Minggu, 8 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis

by Redaktur
31/12/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

MAKASSAR, Wartakita.id – Sulawesi Selatan menghadapi ancaman serius terhadap ekosistem laut dan daratan pesisirnya sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan fenomena pemutihan karang (coral bleaching) massal di Kepulauan Spermonde dan abrasi pantai yang masif di Takalar, mengindikasikan krisis lingkungan yang telah mencapai titik kritis dan berdampak langsung pada ribuan jiwa penduduk lokal.

Pada tahun 2025, Selat Makassar mencatat rekor suhu permukaan laut tertinggi dalam sejarah pengamatan, memicu serangkaian peristiwa lingkungan yang devastatif. Kondisi ini secara langsung berkorelasi dengan pemutihan karang yang terburuk dalam dua dekade terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh tim peneliti Coremap yang memantau Kepulauan Spermonde.

Spermonde: Surga yang Memutih di Bawah Permukaan

Kepulauan Spermonde, yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia, mengalami pemutihan karang massal yang berlangsung intensif dari Mei hingga Agustus 2025. Penyelam dan ilmuwan kelautan menyaksikan pemandangan yang memilukan: terumbu karang yang semula berwarna-warni dan menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan ekonomis, kini berubah menjadi hamparan putih pucat, tanda kematian ekosistem.

“Ini adalah kejadian terburuk dalam 20 tahun terakhir,” ujar seorang peneliti Coremap dalam laporannya. “Skala dan intensitas pemutihan kali ini jauh melampaui kejadian sebelumnya, menunjukkan tekanan ekstrem yang dialami ekosistem laut kita.”

Pemutihan karang terjadi ketika suhu air laut yang ekstrem menyebabkan alga simbiotik (zooxanthellae) yang hidup di jaringan karang dikeluarkan. Alga ini tidak hanya memberi warna pada karang, tetapi juga menyediakan sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan karang untuk bertahan hidup. Tanpa alga ini, karang akan kelaparan, memutih, dan akhirnya mati. Kematian terumbu karang memiliki implikasi jangka panjang yang serius, termasuk hilangnya habitat bagi ikan dan makhluk laut lainnya, serta melemahnya perlindungan alami pesisir dari gelombang.

Bagi wisatawan yang mungkin hanya melihat biru indahnya permukaan laut, kondisi di bawahnya adalah realitas yang jauh berbeda. Namun, bagi para nelayan di pulau-pulau kecil Spermonde, pemandangan karang yang memutih adalah pertanda bencana ekonomi yang nyata. Ikan-ikan yang bergantung pada terumbu karang sebagai tempat berlindung dan mencari makan, kini berimigrasi ke perairan yang lebih dalam dan jauh. Akibatnya, nelayan harus mengeluarkan biaya bahan bakar yang membengkak untuk mencapai area penangkapan yang semakin langka, mengurangi pendapatan mereka secara drastis.

Abrasi Ganas di Pesisir Takalar: Garis Pantai yang Mundur

Selain krisis di bawah laut, daratan pesisir Sulawesi Selatan juga menghadapi ancaman serius. Di Galesong, Kabupaten Takalar, abrasi pantai kian ganas sepanjang tahun 2025. Garis pantai di wilayah ini dilaporkan mundur sejauh lima meter dalam kurun waktu satu tahun saja.

Dampak abrasi ini sangat terasa oleh masyarakat pesisir. Pekuburan umum yang telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi generasi-generasi warga setempat kini terancam tergerus ombak. Lebih parah lagi, dapur dan bagian belakang rumah warga yang berada di garis pantai telah ditelan air laut, memaksa mereka untuk mengungsi atau merelakan sebagian propertinya hilang ditelan ombak.

Proyek pembangunan tanggul pemecah ombak yang diinisiasi pemerintah di Galesong, yang seharusnya menjadi benteng pelindung, terbukti tidak berdaya melawan kekuatan kenaikan muka air laut dan gelombang pasang. Struktur yang dibangun dengan harapan dapat menahan erosi, kini tampak kewalahan, bahkan sebagian telah rusak, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan keberlanjutan solusi infrastruktur yang ada.

Ancaman Nyata: Bukan Sekadar Wacana Seminar

Krisis lingkungan yang melanda Sulawesi Selatan pada tahun 2025 ini menegaskan bahwa isu-isu seperti perubahan iklim dan kenaikan muka air laut bukan lagi sekadar topik diskusi di seminar-seminar ilmiah. Ini adalah realitas pahit yang telah mengetuk pintu rumah warga pesisir, memaksa mereka untuk menghadapi pilihan sulit antara bertahan atau mengungsi.

