Kota Makassar kembali menorehkan prestasi signifikan di kancah nasional, membuktikan kinerja dan inovasinya. Pengakuan ini datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, menempatkan Makassar di atas rata-rata nasional.
- Makassar meraih skor 4,17 dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari BRIN.
- Skor ini melampaui rata-rata nasional (3,50) dan Provinsi Sulawesi Selatan (3,71).
- Penilaian IDSD 2025 mengacu pada metode Global Competitiveness Index (GCI) dari World Economic Forum (WEF).
- Empat komponen utama IDSD: Lingkungan Pendukung, Sumber Daya Manusia, Pasar, dan Ekosistem Inovasi.
- Keberhasilan ini merupakan fondasi penting bagi Makassar untuk memperkuat posisinya sebagai kota metropolitan yang kompetitif.
Makassar Raih Pengakuan Nasional: Daya Saing Unggul Versi BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini merilis hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, sebuah instrumen krusial yang dirancang untuk mengukur kemampuan daya saing setiap daerah di Indonesia secara komprehensif. Dalam penilaian tersebut, Kota Makassar berhasil menunjukkan performa yang luar biasa, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan daya saing unggul di tingkat nasional.
Memahami Indeks Daya Saing Daerah (IDSD)
IDSD 2025 menggunakan metode yang diadopsi dari Global Competitiveness Index (GCI) yang dikembangkan oleh World Economic Forum (WEF). BRIN mengidentifikasi empat komponen utama yang menjadi pilar penilaian daya saing daerah:
- Lingkungan Pendukung: Mencakup faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi aktivitas ekonomi dan pembangunan.
- Sumber Daya Manusia: Mengukur kualitas dan kuantitas tenaga kerja, termasuk aspek kesehatan dan keterampilan.
- Pasar: Menilai efisiensi dan keterbukaan pasar produk dan tenaga kerja.
- Ekosistem Inovasi: Mengevaluasi kemampuan daerah dalam menghasilkan dan mengadopsi inovasi.
Keempat komponen ini saling terkait dan menjadi tolok ukur sejauh mana sebuah daerah mampu menciptakan iklim pembangunan yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Skor Gemilang Makassar Lampaui Rata-rata Nasional
Hasil IDSD 2025 menempatkan Kota Makassar pada skor impresif 4,17. Angka ini tidak hanya menempatkan Makassar di atas rata-rata nasional yang tercatat di angka 3,50, tetapi juga melampaui skor Provinsi Sulawesi Selatan yang berada pada 3,71. Capaian ini merupakan refleksi dari kerja keras dan terarah Pemerintah Kota Makassar beserta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah.
12 Pilar Penilaian IDSD 2025
Merujuk pada GCI WEF, penilaian IDSD 2025 mencakup 12 pilar yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem daya saing daerah. Pilar-pilar tersebut meliputi:
- Institusi: Kekuatan fasilitasi ekonomi, transparansi, dan kebebasan.
- Infrastruktur: Ketersediaan dan kualitas sarana pendukung.
- Adopsi TIK: Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
- Stabilitas Ekonomi Makro: Kemampuan menjaga keseimbangan perekonomian.
- Kesehatan: Kualitas sumber daya manusia dari sisi kesehatan.
- Keterampilan: Tingkat pendidikan dan kompetensi tenaga kerja.
- Pasar Produk: Keterbukaan dan kesempatan yang setara bagi pelaku usaha.
- Pasar Tenaga Kerja: Efisiensi, keadilan, dan inklusivitas pasar kerja.
- Sistem Keuangan: Peran strategis dalam penyaluran pembiayaan.
- Ukuran Pasar: Penyediaan kesempatan efisiensi skala produksi.
- Dinamika Bisnis: Kemudahan memulai, menjalankan, dan mengakhiri bisnis.
- Kapabilitas Inovasi: Kuantitas dan kualitas riset serta inovasi.
Respons Pengamat Pemerintahan
Menanggapi capaian ini, Pengamat Pemerintahan Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono, mengapresiasi hasil yang diraih Kota Makassar. Ia menilai bahwa keberhasilan ini menjadi indikator bahwa roda pemerintahan berjalan ke arah yang tepat dan program strategis yang dijalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang konkret. Menurut Arief, pengakuan berbasis data resmi dari BRIN ini penting untuk menjawab keraguan dan memperkuat fondasi Makassar sebagai kota metropolitan yang kompetitif di Indonesia, baik dari sisi inovasi, pelayanan publik, maupun pembangunan ekonomi daerah.























