Wartakita.id, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi menargetkan pembangunan 16 Sekolah Rakyat pada Rabu, 28 Oktober 2026, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk membuka pintu pendidikan lebih lebar bagi ribuan siswa dari kalangan masyarakat kurang mampu di seluruh penjuru provinsi. Inisiatif ini, yang sejalan dengan program nasional, diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan geografis dan ekonomi yang selama ini membelenggu akses pendidikan sebagian warga Sulsel.
Solusi Pendidikan Terpadu untuk Ribuan Siswa
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam keterangannya pada hari ini, mengungkapkan progres positif program pembangunan Sekolah Rakyat. Ia merinci bahwa sembilan unit sekolah telah berhasil dibangun dan siap beroperasi, sementara tujuh unit lainnya masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan segera menyusul. Target ambisius ini tidak hanya berhenti pada jumlah unit, tetapi juga pada kapasitas tampung yang signifikan. Setiap Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa, sehingga total 16 sekolah tersebut diproyeksikan akan memberikan layanan pendidikan bagi sekitar 16.000 siswa. Angka ini mencerminkan komitmen kuat Pemprov Sulsel untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal akibat keterbatasan akses.
Lebih lanjut, konsep Sekolah Rakyat ini mengusung model pendidikan yang terintegrasi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, sekolah-sekolah ini tidak hanya fokus pada satu jenjang pendidikan, melainkan menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam satu atap. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya serta memberikan kemudahan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus berpindah lokasi sekolah yang jauh, terutama di daerah-daerah terpencil.
Memperluas Akses dan Mereduksi Kesenjangan Pendidikan
Tujuan utama di balik pembangunan 16 Sekolah Rakyat ini adalah untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang secara ekonomi kurang mampu. Di Sulawesi Selatan, seperti di banyak daerah lain di Indonesia, masih terdapat kantong-kantong kemiskinan yang seringkali beriringan dengan minimnya fasilitas pendidikan yang memadai. Anak-anak dari keluarga prasejahtera kerap kali menghadapi dilema antara melanjutkan pendidikan atau membantu perekonomian keluarga. Keberadaan Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan hak dasar atas pendidikan, tanpa dibebani biaya yang memberatkan atau jarak tempuh yang jauh.
Program ini secara inheren merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan pendidikan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Dengan adanya Sekolah Rakyat, Pemprov Sulsel tidak hanya menjawab kebutuhan lokal tetapi juga berkontribusi pada agenda nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Model sekolah terpadu ini juga berpotensi mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan di jenjang menengah atas, yang selama ini menjadi tantangan tersendiri di beberapa wilayah.
Dampak Sosial dan Ekonomi Pendidikan yang Lebih Baik
Pembangunan Sekolah Rakyat ini bukan sekadar membangun gedung fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia Sulawesi Selatan. Dengan semakin banyaknya anak yang mendapatkan akses pendidikan berkualitas, diharapkan akan lahir generasi penerus yang lebih cerdas, terampil, dan berdaya saing. Hal ini tentu akan berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, serta membuka peluang ekonomi baru di masa depan. Pendidikan yang merata adalah fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah.
Selain itu, kehadiran sekolah-sekolah ini juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Pembangunan sekolah itu sendiri menciptakan lapangan kerja sementara, dan setelah beroperasi, sekolah akan membutuhkan tenaga pendidik dan kependidikan, serta berbagai layanan pendukung lainnya. Ini akan memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi sekolah, menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi pertumbuhan daerah.
Intinya
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan pembangunan 16 Sekolah Rakyat pada 28 Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi 16.000 siswa kurang mampu.
- Setiap sekolah terintegrasi jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa per unit, sebagai bagian dari program pendidikan nasional.
- Inisiatif ini bertujuan mereduksi kesenjangan pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulsel untuk dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa program ini disebut “Sekolah Rakyat”?
J: Istilah “Sekolah Rakyat” merujuk pada fokus program ini yang secara khusus ditujukan untuk melayani masyarakat kurang mampu, memastikan bahwa hak pendidikan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, seolah sekolah tersebut dibangun oleh dan untuk rakyat.
T: Bagaimana integrasi jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dalam satu sekolah akan membantu siswa?
J: Integrasi ini memudahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa perlu berpindah sekolah, menghemat waktu dan biaya transportasi. Selain itu, pengelolaan sumber daya sekolah menjadi lebih efisien dan terpadu, memberikan pengalaman belajar yang berkelanjutan bagi siswa.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