Para ahli lingkungan dan klimatologi telah berulang kali memperingatkan tentang dampak perubahan iklim global yang termanifestasi secara lokal. Kenaikan suhu laut global, yang menjadi pemicu utama pemutihan karang, juga berkontribusi pada ekspansi termal air laut dan pencairan gletser, yang pada gilirannya menyebabkan kenaikan muka air laut. Fenomena ini diperparah oleh praktik penambangan pasir laut dan pembangunan infrastruktur pesisir yang tidak berkelanjutan, yang dapat mengganggu keseimbangan alami ekosistem pantai.

Sulawesi Selatan, dengan garis pantai yang panjang dan ketergantungan ekonomi yang tinggi pada sektor kelautan dan perikanan, berada di garis depan ancaman ini. Kehilangan terumbu karang berarti hilangnya habitat ikan, yang akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan mata pencarian nelayan. Mundurnya garis pantai berarti hilangnya lahan, rumah, dan warisan budaya.

Pemerintah daerah dan pusat dihadapkan pada tantangan mendesak untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi mitigasi dan adaptasi yang komprehensif. Ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, tetapi juga program edukasi masyarakat, pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, dan upaya nyata dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Tanpa intervensi yang serius dan terkoordinasi, Sulawesi Selatan berisiko kehilangan tanah pijakannya, perlahan namun pasti, menenggelamkan harapan dan masa depan generasi mendatang.

BACA JUGA:

Project Iceworm: Ambisi Nuklir Bawah Es Greenland yang Terkubur Ambisi dan Ancaman Lingkungan

Siklon Senyar Menguak Kerentanan Aceh: Jejak Kolonialisme dan Pembangunan Pascakolonial

Peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon 2026: Aksi Serentak Lawan Deforestasi dan Perubahan Iklim

Kaleidoskop 2025: Samosir di Tengah Kekeringan Sumatera Utara 2025 yang Mengancam Pangan Nasional

Kaleidoskop 2025: Pekalongan Dilanda Banjir-Longsor, 25 Nyawa Melayang

Tags: Abrasi Pesisir TakalarDampak Lingkungan 2025Kenaikan Muka Air LautKrisis Lingkungan Sulawesi SelatanKrisis Lingkungan SulselNelayan Sulawesi SelatanPemutihan Karang Spermondeperubahan iklim
Share11Tweet7Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Singapura Jajaki Kolaborasi Strategis Baru dengan Makassar Pasca-Pilkada

07/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Makassar Perkuat Benteng Anti-Korupsi Lewat Penerangan Hukum Kejagung

05/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Geopark Maros-Pangkep Ajukan Dokumen Revalidasi UNESCO, Optimistis Pertahankan Status Global

05/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Sulbar Meluncurkan Aplikasi Ketenagalistrikan Mandiri untuk Program Listrik Gratis Warga Miskin

05/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Makassar Dorong Digitalisasi Bansos: Langkah Strategis Wali Kota Appi untuk Penyaluran Tepat Sasaran

04/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Petani Bulukumba Resah: Pupuk Subsidi Diduga Dijual di Atas HET, Potensi Pelanggaran Regulasi

04/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Percepatan Hibah Lahan Stadion Untia Makassar: Target Juni 2026, Aset Kunci Pengembangan Kota

03/02/2026
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Kebakaran Kapal di Pelabuhan Paotere Makassar: 9 Nelayan Luka-Luka Dievakuasi, Apa Penyebabnya?

03/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    499 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    471 shares
    Share 188 Tweet 118
  • Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Anomali Nikel Indonesia: Impor Bijih Filipina Membanjir, Produksi Dalam Negeri Terancam?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Kuat Terasa hingga Yogyakarta dan Malang – BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Asap Kuning di Cilegon: Kebocoran Asam Nitrat di PT Vopak Merak Picu Kepanikan Warga, Walikota Turun Tangan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi Awal Pekan, Simak Prediksi dan Saham Pilihan MNC Sekuritas 9 Februari 2026

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Investasi Rp110 Triliun untuk 6 Proyek Hilirisasi: Mendorong Ekonomi Nasional dan Menciptakan 3.000 Lapangan Kerja

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Krisis Lingkungan Sulsel 2025: Spermonde Memutih, Pesisir Takalar Terkikis - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.