Rabu, 21 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Daerah

Tragedi di Sungai Sentolo: Pria Penderita Epilepsi Ditemukan Meninggal Dunia Saat Memancing, Tangan Masih Memegang Pancing

by H. Gunadi
27/09/2026
in Daerah, Kesehatan
Reading Time: 6 mins read
A A
Gambar fotorealistik seorang pria yang ditemukan meninggal dunia, mengapung di tepi sungai pedesaan di Kulon Progo, dengan tangan masih memegang erat pancing.

KULON PROGO, WARTAKITA.ID – Sebuah insiden tragis menggemparkan warga Padukuhan Pongangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, ketika jasad seorang pria ditemukan mengapung di sungai pada Jumat, 25 September 2026.

Korban, yang diidentifikasi sebagai AIN (38), seorang warga setempat yang diketahui memiliki riwayat epilepsi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tangan masih memegang pancing, setelah sebelumnya pamit untuk memancing di dekat rumahnya.

Intinya / Poin-poin Penting

  • Penemuan Jasad: Jasad pria bernama AIN (38) ditemukan mengapung di sungai Padukuhan Pongangan, Sentolo, Kulon Progo, pada Jumat, 25 September 2026.
  • Identitas Korban: Korban adalah warga setempat yang dikenal memiliki riwayat penyakit epilepsi.
  • Kronologi Awal: AIN pamit untuk memancing di sekitar rumahnya sebelum ditemukan meninggal dunia.
  • Kondisi Penemuan: Saat ditemukan oleh warga, korban sudah dalam keadaan tenggelam di pinggir sungai dengan tangan masih memegang pancing.
  • Penyebab Kematian: Diduga kuat korban mengalami kejang epilepsi saat memancing, yang menyebabkan ia terjatuh dan tenggelam.
  • Waktu Kematian: Diperkirakan korban meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan.
  • Pihak Berwenang: Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan kejadian ini dan menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kronologi Tragis: Dari Pamit Memancing Hingga Ditemukan Tak Bernyawa

Pada Jumat pagi yang tenang, 25 September 2026, AIN (38) berpamitan kepada keluarganya untuk pergi memancing di sungai yang tak jauh dari kediamannya di Padukuhan Pongangan. Memancing adalah salah satu hobinya, dan aktivitas ini sering ia lakukan. Namun, kali ini, kepergiannya berakhir dengan duka. Beberapa saat setelah AIN berangkat, warga sekitar yang kebetulan melintas di tepi sungai dikejutkan oleh pemandangan yang memilukan. Mereka melihat sesosok tubuh pria mengapung di pinggir sungai.

“Saksi melihat ada seorang pria yang tenggelam di pinggir sungai dengan pancing masih dipegang,” terang Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengutip keterangan saksi mata. Penemuan ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan warga bergegas memberikan pertolongan, meskipun sayangnya, sudah terlambat. Korban dievakuasi dari sungai dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, tim medis memastikan bahwa AIN telah meninggal dunia. “Pada saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia kurang lebih satu jam,” tambah Iptu Sarjoko. Detail bahwa pancing masih tergenggam erat di tangannya menjadi petunjuk kuat mengenai aktivitas terakhir korban sebelum insiden nahas tersebut.

Riwayat Kesehatan Korban dan Analisis Dugaan Penyebab Kematian

Informasi krusial yang diperoleh dari pihak keluarga adalah bahwa AIN memiliki riwayat penyakit epilepsi. Kondisi medis ini menjadi faktor penting dalam analisis dugaan penyebab kematian. Epilepsi adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang yang tidak terprovokasi. Kejang ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, gerakan tubuh yang tidak terkontrol, atau kombinasi keduanya.

Dalam konteks kejadian ini, sangat mungkin AIN mengalami kejang epilepsi secara tiba-tiba saat sedang memancing di tepi sungai. Kehilangan kesadaran atau kontrol tubuh saat berada di dekat air, apalagi di sungai yang arusnya bisa saja tidak terduga, sangat berisiko tinggi.

Dugaan kuat mengarah pada korban yang terjatuh ke sungai saat kejang, kemudian tenggelam karena tidak mampu menyelamatkan diri. Tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban semakin memperkuat dugaan bahwa ini adalah murni kecelakaan yang dipicu oleh kondisi kesehatannya.

Pentingnya Kewaspadaan Bagi Penderita Epilepsi

Kasus AIN menjadi pengingat pahit tentang bahaya yang mengintai penderita epilepsi, terutama saat melakukan aktivitas yang berisiko tinggi. Para ahli neurologi sering menekankan bahwa penderita epilepsi harus selalu waspada dan mengambil langkah pencegahan. “Aktivitas di dekat air, ketinggian, atau mesin berat harus selalu dihindari jika tidak ada pengawasan ketat.

Kejang bisa datang kapan saja tanpa peringatan,” demikian salah satu pandangan umum dari kalangan medis. Keluarga dan lingkungan sekitar juga memegang peran vital dalam memberikan dukungan dan pengawasan.

Respons Pihak Berwenang dan Proses Penyelidikan

Setelah penemuan jasad, tim dari Polres Kulon Progo dan tim medis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal. Iptu Sarjoko menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindakan kriminal pada tubuh korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa AIN meninggal dunia karena kecelakaan tenggelam yang dipicu oleh riwayat epilepsinya.

