Di tengah riuh rendah pasar teknologi, nama Trump Mobile kembali mencuat. Kali ini, perusahaan tersebut dikabarkan sedang mengembangkan perangkat kedua yang diberi nama “T1 Ultra”. Namun, kemunculannya justru kian menambah lapisan misteri pada perangkat pertamanya, T1, yang keberadaannya masih belum jelas.
- Trump Mobile dikabarkan tengah menggarap ponsel kedua, T1 Ultra, meskipun detailnya sangat minim.
- Klaim “kesuksesan T1 orisinal” diragukan mengingat perangkat pertama mengalami penundaan peluncuran selama lima bulan dan belum terbukti.
- Spesifikasi T1 Ultra belum diungkap, namun label “Ultra” mengindikasikan ambisi untuk segmen premium, berbeda dari T1 yang disebut memiliki spesifikasi kelas bawah.
- Klaim “desain Amerika” dan produksi masih abu-abu, menyusul penarikan pernyataan awal Trump Mobile.
- Terdapat inkonsistensi dalam pernyataan eksekutif Trump Mobile, memicu pertanyaan mengenai kebenaran informasi dan waktu rilisnya.
Ambisi T1 Ultra di Tengah Ketidakpastian
Don Hendrickson, seorang eksekutif Trump Mobile, baru-baru ini mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa perusahaan sedang berfokus pada evolusi produk dengan menawarkan alat yang lebih canggih. “Langkah besar kami berikutnya adalah peluncuran T1 Ultra – sebuah perangkat premium yang membangun kesuksesan T1 orisinal dengan peningkatan kinerja, fitur yang diperbarui, dan desain Amerika yang berani,” ujar Hendrickson. Ia menambahkan bahwa T1 Ultra akan “menawarkan pengalaman pengguna terbaik sambil tetap setia pada misi kami untuk menggabungkan nilai, fungsionalitas, dan branding patriotik.”
Namun, klaim “kesuksesan T1 orisinal” dari Hendrickson menuai tanda tanya besar. Ponsel T1 yang telah dijanjikan sejak lama justru mengalami penundaan peluncuran selama lima bulan. Keterlambatan ini bahkan memicu surat dari anggota parlemen Demokrat kepada FTC untuk meminta penyelidikan. Muncul pertanyaan krusial: dapatkah sebuah ponsel yang belum resmi diluncurkan dan spesifikasinya pun tidak jelas dianggap sebagai sebuah kesuksesan? Apalagi, jumlah deposit yang telah diterima dari pelanggan masih belum terungkap ke publik.
Detail dan Spekulasi T1 Ultra
Meski detailnya masih sangat minim, T1 Ultra digadang-gadang akan membawa “peningkatan kinerja” dan “fitur yang diperbarui.” Jika T1 orisinal dijanjikan dengan spesifikasi kelas bawah namun dibanderol harga kelas menengah, T1 Ultra tampaknya memiliki ruang besar untuk perbaikan. Nama “Ultra” sendiri, yang kerap diadopsi oleh merek besar seperti Samsung untuk lini produk flagship mereka, mengindikasikan ambisi yang lebih tinggi. Perangkat dengan embel-embel “Ultra” biasanya menawarkan chipset terkini, konfigurasi kamera canggih, dan tentu saja, harga premium yang bisa melampaui $1.000. Hal ini akan menjadi lompatan signifikan dari T1 Phone yang rencananya dibanderol $499.
Klaim “Desain Amerika” dan Keraguan Produksi
Terkait manufaktur, Hendrickson hanya menyebutkan “desain Amerika yang berani” untuk T1 Ultra, sebuah pernyataan yang sama diulang untuk T1. Namun, makna sebenarnya di balik klaim ini masih belum jelas, terutama setelah adanya penarikan kembali pernyataan awal Trump Mobile mengenai produksi di Amerika Serikat. Belum ada kejelasan apakah perangkat ini benar-benar akan diproduksi di Amerika atau hanya sekadar desain yang terinspirasi dari nilai-nilai Amerika.
Inkonsistensi dan Pertanyaan Tak Terjawab
Muncul pula keraguan terhadap klaim Hendrickson mengenai T1 Ultra. Ia menyatakan bahwa “pelanggan tertarik pada… ponsel T1 Ultra eksklusif” dan “bersemangat untuk membelinya,” padahal perangkat ini belum pernah diumumkan secara publik sebelum wawancara tersebut diterbitkan. Hal ini menimbulkan spekulasi apakah T1 dan T1 Ultra tercampur aduk dalam narasi yang disampaikan, atau apakah wawancara tersebut memang sudah dipersiapkan jauh hari dan dimaksudkan untuk dirilis setelah pengumuman resmi T1 Ultra yang tak kunjung terealisasi.
Lebih lanjut, Hendrickson mengklaim sebagai penggagas ide Trump Mobile, menyatakan bahwa ia “mendekati [keluarga Trump] dengan konsep” karena “mereka tahu cara membangun gerakan, bukan hanya bisnis.” Simbol “Trump℠” yang muncul di situs web Trump Mobile, yang merujuk pada “service mark,” menunjukkan bahwa pengajuan merek dagang untuk industri seluler memang telah dilakukan, namun belum mendapatkan persetujuan. Semua ini menambah lapisan ketidakpastian pada realitas operasional Trump Mobile. Pihak Trump Mobile sendiri tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar lebih lanjut terkait hal ini.























