Masa arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah telah usai, namun dampaknya masih terasa di Kota Makassar. Data terbaru dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan mencatat lonjakan kendaraan yang signifikan, memunculkan potensi tantangan lalu lintas yang perlu diantisipasi.
Ribuan Kendaraan Memasuki Makassar: Gambaran Umum Arus Balik 2026
Secara total, 171.402 unit kendaraan tercatat telah memasuki wilayah Kota Makassar selama periode puncak arus balik. Angka ini menjadi indikator utama mobilitas masyarakat pasca-perayaan Idul Fitri, menunjukkan geliat aktivitas ekonomi dan sosial yang kembali berdenyut di ibu kota Sulawesi Selatan.
Pergerakan Kendaraan dan Penumpang: Analisis Mendalam
Analisis pergerakan kendaraan dan penumpang mengungkap pola yang menarik selama masa arus balik. Berikut adalah rangkuman dari beberapa titik krusial:
- Arus Balik Puncak Pertama (23 Maret 2026): Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa Maros mencatat lonjakan signifikan dengan 66.208 unit kendaraan, naik sekitar 19,7 persen. Terminal Tipe A berperan vital melayani 1.819 penumpang Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 4.431 penumpang Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Angkutan penyeberangan juga sibuk, melayani 761 penumpang serta 164 unit roda dua dan 86 kendaraan roda empat. Pengguna kendaraan pribadi mendominasi, namun angkutan bus menunjukkan peningkatan untuk rute penyeberangan antarpulau.
- Arus Balik H+1 (21 Maret 2026): Jalan raya di UPPKB Maccopa Maros dipadati 52.322 unit kendaraan, naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, aktivitas Terminal Tipe A terbilang rendah, hanya mengoperasikan dua bus AKAP dan sembilan bus AKDP. Pelabuhan penyeberangan Bajoe dilaporkan masih sepi kedatangan kendaraan pada hari ini.
- Arus Balik H+2 (22 Maret 2026): Lonjakan kendaraan mulai terasa signifikan. Data UPPKB Maccopa Maros menunjukkan angka yang stabil tinggi dengan 52.872 unit kendaraan, meski mengalami sedikit penurunan 0,7 persen dibanding tahun lalu. Terminal Tipe A mulai melayani lebih banyak penumpang dengan 15 bus AKAP dan 61 bus AKDP, membawa total 1.466 penumpang tiba. Pelabuhan penyeberangan Bajoe mulai menunjukkan geliatnya, melayani 496 penumpang dan 165 unit kendaraan berbagai jenis.
Prediksi Puncak Arus Balik dan Identifikasi Titik Kemacetan
Menjelang akhir masa libur, prediksi puncak arus balik kedua mengarah pada tanggal 28–30 Maret 2026. Berdasarkan pola pergerakan, beberapa titik rawan kemacetan telah teridentifikasi:
- Dusun Bulutaana, yang merupakan perbatasan antara Maros dan Makassar, menjadi sorotan utama.
- Poros Panaikang di Kabupaten Takalar menuju Kota Makassar juga diprediksi akan mengalami kepadatan.
Faktor-faktor penyebab kemacetan yang seringkali berulang meliputi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pertemuan arus kendaraan di persimpangan jalan, serta aktivitas pasar tumpah yang kerap terjadi di sepanjang jalan nasional menuju pusat kota.
Imbauan dan Upaya Mitigasi dari Pihak Berwenang
Untuk mengurai kepadatan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, imbauan dari Menteri Perhubungan mengenai pemberlakuan metode arus balik pertama dan kedua menjadi krusial. Selain itu, penerapan konsep Work From Anywhere (WFA) juga digalakkan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengatur jadwal kepulangan mereka, menghindari puncak kepadatan yang diprediksi terjadi pada 25–27 Maret 2026, dan memastikan kelancaran lalu lintas di jalur-jalur vital menuju Makassar.
Pengalaman pribadi saya selama melewati beberapa titik arus balik menunjukkan betapa pentingnya persiapan dan kesabaran. Memantau informasi lalu lintas secara real-time dan memanfaatkan opsi WFA jika memungkinkan, adalah kunci untuk pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Kontributor: A. Untung
Penyunting: M. Ridham