Dampak Sosial dan Peringatan untuk Komunitas

Tragedi yang menimpa AIN tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menyisakan keprihatinan di kalangan masyarakat Padukuhan Pongangan. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi komunitas tentang pentingnya saling menjaga dan meningkatkan kesadaran akan risiko yang mungkin dihadapi oleh individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

  • Edukasi Masyarakat: Penting untuk mengedukasi masyarakat tentang epilepsi, termasuk gejala, penanganan darurat, dan langkah-langkah pencegahan.
  • Pengawasan dan Dukungan: Keluarga dan tetangga dapat berperan aktif dalam mengawasi dan memberikan dukungan kepada penderita epilepsi, terutama saat mereka melakukan aktivitas di luar rumah.
  • Peringatan Keselamatan: Pemasangan rambu peringatan di area-area berisiko tinggi seperti tepi sungai atau danau, terutama jika sering digunakan untuk aktivitas rekreasi, bisa menjadi langkah preventif.
  • Kesiapsiagaan Darurat: Masyarakat perlu dilatih mengenai tindakan pertama yang harus dilakukan jika menemukan seseorang dalam kondisi darurat medis, termasuk tenggelam.

Kerap Ditanyakan

  • Kapan dan di mana jasad AIN ditemukan?
    Jasad AIN ditemukan pada Jumat, 25 September 2026, di sungai wilayah Padukuhan Pongangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Apa penyebab dugaan kematian AIN?
    Dugaan kuat penyebab kematian AIN adalah tenggelam setelah mengalami kejang epilepsi secara tiba-tiba saat memancing, mengingat ia memiliki riwayat penyakit tersebut dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
  • Apakah ada indikasi tindakan kriminal dalam kasus ini?
    Berdasarkan pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindakan kriminal pada tubuh korban.
  • Mengapa pancing masih dipegang korban saat ditemukan?
    Pancing yang masih dipegang erat oleh korban mengindikasikan bahwa ia sedang dalam aktivitas memancing sesaat sebelum insiden terjadi, dan kemungkinan kejang terjadi secara mendadak sehingga ia tidak sempat melepaskan pancingnya.
  • Apa pesan penting dari kejadian ini bagi masyarakat?
    Kejadian ini menekankan pentingnya kewaspadaan bagi penderita epilepsi saat beraktivitas di area berisiko (seperti dekat air), serta peran penting keluarga dan komunitas dalam memberikan pengawasan, dukungan, dan edukasi tentang penanganan kondisi medis tersebut.

Kontributor: H. Gunadi

Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

No Content Available
Tags: Berita LokalKorban EpilepsiKulon ProgoMayat PriaSungai Sentolo
Share7Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Seorang pekerja bernama RR. Nur duduk dengan tenang di kursi yang nyaman, di sekitarnya terdapat tanaman hijau dan cahaya alami. Ruangan terlihat luas dan terorganisir dengan baik, dengan jendela besa

Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental dan Mengatasi Burnout di Tempat Kerja

17/10/2026
A group of people sharing their feelings in a therapy session, highlighting the importance of mental health and support, with a therapist in the background and a poster emphasizing the unique pathways to mental well-being.

90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

10/10/2026
RR. Nur berdiri di ruang kerja yang terorganisir dengan baik, dengan jendela besar yang memungkinkan cahaya alami masuk. Dia mengambil momen untuk bernapas dalam-dalam, dengan satu tangan di meja dan

Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental dan Mengatasi Burnout di Tempat Kerja

09/10/2026
Seorang perawat berpakaian putih sedang memeriksa seorang warden yang duduk di kursi dengan catatan medis di depannya. Ruangan yang bersih dan terang, dengan peralatan medis dan catatan ditempatkan di

Prioritas Kesehatan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan

08/10/2026
Sejumlah mahasiswa UNNES dari program Kesmas membaca buletin diet DASH yang berwarna cerah dan desainnya rapi. Mereka duduk di kelas dengan papan tulis di latar belakang yang menampilkan petunjuk diet

Booklet Diet DASH Jadi Inovasi Edukasi Hipertensi Mahasiswa Kesmas UNNES

06/10/2026
A diverse group of office workers taking a break, emphasizing the importance of mental health and well-being in the workplace.

Cara Efektif Mengatasi Burnout dan Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

04/10/2026
Fenomena Ghosting: Memahami Tindakan Menghilang Tanpa Jejak dalam Komunikasi Digital

Fenomena Ghosting: Memahami Tindakan Menghilang Tanpa Jejak dalam Komunikasi Digital

03/10/2026
Tragedi di Sungai Sentolo: Pria Penderita Epilepsi Ditemukan Meninggal Dunia Saat Memancing, Tangan Masih Memegang Pancing - Featured

JKN di Makassar: Ibu Rumah Tangga Muhrani Rasakan Langsung Keringanan Biaya Kesehatan

01/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sebuah ponsel pintar modern dengan desain ramping dan ringan. Layar ponsel berwarna cerah dan diletakkan di latar putih minimalis. Di depan, ada kapsul transparan kecil yang berisi partikel partikel s

    Baterai Silicon Carbon: Solusi Inovatif untuk Kapasitas HP Tanpa Bodi Tebal

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
  • OJK Periksa Underwriter dan Direksi Sekuritas Terkait Dugaan Pidana Pasar Modal

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Siap-Siap Jatuh Cinta: Deretan Film Romantis Paling Dinanti di Tahun 2026

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Ratusan Warga Kaltim Tebar Benih di Lahan Sisa Karhutla untuk Cegah Perkebunan Sawit

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.