 3,3 Miliar untuk Korban Sekolah Iran, Tuding AS-Israel

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.