Drama TikTok di Amerika Serikat akhirnya memasuki babak baru. Lupakan ancaman ‘hilang dari toko aplikasi’, kini TikTok beroperasi di bawah entitas patungan yang berfokus pada keamanan data dan inovasi, sebuah langkah strategis yang menarik untuk dibedah.
- TikTok AS kini beroperasi di bawah entitas baru: TikTok USDS Joint Venture LLC.
- ByteDance hanya memegang 19,9% kepemilikan, mayoritas dimiliki oleh konsorsium investor.
- Fokus utama perusahaan patungan adalah perlindungan data pengguna, keamanan algoritma, moderasi konten, dan jaminan perangkat lunak.
- Oracle akan menjadi mitra utama dalam penyediaan infrastruktur cloud yang aman untuk data pengguna AS.
- Struktur baru ini bertujuan memastikan interoperabilitas global sambil menjaga keamanan data pengguna AS.
Perombakan Struktur: Siapa di Balik Kemudi TikTok AS?
Setelah tarik-ulur yang cukup panjang, ByteDance akhirnya mendapatkan lampu hijau dari pemerintah AS dan Tiongkok untuk merestrukturisasi kepemilikan TikTok di Amerika Serikat. Alih-alih menjadi milik tunggal, kini TikTok AS bertransformasi menjadi sebuah joint venture bernama TikTok USDS Joint Venture LLC. Dari total kepemilikan, ByteDance hanya memegang porsi minoritas 19,9%. Sisanya, sebesar 80,1%, dialokasikan kepada konsorsium investor kelas kakap. Nama-nama besar seperti perusahaan investasi Silver Lake, raksasa teknologi Oracle, dan MGX dari Abu Dhabi menjadi pemegang saham utama, masing-masing menguasai 15%. Tak ketinggalan, firma investasi keluarga Michael Dell juga turut serta, menunjukkan luasnya kepercayaan pada model bisnis baru ini.
Lebih dari Sekadar Aplikasi: Jaminan Keamanan dan Inovasi
Apa arti semua perubahan ini bagi kita, para pengguna? Ditegaskan bahwa perusahaan patungan ini akan menjadi garda terdepan dalam perlindungan data komprehensif, keamanan algoritma, moderasi konten, dan jaminan perangkat lunak untuk seluruh pengguna di Amerika Serikat. Ini bukan hanya soal TikTok saja, tapi juga mencakup ekosistem aplikasi lain seperti editor video CapCut, Lemon8, dan portofolio layanan lainnya. Fokus utama di sini adalah membangun kepercayaan melalui transparansi dan keamanan yang ketat.
Informasi yang beredar saat ini lebih banyak menyoroti komposisi dewan direksi perusahaan patungan yang terdiri dari tujuh orang. Shou Zi Chew, CEO TikTok AS yang kita kenal, tetap menjadi bagian dari struktur ini. Namun, tampuk kepemimpinan operasional diserahkan kepada Adam Presser, mantan kepala operasi dan urusan kepercayaan serta keselamatan TikTok, yang kini menjabat sebagai CEO baru perusahaan patungan ini. Peran barunya akan sangat krusial dalam mengimplementasikan mandat keamanan.
Mandat Kunci: Interoperabilitas dan Benteng Keamanan Data
Perusahaan patungan ini memiliki mandat ganda yang ambisius. Pertama, memastikan interoperabilitas yang mulus agar pengalaman TikTok global tetap terjaga bagi pengguna AS. Ini krusial agar kreator AS dapat terus menjangkau audiens global dan bisnis dapat beroperasi dalam skala internasional. Entitas global TikTok di AS akan mengelola aspek-aspek seperti produk global dan kegiatan komersial seperti e-commerce, periklanan, dan pemasaran.
Namun, mandat yang paling krusial adalah mengamankan data pengguna, aplikasi, dan algoritma AS. Ini akan dicapai melalui berbagai langkah privasi data dan keamanan siber. Perusahaan patungan ini bertekad melindungi ekosistem konten AS dengan kebijakan kepercayaan dan keselamatan yang kokoh serta moderasi konten yang efektif, sambil menjaga akuntabilitas melalui pelaporan transparansi dan sertifikasi pihak ketiga.
Rincian Penjaminan Keamanan yang Tidak Main-Main:
- Perlindungan Data: Data pengguna AS akan disimpan dan dilindungi di lingkungan cloud aman milik Oracle di AS. Program privasi dan keamanan siber akan diaudit dan disertifikasi oleh ahli independen, mengikuti standar industri global seperti NIST CSF, ISO 27001, dan panduan CISA.
- Keamanan Algoritma: Algoritma rekomendasi konten akan dilatih ulang, diuji, dan diperbarui secara eksklusif menggunakan data pengguna AS, serta diamankan dalam infrastruktur Oracle di AS.
- Jaminan Perangkat Lunak: Aplikasi AS akan melalui protokol jaminan perangkat lunak yang ketat, termasuk peninjauan dan validasi kode sumber berkelanjutan, dengan Oracle sebagai Mitra Keamanan Tepercaya.
- Kepercayaan & Keselamatan: Perusahaan patungan ini akan memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kepercayaan, keselamatan, dan moderasi konten untuk melindungi ekosistem konten di AS.























