Israel mengumumkan rencana ambisius untuk membentuk “zona penyangga defensif” di Lebanon selatan, sebuah langkah yang berbarengan dengan penegasan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk terus menggempur Iran, kian meredupkan harapan deeskalasi konflik di kawasan.
Kronologi dan Tujuan ‘Zona Penyangga’
Dalam pertemuan pada Kamis (26/3/2026), Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menguraikan rencana untuk menguasai sebagian wilayah Lebanon hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel. Langkah ini mengindikasikan kemungkinan kehadiran militer Israel yang berkepanjangan.
Penguasaan Infrastruktur Vital
Katz menyatakan bahwa “semua jembatan di atas Sungai Litani, yang diyakini digunakan Hizbullah untuk memindahkan personel dan senjata, telah diledakkan dan IDF akan mengendalikan jembatan yang tersisa.” Pernyataan ini menunjukkan fokus pada penguasaan infrastruktur kritis untuk membatasi pergerakan Hizbullah.
Pernyataan Ekspansionis dan Reaksi
Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich telah mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan hasrat Israel untuk “menerapkan kedaulatan” di wilayah selatan Lebanon. Pernyataan ini memicu kekhawatiran global mengenai visi ekspansionis Israel.
Hizbullah: ‘Ancaman Eksistensial’
Menanggapi rencana Israel, kelompok bersenjata yang didukung Iran, Hizbullah, mengecam langkah tersebut sebagai “ancaman eksistensial” bagi Lebanon, menandakan kesiapan untuk menghadapi potensi pendudukan Israel.
Pergeseran Politik di Lebanon dan Dampaknya
Situasi di Lebanon semakin rumit dengan keputusan pemerintah Lebanon yang mengusir Duta Besar Iran, Mohammad Reza Shibani, menjadikannya persona non grata. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari pengaruh Iran yang telah berlangsung puluhan tahun di negara tersebut.
Desakan untuk Deeskalasi Internal
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mendesak Hizbullah untuk menghentikan serangan terhadap Israel, menegaskan bahwa pembalasan terhadap Iran “tidak ada hubungannya dengan kita.” Hizbullah mengkritik keputusan ini sebagai tindakan yang melayani kepentingan Israel dan berpotensi memperdalam perpecahan internal di Lebanon.
Eskalasi Konflik Regional
Lebanon kini semakin terperangkap dalam konflik regional yang melibatkan Iran, terutama dengan serangan udara Israel yang terus berlanjut dan pertempuran di wilayah selatan negara itu.
Gempuran Israel Terhadap Iran
Sejalan dengan penegasan Netanyahu untuk melanjutkan aksi militer terhadap Teheran, gelombang baru serangan udara Israel menargetkan Iran. “Masih banyak lagi yang akan datang,” ujar Netanyahu, mengisyaratkan kecilnya kemungkinan Iran menerima tuntutan negosiasi baru dari Amerika Serikat.
Respons Iran: ‘Serangan Tanpa Pengekangan’
Menanggapi agresi tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan akan meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap pasukan Israel “tanpa pengekangan” jika Israel tidak menghentikan serangan di Lebanon dan Palestina.























