Pagi dini hari Sabtu (6/12/2025), warga di wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mungkin terbangun oleh getaran yang tak terduga. Sebuah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang kawasan tersebut. Berita ini mungkin menimbulkan kekhawatiran, namun tenanglah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan penjelasan mendalam yang perlu Anda ketahui.
Apa yang Terjadi di Sumba Barat?
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, gempa yang terjadi memiliki magnitudo 5,0. Kabar baiknya, gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami, sebuah aspek krusial yang selalu menjadi perhatian utama pasca-guncangan.
Menurut Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Lokasi episenternya berada di laut, tepatnya pada koordinat 10,57 Lintang Selatan (LS) dan 119,33 Bujur Timur (BT). Jaraknya sekitar 88 kilometer arah barat daya dari Kota Wanokaka, Sumba Barat, dengan kedalaman hiposenter mencapai 44 kilometer.
Pemicu Gempa: Gempa Intra Slab yang Jarang Diketahui
Daryono menjelaskan lebih lanjut bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh deformasi batuan di dalam slab Lempeng Samudera Hindia. Fenomena ini dikenal sebagai gempa intra slab.
“Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Samudera Hindia (intra slab),” tegas Daryono dalam keterangan resminya.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik atau oblique thrust. Meskipun istilahnya mungkin terdengar teknis, intinya adalah pergerakan lempeng bumi yang menyebabkan guncangan.
Guncangan Dirasakan Hingga Skala IV MMI
Peta guncangan (shakemap) BMKG mengindikasikan bahwa gempa M 5,0 ini menimbulkan guncangan dengan intensitas III hingga IV Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) di beberapa daerah. Intensitas IV MMI berarti guncangan tersebut cukup dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan oleh mereka yang sedang beraktivitas di luar rumah.
- Skala III MMI: Terasa oleh beberapa orang di dalam rumah, tetapi tidak menimbulkan kerusakan.
- Skala IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Gelas dan piring bergetar, tembok berbunyi.
Daerah yang dilaporkan merasakan guncangan paling signifikan antara lain Wanokaka, Lamboya, dan Laboya Barat, yang semuanya berada di Kabupaten Sumba Barat.
Dampak dan Imbauan BMKG
Hingga saat laporan ini dibuat, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan signifikan yang timbul akibat gempa tersebut. Hal ini menegaskan bahwa meski terasa kuat, gempa ini tergolong dalam kategori yang tidak menimbulkan kerusakan besar.
Meskipun berlokasi di laut, pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Hingga pukul 03.57 WIB dini hari, belum ada catatan mengenai gempa susulan (aftershock) yang signifikan.
Pesan Penting dari BMKG:
- Tetap tenang dan jangan panik.
- Hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
- Selalu rujuk informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG.
Faq Seputar Gempa Sumba Barat
1. Apa penyebab gempa di Sumba Barat kali ini?
Gempa ini disebabkan oleh deformasi batuan di dalam slab Lempeng Samudera Hindia, yang dikenal sebagai gempa intra slab.
2. Apakah gempa ini berpotensi tsunami?
Tidak. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tektonik ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
3. Seberapa kuat guncangan gempa yang dirasakan?
Guncangan dirasakan hingga skala intensitas III – IV MMI di beberapa daerah seperti Wanokaka, Lamboya, dan Laboya Barat.
4. Apakah ada laporan kerusakan akibat gempa ini?
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa tersebut.
5. Apakah akan ada gempa susulan?
Hingga kini, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang signifikan.
Memahami fenomena alam seperti gempa adalah langkah awal untuk kesiapsiagaan. Informasi yang akurat dari sumber terpercaya seperti BMKG menjadi kunci utama agar kita tidak termakan hoaks dan dapat mengambil langkah yang tepat.























