Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menempatkan digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai prioritas utama. Langkah ini krusial untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat, sekaligus menjawab tantangan efisiensi dan akurasi data.
Dorongan Strategis Digitalisasi Bansos di Makassar
Sebagai bagian dari komitmen Pemkot Makassar dalam mendukung program nasional, Wali Kota Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Appi, menunjukkan keseriusannya dalam transformasi digital sektor pelayanan publik. Kehadirannya dalam Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial dan Peran Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta pada 3 Januari 2023, menegaskan visi Makassar untuk menjadi kota yang maju dan adaptif terhadap teknologi.
Acara yang dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Pusat Luhut Binsar Pandjaitan ini menjadi forum penting untuk merumuskan strategi penyaluran bansos yang lebih modern. Bagi Makassar, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Manfaat Nyata Digitalisasi Bansos
Transformasi digital dalam penyaluran bansos menawarkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang kerap dihadapi:
- Meminimalisir Kesalahan Data: Sistem digital mengurangi risiko kekeliruan input data yang dapat merugikan penerima manfaat.
- Mencegah Tumpang Tindih Penerima: Basis data yang terintegrasi memastikan satu individu tidak menerima bantuan ganda, sehingga kuota dapat tersalurkan ke lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
- Meningkatkan Akuntabilitas dan Kepercayaan Publik: Transparansi dalam proses digitalisasi membangun kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah.
Wamendagri Ribka Haluk sendiri menekankan bahwa digitalisasi bansos adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak, serta meningkatkan akurasi data dan efektivitas program bantuan secara keseluruhan. Target piloting digitalisasi bansos di berbagai kabupaten pada tahun 2025 menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong inovasi ini.
Peran Pemerintah Daerah dalam Suksesi Digitalisasi
Dukungan dari para kepala daerah, termasuk Wali Kota Makassar, sangat diharapkan dalam perluasan piloting digitalisasi bansos. Tahapan ini krusial untuk menguji kesiapan sistem, memastikan ketepatan sasaran, dan memverifikasi keaktualan data penerima manfaat sebelum diterapkan secara nasional. Dengan demikian, Makassar tidak hanya menjadi bagian dari transformasi, tetapi juga menjadi pelopor dalam penyaluran bantuan sosial yang lebih modern, adil, dan efisien.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: MA. Untung























