Pasar logam mulia global, termasuk emas dan perak, saat ini menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil di zona sideways. Stabilitas ini dipicu oleh ketidakpastian pasar yang menanti hasil krusial perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
- Harga emas Antam Logam Mulia mengalami kenaikan tipis pada Jumat, 27 Februari 2026.
- Harga emas dunia tercatat menguat tipis pada Kamis, namun menunjukkan sedikit pelemahan di awal Jumat.
- Pergerakan stabil emas dan perak didorong oleh penantian pasar terhadap perkembangan negosiasi nuklir AS-Iran.
- Analisis pasar mengindikasikan potensi penurunan jangka pendek jika kesepakatan geopolitik tercapai, namun prospek jangka panjang tetap positif.
- Harga perak juga mengalami penurunan dan tertahan di area konsolidasi.
Emas Antam Logam Mulia Catat Kenaikan Tipis
Pada Jumat, 27 Februari 2026, harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., atau yang dikenal sebagai emas Antam Logam Mulia, mengalami kenaikan. Data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, pada pukul 08.27 WIB menunjukkan bahwa harga emas satuan 1 gram di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, dibanderol Rp3.045.000 per batang. Angka ini menandai kenaikan sebesar Rp6.000 dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga hari ini bukanlah fenomena sesaat, melainkan kelanjutan dari tren penguatan yang telah terjadi pada perdagangan sebelumnya. Tren positif ini juga tercermin pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.824.000 per gram, juga mengalami peningkatan Rp6.000 dari harga penutupan sebelumnya.
Rincian Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini
Berikut adalah rincian harga emas Antam Logam Mulia pada Jumat, 27 Februari 2026:
- Harga Emas 1 gram: Rp3.045.000 (naik Rp6.000)
- Harga Buyback Emas 1 gram: Rp2.824.000 (naik Rp6.000)
Pasar Global Menanti Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran
Secara umum, pergerakan harga emas dan perak saat ini cenderung stabil dan berada di area sideways. Stabilitas ini dikaitkan dengan penantian pasar terhadap hasil pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Perkembangan negosiasi kedua negara tersebut menjadi perhatian utama yang memengaruhi sentimen pasar logam mulia global.
Pada perdagangan Kamis (26 Februari 2026), harga emas dunia tercatat menguat tipis sebesar 0,31% menjadi US$5.186,86 per troy ons. Kenaikan ini telah berlangsung selama dua hari berturut-turut, menunjukkan adanya konsolidasi harga di pasar internasional.
Namun, pada Jumat, 27 Februari 2026, hingga pukul 06.34 WIB, harga emas dunia di pasar spot menunjukkan sedikit pelemahan sebesar 0,09%, diperdagangkan di posisi US$5.182,02 per troy ons.
Pergerakan harga emas yang cenderung minim terjadi pada Kamis karena investor menunggu perkembangan putaran ketiga pembicaraan tidak langsung AS-Iran di Jenewa. Harapannya, negosiasi ini dapat meredakan ketegangan geopolitik global.
Analisis Ahli dan Faktor Pendorong Pasar
Razan Hilal, analis pasar di FOREX.com, mencatat bahwa emas dan perak berupaya menembus level resistensi di US$5.200 dan US$90 per troy ons, namun gagal mempertahankan kenaikan tersebut. Hal ini meningkatkan risiko penurunan jika kesepakatan geopolitik jangka pendek tercapai.
Seorang pejabat senior Iran kepada Reuters mengungkapkan kemungkinan tercapainya kerangka kesepakatan jika AS memisahkan isu nuklir dan non-nuklir. Kesenjangan yang ada diharapkan dapat dipersempit dalam pembicaraan di Jenewa.
Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, menyoroti minat pasar terhadap perkembangan pembicaraan tersebut, sembari mengakui adanya ketidakpastian yang cukup besar saat ini.
Emas, sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, dipandang sebagai tempat penyimpanan nilai yang aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Grant tetap memperkirakan pasar emas akan bergerak naik menuju US$5.340,72 dan kemudian US$5.400 per troy ons, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya penurunan jangka pendek.
Faktor Pendukung Lainnya
Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengumumkan pada Rabu bahwa tarif AS untuk beberapa negara akan naik menjadi 15% atau lebih tinggi dari 10% yang baru berlaku, tanpa merinci mitra dagang atau memberikan detail lebih lanjut.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan sedikit peningkatan pada permohonan baru tunjangan pengangguran di AS minggu lalu, dengan tingkat pengangguran yang tampaknya stabil di bulan Februari di tengah pasar tenaga kerja yang kokoh.
Pasar masih memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) AS tahun ini.
Pergerakan Harga Perak
Harga perak (XAG) juga mengalami penurunan dan bertahan di area konsolidasinya. Pada penutupan perdagangan Kamis (26 Februari 2026), perak di pasar spot turun 1,19% ke level US$88,35 per troy ons. Hingga Jumat (27 Februari 2026) pukul 06.34 WIB, harga perak di pasar spot melemah 0,45% ke level US$87,95 per troy ons.























