Nemesio Oseguera, gembong narkoba paling dicari yang dikenal sebagai “El Mencho”, dilaporkan tewas dalam sebuah operasi penangkapan gabungan yang melibatkan militer Meksiko dan Komando Utara AS. Kematiannya menandai akhir dari salah satu figur paling berbahaya dalam dunia narkoba internasional.
- Gembong narkoba paling dicari, Nemesio Oseguera “El Mencho”, tewas dalam operasi penangkapan pada hari Minggu.
- Keberhasilan operasi dimungkinkan berkat informasi dari kekasih Oseguera yang melacak lokasinya di Tapalpa, Jalisco.
- Pasukan khusus Meksiko melancarkan serangan darat dan udara setelah memastikan keberadaan Oseguera.
- Baku tembak sengit terjadi, menewaskan Oseguera, dua pengawalnya, dan tangan kanannya, “El Tuli”.
- Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan dan blokade jalan di sejumlah negara bagian Meksiko.
El Mencho Dilumpuhkan Berkat ‘Bantuan’ Sang Kekasih
Keberhasilan operasi penangkapan Nemesio Oseguera, gembong narkoba yang dijuluki “El Mencho”, bukanlah semata-mata hasil dari kekuatan militer, melainkan juga “bantuan” krusial dari salah satu kekasihnya. Informasi mengenai keberadaan pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG) ini berhasil dilacak setelah kekasihnya membawanya ke sebuah rumah di Tapalpa, sebuah desa indah yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco.
Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, menjelaskan bahwa “salah satu pasangan romantis El Mencho dibawa ke sebuah rumah di Tapalpa oleh seorang kenalan tepercaya.” Pertemuan terjadi pada hari Sabtu, di mana kekasihnya bertemu dengan Oseguera sebelum meninggalkannya di rumah tersebut bersama para pengawalnya.
Kronologi Penyerbuan dan Baku Tembak Mematikan
Setelah memastikan kehadiran Oseguera di lokasi tersebut, Pasukan Reaksi Cepat Khusus Garda Nasional Meksiko segera melancarkan serangan gabungan yang melibatkan manuver darat dan udara. Para prajurit dilaporkan bergerak dengan sangat hati-hati untuk menjaga elemen kejutan dan kerahasiaan operasi.
“Setelah mereka memastikan kehadiran Oseguera, mereka memutuskan untuk menyerbu peternakan tersebut,” ujar Trevilla, menambahkan bahwa saat penangkapan, Oseguera ditemukan dalam kepemilikan persenjataan berat, termasuk senjata serbu dan dua peluncur roket.
Dalam upaya melarikan diri, Oseguera dan para pengawalnya terlibat dalam baku tembak sengit dengan pasukan tentara. Insiden ini menyebabkan para pengawal sempat menembak jatuh sebuah helikopter militer. Namun, upaya pelarian tersebut berakhir tragis bagi Oseguera dan dua pengawalnya yang terluka. Ketiganya segera diterbangkan ke rumah sakit di Guadalajara, namun sayangnya, mereka meninggal dalam perjalanan.
Jenazah Oseguera kemudian dibawa ke Mexico City untuk diserahkan kepada Kantor Kejaksaan Agung. Sekretaris Keamanan, Omar Garcia Harfuch, mengonfirmasi bahwa jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kematian Tangan Kanan dan Dampak Gelombang Kekerasan
Bersamaan dengan tewasnya El Mencho, pihak berwenang juga mengumumkan kematian tangan kanannya yang dikenal sebagai “El Tuli”, yang bernama asli Hugo H. Ia ditemukan di El Grullo, Jalisco, setelah sebelumnya dilaporkan mengarahkan blokade jalan dan serangan balasan terhadap militer.
“El Tuli” dinyatakan meninggal saat mencoba melarikan diri sambil membawa senjata serbu, pistol, dan sejumlah besar uang tunai senilai hampir 1,4 juta dolar AS. Kematian dua tokoh penting CJNG ini sontak memicu gelombang kekerasan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko. Ratusan penghalang jalan didirikan dan pembakaran kendaraan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah.
Sebagai respons, pemerintah Meksiko telah mengerahkan sekitar 10.000 tentara untuk meredakan situasi yang memanas. Meskipun demikian, laporan menunjukkan bahwa blokade jalan masih berlanjut di beberapa wilayah terpencil di Jalisco dan Michoacan, menunjukkan ketahanan dan pengaruh kartel yang masih ada.























