Wartakita.id – Upaya mencari sumber air bersih di Desa Panyaksagan, Bangkalan, Madura, berujung pada penemuan tak terduga. Pengeboran sumur di pekarangan warga justru mengeluarkan cairan pekat berwarna gelap yang diduga kuat sebagai minyak mentah.
Poin-Poin Penting
- Sumur bor di Desa Panyaksagan, Bangkalan, Madura, mengeluarkan cairan diduga minyak mentah pada kedalaman 105 meter.
- Penemuan ini menghentikan sementara pengeboran yang tadinya bertujuan mencari air bersih.
- Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi, menimbulkan kerumunan yang kemudian diamankan oleh aparat.
- Pihak kepolisian telah mengambil sampel cairan untuk diuji di laboratorium Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Penemuan Tak Biasa di Tengah Pencarian Air Bersih
Aktivitas pengeboran sumur di pekarangan rumah Auda (43) di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berubah menjadi perhatian publik pada Rabu (7/1). Pengeboran yang telah berlangsung selama 11 hari dengan harapan menemukan sumber air bersih, tiba-tiba diwarnai kemunculan cairan pekat berwarna gelap di kedalaman 105 meter.
Cairan yang diduga kuat sebagai minyak mentah itu langsung meluap ke permukaan tanah, memicu rasa penasaran warga sekitar. Dalam waktu singkat, lokasi pengeboran dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena langka tersebut. Sebagian warga bahkan terlihat membawa jeriken untuk menampung cairan yang keluar dari lubang bor.
Proses Pengeboran Dihentikan, Area Diamankan
Lonjakan perhatian warga dan potensi risiko yang ditimbulkan membuat proses pengeboran terpaksa dihentikan sementara. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Moh Zainul Qomar, menyatakan bahwa kemunculan cairan tersebut berada di luar perhitungan awal baik dari pemilik rumah maupun tim penyedia jasa bor.
“Cairan meluap ke permukaan dan warga mulai berdatangan, kami koordinasi dengan Muspika Klampis dan pemerintah desa untuk menutup sementara lokasi sumur bor,” ujar Qomar. Langkah penutupan lokasi ini dibarengi dengan pengamanan ketat dari personel Polsek dan Koramil Klampis.
Tujuan pengamanan adalah untuk mencegah kerumunan lebih lanjut, menjaga ketertiban, serta mengantisipasi potensi risiko lain di sekitar area lubang bor yang kini menjadi pusat perhatian.
Bukan Semburan Gas, Sampel Cairan Diuji
Menanggapi isu yang beredar, Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai semburan gas yang menyertai keluarnya cairan tersebut.
“Yang keluar hanya cairan yang diduga minyak mentah, tidak disertai gas seperti yang ramai dibicarakan,” tegas Ipda Agung Intama. Untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, pihak kepolisian telah mengambil sampel cairan yang keluar dari sumur bor. Sampel tersebut akan segera diuji di laboratorium Universitas Trunojoyo Madura (UTM) guna mendapatkan analisis ilmiah yang akurat.
Atas permintaan pemilik rumah, area pengeboran kini ditutup sementara. Warga diminta untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut mengenai temuan yang tak biasa di Bangkalan ini.























