Senin, 23 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa”

Setiap Orang Berhak Pulang Ke Keluarganya dalam Keadaan Selamat

by A. Burhany
29/08/2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Ada kalanya berita yang kita baca di layar ponsel terasa seperti menampar dada sendiri. Seorang pengemudi ojek online, muda usianya, penuh harapan, tiba-tiba pergi dengan cara yang begitu tragis: terlindas kendaraan taktis di tengah hiruk-pikuk demonstrasi di Jakarta. Namanya Affan Kurniawan, 21 tahun, tulang punggung keluarga.

Kita bisa berdebat panjang tentang siapa salah siapa benar, tentang prosedur keamanan, jarak pandang pengemudi rantis, atau kesigapan aparat di lapangan. Tapi di luar semua itu, yang paling nyata dan sederhana adalah: ada seorang anak manusia yang pulang lebih cepat dari waktunya. Ada sebuah keluarga yang kehilangan, ada rekan-rekan yang merasakan perih, ada masyarakat yang terdiam—dan pilu.

“Affan Kurniawan, 21 tahun, driver ojol, tulang punggung keluarga. Ia sudah tiada, tapi kisahnya mengingatkan kita: setiap orang di jalan layak pulang selamat.”

Di jalanan kota besar, kita sering berpikir bahwa semua hanya tentang lalu lintas, kendaraan, arah, dan kecepatan. Kita lupa bahwa di balik helm ojol ada wajah muda yang menanggung harapan. Di balik setir rantis ada seseorang yang juga manusia, membawa tugas berat. Dan di trotoar, ada ribuan pasang mata yang menyaksikan sejarah kecil yang kelak tercatat dalam ingatan bersama.

Mungkin inilah yang ingin kita renungkan bersama: betapa rapuhnya hidup, betapa cepatnya semua bisa berubah dalam satu detik. Dan betapa seringnya kita menganggap biasa orang-orang yang setiap hari sebenarnya menjaga alur hidup kota: para ojol yang mengantarkan makanan, mengantar anak sekolah, atau sekadar menemani perjalanan pulang yang sepi.

“Kita tak bisa mengubah peristiwa yang sudah terjadi. Tapi kita bisa belajar untuk lebih peka, lebih hati-hati, lebih menghargai hidup.”

Affan tidak lagi ada bersama kita. Tapi kisahnya meninggalkan jejak: bahwa setiap jiwa di jalanan—entah ia pengemudi ojol, sopir truk, petugas keamanan, atau pejalan kaki—layak dihormati, layak dijaga, layak disayangi. Jalanan bukan sekadar ruang beton, melainkan ruang perjumpaan manusia dengan segala kerentanannya.

Kita tak bisa mengubah peristiwa yang sudah terjadi. Tapi kita bisa memeluk nilai dari kepergiannya. Kita bisa belajar untuk lebih hati-hati, lebih peka, lebih menghargai hidup, sekecil apa pun peran seseorang di sekitar kita. Karena di balik deru mesin dan hiruk suara klakson, selalu ada jiwa yang ingin pulang selamat.

Hari ini, jalanan Jakarta menjadi saksi sebuah kehilangan dan perjuangan. Semoga ia juga menjadi pengingat bahwa di antara kita, tak ada yang benar-benar kebal dari rapuhnya hidup. Semoga doa kita sampai pada Affan, semoga keluarganya diberi kekuatan, dan semoga jalanan ke depan lebih aman bagi siapa pun yang melintasinya.

BACA JUGA:

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Tags: esainalar wargaRedaksianawartakita
Share10Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    232 shares
    Share 93 Tweet 58
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Selamat Jalan, Pak Umar

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Ikatek Business Forum 2026: Ratusan Pengusaha Alumni Teknik Unhas Berkumpul di Makassar untuk Sinergi Bisnis

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Lebaran 2026: Kemacetan Horor Tol Jakarta-Cikampek Akibat Puncak Arus Mudik dan Kecelakaan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Ketika Jalanan Menjadi Saksi Pepatah: “Karena Mulut Badan Binasa” - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.