Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Letjen Suharyanto, melakukan kunjungan langsung ke Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Minahasa, pascagempa kuat magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara.
- Kepala BNPB meninjau langsung kondisi Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Minahasa.
- Bantuan langsung berupa uang tunai Rp10 juta dan paket makanan disalurkan untuk warga gereja.
- Koordinasi penanganan kerusakan gereja dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa.
- Gempa M7.6 berpusat di laut dekat Bitung, berkedalaman 33 km, terjadi pada 2 April 2026, pukul 05.48 WIB.
- Gempa berdampak pada satu korban jiwa, luka-luka, kerusakan gedung KONI Sario, dan plafon gereja.
Respons Cepat BNPB di Lokasi Gempa
Menyikapi dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026, Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, tidak menunda aksi. Beliau segera bergerak menuju Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Kabupaten Minahasa, yang turut merasakan getaran dahsyat tersebut.
Kunjungan ini memiliki tujuan ganda: memantau kondisi terkini bangunan gereja yang krusial untuk pelaksanaan ibadah, terutama menjelang perayaan Jumat Agung, serta memastikan penanganan kerusakan yang memadai. Suharyanto menegaskan bahwa segala upaya perbaikan akan dikoordinasikan secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanganan bencana.
Bantuan Langsung untuk Warga Terdampak
Setibanya di lokasi, Kepala BNPB tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga bantuan konkret. Bantuan tunai senilai Rp10 juta diserahkan langsung, bersama dengan paket makanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan lansia di lingkungan gereja. Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Pst Emmanuel Ohoiwutun, MSc, menyambut baik uluran tangan ini, mengungkapkan apresiasi mendalam dan harapan agar bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan.
Kronologi dan Dampak Gempa M7.6
Gempa bumi yang memicu respons cepat ini terjadi pada Kamis, 02 April 2026, pukul 05.48.14 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, episentrum gempa berlokasi di laut, sekitar 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer. Koordinat episenter tercatat pada 1,25° LU dan 126,27° BT. Getaran kuat ini dilaporkan menyebabkan satu korban meninggal dunia dan beberapa korban luka di Kota Manado. Selain itu, infrastruktur penting seperti sayap kiri gedung KONI Sario Manado dilaporkan ambruk, sementara di Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor-Minahasa, plafon dilaporkan berjatuhan, menegaskan skala kerusakan yang dialami.























