Potensi zakat di Kota Tangerang mencapai angka luar biasa Rp2,2 triliun, sebuah kekuatan finansial yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menekankan pentingnya pengelolaan optimal demi mewujudkan tujuan mulia ini.
- Potensi zakat Kota Tangerang diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun.
- Zakat berperan sebagai instrumen penanggulangan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan.
- Optimalisasi zakat dapat membentuk jaring pengaman ekonomi umat yang kuat.
- Kegiatan zakat mempererat kepedulian dan solidaritas sosial di masyarakat.
- Wali Kota mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik untuk kemandirian.
- Baznas Kota Tangerang menargetkan Rp6,9 miliar dari zakat, infak, dan CSR selama Ramadhan.
Zakat: Instrumen Kesejahteraan dan Solidaritas Sosial
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menggarisbawahi peran fundamental zakat sebagai instrumen keuangan umat yang memiliki tujuan ganda: menanggulangi kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri kegiatan Gebyar Zakat Maal di Tangerang.
Menurut Sachrudin, potensi zakat yang besar jika dikelola secara optimal, dapat bertransformasi menjadi jaring pengaman ekonomi umat yang sangat kokoh. Lebih dari sekadar aspek finansial, zakat juga memegang peranan krusial dalam menumbuhkan dan memperkuat kepedulian serta solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui mekanisme zakat, interaksi sosial antarwarga dapat semakin harmonis, terutama mempertautkan mereka yang memiliki kelimpahan rezeki dengan mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan.
Persepsi terhadap zakat tidaklah terbatas pada kewajiban ibadah semata bagi umat Muslim, melainkan juga mencakup fungsi sosial yang signifikan dalam meringankan beban individu maupun keluarga yang tengah menghadapi kesulitan. “Melalui zakat akan terbangun rasa saling peduli dan saling mencintai, inilah yang menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tandasnya.
Dorongan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik untuk Kemandirian
Menyadari potensi besar tersebut, Wali Kota secara tegas mendorong adanya pengembangan dalam penyaluran zakat. Fokusnya adalah pada program-program yang tidak hanya memberikan bantuan instan, tetapi juga berorientasi pada pembangunan kemandirian masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan program-program pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik. Tujuannya jelas: meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Target Baznas Kota Tangerang di Bulan Ramadhan
Dalam momentum bulan suci Ramadhan, Baznas Kota Tangerang telah menetapkan target ambisius untuk mengumpulkan dana sebesar Rp6,9 miliar. Dana ini diharapkan bersumber dari pembayaran zakat mal, infak, serta kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.
Ketua Baznas Kota Tangerang, Aslie Elhusyairy, menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah merancang dan menyiapkan serangkaian langkah strategis. Salah satu upaya konkret adalah dengan memperluas jangkauan layanan Baznas, termasuk membuka pos-pos penerimaan zakat di sejumlah lokasi keramaian yang menjadi titik kumpul masyarakat. Selain itu, strategi lain yang diterapkan adalah pembagian kupon zakat fitrah untuk disebarluaskan di setiap wilayah, guna mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajibannya. “Kita telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian perolehan zakat pada Ramadhan tahun ini dengan bekerja sama dengan Pemkot Tangerang,” pungkasnya.























