Wartakita.id – Kedutaan Besar AS mengeluarkan peringatan keamanan mendesak, memerintahkan seluruh warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Iran menyusul eskalasi kerusuhan di negara tersebut. Imbauan ini menekankan pentingnya warga merencanakan keberangkatan secara mandiri.
Poin Penting
- Amerika Serikat memerintahkan warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran karena meningkatnya kerusuhan.
- Pemerintah AS tidak akan memberikan bantuan evakuasi; warga diminta merencanakan mandiri.
- Warga AS diimbau antisipasi pemadaman internet dan pertimbangkan jalur darat alternatif seperti Armenia atau Turki.
- Warga negara ganda AS-Iran diminta menggunakan paspor Iran untuk keluar guna menghindari penahanan oleh otoritas Teheran.
- Peringatan ini dikeluarkan di tengah demonstrasi anti-pemerintah dan ancaman respons militer AS terhadap Iran.
Peringatan Keras dari Washington: Tinggalkan Iran Segera
Pemerintah Amerika Serikat, melalui Kedutaan Besar virtualnya untuk Iran, telah mengeluarkan imbauan keamanan yang sangat jelas pada hari Senin. Inti dari peringatan tersebut adalah instruksi tegas: “Tinggalkan Iran sekarang.” Instruksi ini mencerminkan tingkat kekhawatiran AS terhadap keselamatan warganya di tengah situasi yang memburuk. Kedutaan menekankan bahwa warga negara AS diharapkan untuk merencanakan dan melaksanakan keberangkatan mereka tanpa mengandalkan bantuan langsung dari pemerintah AS, sebuah penegasan bahwa situasi di lapangan mungkin tidak memungkinkan operasi bantuan yang memadai atau justru terlalu berisiko.
Protokol Keselamatan Darurat Bagi Warga AS
Bagi warga negara AS yang, karena berbagai alasan, tidak dapat segera meninggalkan Iran, peringatan tersebut menyajikan langkah-langkah darurat. Opsi pertama dan paling dianjurkan adalah mencari lokasi aman di dalam tempat tinggal mereka atau di bangunan lain yang dianggap aman. Ini menunjukkan antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang meluas dan perlunya perlindungan fisik segera. Selain itu, warga AS di Iran disarankan untuk mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pemadaman komunikasi menjadi salah satu taktik dalam merespons kerusuhan, sehingga warga diminta untuk merencanakan cara komunikasi alternatif, misalnya melalui saluran telepon satelit atau metode lain yang tidak bergantung pada infrastruktur internet reguler.
Rute Keluar Alternatif dan Implikasi Kewarganegaraan Ganda
Dalam upaya memberikan pilihan tambahan bagi warga yang ingin keluar dari Iran, kedutaan menyarankan pertimbangan jalur darat menuju Armenia atau Turki, jika kondisi memungkinkan. Opsi ini memberikan alternatif bagi mereka yang mungkin menghadapi kesulitan dalam penerbangan atau rute lainnya. Namun, peringatan ini membawa implikasi khusus dan serius bagi warga negara ganda Amerika Serikat-Iran. Kedutaan dengan tegas menginstruksikan individu tersebut untuk meninggalkan Iran menggunakan paspor Iran mereka. Alasannya fundamental: pemerintah Iran tidak mengakui konsep kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan siapa pun dengan paspor Iran semata-mata sebagai warga negara Iran. Menunjukkan paspor AS atau adanya indikasi hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi dasar bagi otoritas Iran untuk melakukan penahanan, sebuah risiko yang sangat perlu dihindari oleh warga negara ganda tersebut.
Konteks Politik: Ketegangan Meningkat Antara AS dan Iran
Penerbitan peringatan keamanan yang mendesak ini tidak dapat dilepaskan dari konteks politik dan militer yang sedang memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Peringatan ini muncul bertepatan dengan meningkatnya gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran. Sebagai respons terhadap situasi ini, Presiden AS Donald Trump telah mengambil sikap tegas. Ia mengumumkan penerapan tarif 25% bagi negara-negara yang melakukan bisnis dengan Iran, sebuah langkah ekonomi yang bertujuan untuk menekan Teheran. Lebih jauh lagi, Trump berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran jika pemerintahnya menggunakan kekuatan mematikan untuk menumpas protes. Ancaman ini menciptakan ketegangan yang sangat tinggi, meskipun di sisi lain, Trump juga menyatakan keterbukaan untuk menjajaki kemungkinan diplomasi dengan Iran.
Opsi Militer dan Intelijen di Atas Meja
Laporan-laporan dari lingkaran pemerintahan AS mengindikasikan bahwa Presiden Trump telah menerima paparan mendalam mengenai berbagai opsi tindakan terhadap Iran. Opsi-opsi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari instrumen militer konvensional hingga operasi rahasia yang lebih kompleks. Operasi siber, kampanye psikologis yang dirancang untuk mengganggu struktur komando, sistem komunikasi, dan media yang dikelola negara di Iran, termasuk dalam opsi-opsi yang sedang dipertimbangkan. Tim keamanan nasional Trump dijadwalkan untuk membahas opsi-opsi terbaru ini di Gedung Putih pada hari Selasa, menandakan keseriusan dan intensitas situasi yang sedang dihadapi. Pernyataan Trump pada hari Minggu sebelumnya, bahwa pemerintahannya memantau situasi di Iran dengan cermat dan mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” seiring dengan meningkatnya jumlah korban tewas dalam protes, semakin menegaskan ketegangan yang ada dan potensi eskalasi di masa depan.























