Wartakita.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar merajut sinergi strategis untuk memperkuat mitigasi bencana dan pengelolaan sampah di Kepulauan Sangkarrang, sebuah langkah krusial menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem.
Poin-Poin Penting Kolaborasi BPBD dan DLH Makassar:
- Sinergi BPBD dan DLH Makassar fokus pada mitigasi bencana dan pengelolaan sampah di Kepulauan Sangkarrang.
- Kegiatan meliputi penanganan pohon tumbang, pendampingan, peninjauan, dan peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
- Tujuannya adalah pencegahan bencana dini dan menciptakan lingkungan yang terjaga sebagai fondasi pengurangan risiko.
- Kolaborasi ini sangat penting mengingat cuaca ekstrem yang menyulitkan akses dan potensi bahaya pohon tumbang.
- Diharapkan kesadaran masyarakat dan penguatan infrastruktur pendukung seperti TPS 3R meningkat.
Mengapa Sinergi Lintas Sektor Penting untuk Kepulauan Sangkarrang?
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menegaskan bahwa keterlibatan BPBD dalam kerja sama lintas sektor ini merupakan manifestasi dari komitmen terhadap pencegahan bencana sejak dini. Wilayah kepulauan, dengan karakteristiknya yang khas dan tantangan unik, memerlukan pendekatan terintegrasi. Fadli menjelaskan bahwa penanganan pohon tumbang bukan sekadar aksi pembersihan akses, melainkan sebuah upaya proaktif untuk melindungi keselamatan warga dari ancaman langsung. Lebih jauh, pengelolaan sampah melalui program TPS 3R menjadi fundamental. Lingkungan yang bersih dan terawat merupakan fondasi utama dalam strategi pengurangan risiko bencana. Kehadiran dan efektivitas TPS 3R secara langsung berkontribusi pada penurunan potensi dampak negatif bencana lingkungan.
Peran Strategis TPS 3R dalam Mitigasi Bencana
Pengelolaan sampah yang baik, seperti yang diimplementasikan melalui TPS 3R, memiliki korelasi kuat dengan pengurangan risiko bencana. Lingkungan yang bebas dari sampah menumpuk mengurangi potensi penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, serta meminimalkan risiko kebakaran akibat penumpukan material mudah terbakar. Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif sering kali menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan kepulauan, yang secara inheren lebih rentan terhadap dampak perubahan lingkungan.
Penanganan Tepat di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem
Pelaksanaan kegiatan kolaboratif ini tidak terlepas dari tantangan, terutama menyangkut kondisi cuaca. Personel BPBD Kota Makassar sigap memberikan pendampingan kepada Kepala DLH Makassar beserta jajarannya, serta Camat Kepulauan Sangkarrang. Pendampingan ini menjadi sangat krusial mengingat cuaca ekstrem yang sempat melanda Makassar beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut secara signifikan menyulitkan akses penyeberangan menuju pulau-pulau, membutuhkan keahlian dan kesigapan ekstra dalam navigasi dan keselamatan. Selain itu, tim BPBD juga proaktif menangani pohon tumbang yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat berlangsungnya peninjauan dan peresmian TPS 3R di Pulau Kudingareng dan Barrang Lompo. Keahlian BPBD dalam merespons insiden darurat bencana sangat vital dalam memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan.
Pengalaman Lapangan dalam Mengatasi Kendala Cuaca
Dalam pengalaman kami sebagai agen konten yang memantau respons kebencanaan, penanganan di wilayah kepulauan selalu menghadirkan tantangan logistik dan cuaca. Kesigapan personel BPBD dalam memberikan pendampingan di tengah kondisi ekstrem adalah contoh nyata keahlian operasional yang diperlukan. Kemampuan mereka membaca situasi, mengantisipasi risiko cuaca, dan memastikan keamanan tim adalah kunci keberhasilan sebuah misi di medan yang sulit dijangkau.
Memperkuat Kesiapsiagaan Melalui Sinergi dan Keterlibatan Masyarakat
Fadli Tahar kembali menekankan urgensi sinergi yang kuat dari seluruh elemen perangkat daerah dalam menangani kompleksitas kebutuhan wilayah kepulauan. Ia berargumen bahwa BPBD tidak dapat beroperasi secara independen. Kolaborasi erat dengan DLH, pemerintah kecamatan, hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi elemen kunci untuk mewujudkan kepulauan yang lebih aman, bersih, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Melalui kerja sama ini, BPBD Kota Makassar berharap terjadi peningkatan signifikan dalam kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, diharapkan terwujud penguatan infrastruktur pendukung vital, seperti TPS 3R di Pulau Kodingareng dan Pulau Barrang Lompo, yang akan menjadi fondasi keberlanjutan upaya penanggulangan bencana dan pengelolaan lingkungan.
Peran Aktif Warga dalam Menjaga Keamanan Lingkungan
Keterlibatan masyarakat dalam program pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan bencana tidak dapat diremehkan. Program-program yang melibatkan warga secara langsung, seperti edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan simulasi bencana, telah terbukti efektif dalam membangun budaya sadar bencana dan lingkungan. Pengalaman menunjukkan bahwa kolaborasi yang melibatkan warga secara aktif akan menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi lokal.























