Tubuh berlebih berat badan akan mendorong seseorang untuk melakukan diet. Mengurangi porsi makan bahkan tidak makan sama sekali, tak jarang ditempuh sebagian orang untuk menurunkan berat badannya. Alih-alih mendapatkan berat badan ideal, malah jatuh sakit.
Diet yang sehat adalah diet yang meningkatkan kesehatan tubuh. Menurunkan berat badan bukan hanya mengurangi porsi makan, tapi juga mengetahui jenis makanan apa yang baik dikonsumsi dan tidak. Kemudian seimbangkannya dengan olahraga yang meningkatkan metabolisme tubuh.
#1: Makanan Sehat untuk Diet Sehat
Banyak bahan makanan yang kita jumpai sehari-hari dan berharga murah justru menyimpan gizi dan serat alami yang berlimpah.

- Yogurt rendah lemak. Yogurt baik dikonsumsi saat menjalankan program diet karena memiliki kombinasi kalsium dari susu dan komponen bioaktif yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dan memperlambat penumpukan lemak. Konsumsilah yogurt yang rendah lemak dan tanpa gula agar manfaatnya lebih maksimal
- Telur. Telur dapat membuat Anda kenyang lebih lama karena mengandung protein yang tinggi. Anda bisa menjadikan telur sebagai bagian dari menu sarapan agar Anda dapat merasa kenyang lebih lama hingga jam makan siang.
- Apel. Mengandung serat larut dan banyak air sehingga dapat menghambat naiknya gula darah. Anda bisa menjadikan apel sebagai camilan, bagian dari sarapan atau makan malam karena kandungan yang terdapat pada apel dapat membuat Anda kenyang lebih lama.
- Kembang kol. Meski kembang kol dapat menyebabkan perut kembung, tapi kembang kol termasuk makanan yang baik dikonsumsi saat diet. Kembang kol mengandung vitamin C dan folat. Selain itu, kembang kol juga bagus untuk dikonsumsi oleh penderita kanker karena mengandung sulforaphane phytonutrisi.
- Oatmeal. Mungkin Anda pernah mendengar bahwa konsumsi oatmeal dapat membantu program diet. Ya, oatmeal dapat membantu mengurangi berat badan karena mengandung protein dan serat yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Anda bisa menjadikannya sebagai salah satu menu sarapan yang dicampurkan yogurt tanpa gula atau dengan buah.
Selama masa diet jangan hanya mengkonsumsi makanan di atas. Tambahkan juga makanan yang mengandung lemak baik, protein, dan serat. Selain itu, minumlah air putih yang cukup karena dapat membantu pencernaan Anda berjalan dengan baik. Minum air putih dapat membantu metabolisme tubuh berjalan dengan baik dan membakar lebih banyak kalori.
Mempersiapkan makanan sehat di atas butuh alat yang tepat. Untuk membuat sarapan oatmeal atau smoothie apel, Anda mungkin membutuhkan blender berkualitas atau panci anti-lengket untuk memasak telur tanpa minyak.
- Rekomendasi Air Fryer Sehat
- Slow Juicer Sehat untuk Diet Sehat
- Pilihan Oatmeal Dried Fruit Sereal Rendah Kalori
#2: Imbangi Diet Sehat dengan Olahraga
Seiring bertambahnya usia, kemampuan otot pencernaan bisa semakin berkurang. Metabolisme tubuh pun akan menjadi lambat dan menyebabkan perut buncit. Melakukan olahraga teratur dapat membakar kalori dan membantu otot yang mulai lemah atau menguatkan otot.

Berikut ini adalah beberapa olahraga yang dapat Anda lakukan untuk membakar kalori:
- Zumba
- Aerobic
- Lari
- Jalan santai
- Lompat tali
- Angkat beban
- Cardio
Siap memulai olahraga? Perlengkapan yang tepat akan membuat Anda lebih semangat. Baik itu sepatu lari yang nyaman, matras yoga anti-slip untuk cardio, atau smartwatch untuk melacak kalori yang terbakar, berinvestasi pada perlengkapan adalah investasi pada kesehatan Anda.
#3: Gaya Hidup Sehat
Diet sehat selanjutnya dengan menjalani gaya hidup sehat. Cobalah untuk mengurangi atau bahkan berhenti sama sekali mengonsumsi minuman beralkohol karena mengandung kalori yang cukup tinggi. Mengonsumsi minuman beralkohol apalagi dalam jumlah besar dapat membuat berat badan naik.
Satu gelas bir setidaknya mengandung 215 kalori, sedangkan 175 mililiter wine atau satu gelas standar wine mengandung 126 kalori. Bayangkan jika setiap minggu Anda mengonsumsi 5 gelas bir, maka dalam satu tahun Anda mengonsumsi 44.200 kalori. Belum lagi kalori yang didapat dari makanan pendampingnya.
Selain minuman beralkohol, hindari juga makanan cepat saji atau camilan yang kurang sehat. Seperti keripik kentang, permen, cokelat dan minuman manis. Anda bisa menggantinya dengan camilan sehat yang dapat membantu program diet.
Selain itu, pilar gaya hidup sehat yang krusial adalah mengelola screen time (durasi layar). Terlalu lama menatap layar, baik ponsel maupun televisi, tidak hanya membuat tubuh kurang gerak, tetapi juga sering memicu ‘mindless snacking‘ atau ngemil tanpa sadar. Lebih penting lagi, paparan blue light dari layar di malam hari dapat mengganggu produksi melatonin, hormon tidur Anda.
Kualitas tidur yang buruk adalah musuh terbesar diet. Kurang tidur akan mengacaukan hormon Anda, meningkatkan kortisol (hormon stres) dan ghrelin (hormon lapar), yang membuat Anda lebih mudah ‘ngidam’ makanan tinggi gula dan lemak keesokan harinya. Pastikan Anda mendapatkan 7-8 jam tidur malam yang berkualitas untuk memberi tubuh waktu memulihkan diri dan mengoptimalkan metabolisme.
Mengganti camilan junk food adalah tantangan terbesar. Solusinya, siapkan camilan sehat di meja kerja atau tas Anda. Pilihan seperti protein bar, kacang almond panggang, atau dark chocolate (di atas 70%) bisa menjadi alternatif lezat dan mengenyangkan.
- Snack Rendah Kalori Pengganti Junk Food
Diet yang sehat adalah dengan mengatur pola makan dan memberikan tubuh kita asupan nutrisi yang cukup seperti vitamin, mineral, protein dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Jika Anda menjalani diet yang tidak sehat, alih-alih mendapatkan tubuh yang diinginkan, Anda justru bisa terkena penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, kardiovaskular, dan bertambah gemuk.























