Menjelang momen penting Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmennya untuk menjamin pasokan listrik yang andal di seluruh wilayah Sulawesi, dengan fokus khusus pada kesiapan sistem di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
Kesiapan Listrik Sulawesi Dipastikan Andal Menjelang Momen Krusial
Dalam upaya memastikan kelancaran aktivitas ibadah dan mobilitas masyarakat, Kementerian ESDM, melalui kunjungan kerja ke PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, khususnya Unit Pengatur Beban Sistem Makassar, telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Rangkaian Pengawasan Pemerintah yang Ketat
Kunjungan yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, beserta delegasi dari Dewan Energi Nasional dan BPH Migas, merupakan manifestasi dari pengawasan pemerintah yang berkesinambungan terhadap sektor energi. Tujuannya jelas: menjamin sistem tenaga listrik di Sulawesi beroperasi dalam kondisi prima, aman, dan terkendali selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Strategi Mitigasi Risiko Operasional PLN
Menanggapi arahan dan pemantauan pemerintah, Direktur Manajemen Proyek PT PLN (Persero), Adi Lumakso, memaparkan kesiapan PLN dalam mengelola risiko operasional. Strategi ini mencakup:
- Peningkatan kesiapsiagaan infrastruktur secara berkala.
- Penguatan koordinasi antarunit operasional sistem.
- Kesiapan personel di seluruh lini operasi yang terlatih.
“PLN secara konsisten melakukan pemantauan kondisi sistem kelistrikan secara menyeluruh, termasuk kesiapan pembangkit, jaringan transmisi, pusat pengaturan beban, hingga kesiapan personel di lapangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko untuk memastikan sistem kelistrikan tetap aman dan andal selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Adi Lumakso, menegaskan komitmen PLN kepada masyarakat.
Apresiasi dan Detail Kesiapan Sistem
Muhammad Mahmud Azhar Lubis mengapresiasi langkah-langkah proaktif PLN. “Berdasarkan hasil pemantauan dan paparan teknis, sistem kelistrikan di Sulawesi dalam kondisi siap dengan cadangan daya yang memadai. Kami mengapresiasi langkah-langkah mitigasi risiko serta kesiapsiagaan personel yang telah disiapkan PLN,” katanya.
Secara rinci, General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menjelaskan data kesiapan sistem:
- Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel): Diproyeksikan memiliki daya mampu pasok 2.285 MW dengan estimasi beban puncak 1.718 MW, menghasilkan cadangan daya sekitar 567 MW.
- Sistem Sulutgo: Memiliki daya mampu pasok 685 MW dengan perkiraan beban puncak 401 MW, menyisakan cadangan daya sekitar 284 MW.
- Sistem Baubau & Luwuk: Masing-masing siap dengan daya mampu pasok 60 MW (beban puncak 49 MW) dan 52 MW (beban puncak 33 MW).
Langkah Strategis dan Kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia
Untuk menjaga keandalan ini, PLN mengoptimalkan pengaturan operasi pembangkit, pemantauan sistem secara real time, penguatan skema proteksi, serta kesiapan fasilitas penunjang stabilitas. Selain itu, PLN membentuk 29 Posko Siaga dan menyiagakan sekitar 2.657 personel yang tersebar di seluruh wilayah operasi untuk memastikan operasional berjalan 24 jam.
Dengan sinergi pemerintah dan kesiapsiagaan PLN, pasokan listrik di Sulawesi dipastikan andal, mendukung kelancaran ibadah dan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi Saktia























