Wartakita.id – Menjelang musim hujan, Kabupaten Gowa memperkuat lini pertahanan terhadap potensi banjir. Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat setempat di Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng, mewujudkan kerja bakti pembersihan dan penataan saluran air sebagai langkah antisipasi konkret.
Poin Penting
- TNI dan warga Gowa bergotong royong membersihkan saluran air di Desa Manjalling, Bajeng.
- Kegiatan ini merupakan upaya antisipasi dini terhadap ancaman banjir saat musim hujan.
- Penataan saluran air memastikan kelancaran aliran air dan mencegah genangan.
- Aksi ini juga bertujuan membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
Mengapa Penataan Saluran Air Krusial Menjelang Musim Hujan?
Pelda Syahrir dari Koramil 1409-06/Bajeng menjelaskan bahwa pembersihan dan penataan saluran air merupakan langkah fundamental untuk mengamankan lingkungan dari ancaman banjir. Pengalaman bertahun-tahun dalam penanggulangan bencana mengajarkan pentingnya sistem drainase yang berfungsi optimal. Dengan mengeruk sedimen, mengangkat sampah, dan memangkas vegetasi liar, aliran air dapat berjalan lancar, meminimalkan risiko genangan yang dapat meluas menjadi banjir. Tindakan ini bukan hanya sekadar membersihkan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan warga.
Dukungan Program Bupati Gowa untuk Lingkungan Sehat
Lebih dari sekadar teknis penanggulangan banjir, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sejalan dengan program Bupati Gowa. Keterlibatan TNI secara langsung di tengah masyarakat menunjukkan kedekatan dan kepedulian aparat negara terhadap kesejahteraan warganya. Ini adalah wujud nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, didukung oleh unsur pertahanan, dapat menciptakan dampak positif yang luas bagi komunitas.
Pelaksanaan Karya Bakti yang Komprehensif
Karya bakti yang dilaksanakan di Dusun Manjalling Lompo melibatkan berbagai elemen: jajaran Koramil 1409-06/Bajeng, Kodim 1409/Gowa, pemerintah desa, dan seluruh warga setempat. Fokus utama tertuju pada saluran air yang menjadi urat nadi drainase pemukiman menuju irigasi utama. Kepala Dusun Manjalling Lompo, Muslim Muin, mengapresiasi penuh kehadiran personel TNI AD yang sigap membantu. Pengalaman mereka dalam situasi lapangan memberikan efisiensi dan efektivitas dalam setiap tahapan pembersihan.
Rincian Teknis Pembersihan dan Edukasi
Proses pembersihan melibatkan tahapan teknis yang terstruktur: pengerukan sedimen yang menumpuk bertahun-tahun, pengangkatan material penyumbat seperti tanah dan sampah, serta pembersihan bahu irigasi dengan memangkas rumput liar. Keahlian tim TNI dalam mengidentifikasi sumber sumbatan dan cara penanganannya sangat krusial. Selain aspek fisik, kegiatan ini juga menyisipkan edukasi preventif. Warga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Pengalaman menunjukkan bahwa sampah menjadi biang keladi penyumbatan dan sarang penyakit, maka kesadaran warga adalah kunci keberlanjutan kebersihan ini.
Membangkitkan Semangat Gotong Royong Warisan Bangsa
Pelda Syahrir menekankan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat lebih dari sekadar bantuan fisik semata. Ini adalah upaya strategis untuk merevitalisasi semangat gotong royong, sebuah nilai luhur bangsa Indonesia yang terkadang mulai terkikis. Melalui kerja sama ini, tercipta rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap lingkungan. Dengan sinergi yang kokoh antara TNI dan warga, Kabupaten Gowa selangkah lebih maju dalam menghadapi musim hujan, menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.























