Gembong kartel paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera alias El Mencho, dilaporkan tewas dalam operasi militer sengit di sebuah resor mewah di Tapalpa, Jalisco. Peristiwa ini mengakhiri era kekuasaan CJNG dan memicu gelombang kekerasan susulan.
Kronologi Singkat Akhir El Mencho
- Lokasi: Resor mewah di kota pegunungan Tapalpa, Jalisco.
- Waktu Kejadian: Minggu, 22 Februari 2026.
- Penyebab Kematian: Luka tembak saat upaya pelarian dari operasi militer.
- Pelacak: Keberadaan El Mencho terendus berkat kekasihnya.
- Dampak Langsung: Baku tembak menciptakan kepanikan di kalangan warga dan turis.
- Reaksi Pasca-Kematian: Gelombang aksi balasan dan kerusuhan oleh anggota CJNG di 20 negara bagian Meksiko.
Operasi Militer yang Mengejutkan di Tengah Ketenangan
Minggu pagi di resor mewah Tapalpa, Jalisco, terpecah oleh suara rentetan tembakan senapan mesin dan deru helikopter. Operasi militer besar-besaran yang menargetkan Nemesio Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), mengejutkan para turis dan warga yang sedang menikmati suasana liburan.
Upaya penangkapan ini berubah menjadi baku tembak sengit ketika El Mencho, yang dikenal sangat tertutup dan selalu dalam pelarian, berusaha melarikan diri. Menurut laporan, gembong narkoba paling dicari di Meksiko itu berhasil dilacak keberadaannya berkat informasi dari kekasihnya yang berada di resor tersebut bersamanya.
Namun, pelarian yang direncanakan tidak berjalan mulus. El Mencho dikabarkan menderita luka tembak saat mencoba kabur dan dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Otoritas setempat sempat meminta warga dan turis untuk berlindung sebelum akhirnya mengizinkan mereka meninggalkan lokasi dua hari setelah operasi berlangsung, pada Selasa, 24 Februari 2026.
Sisi Lain Sang Gembong Narkoba Terungkap
Di resor mewah yang dindingnya dilapisi batu itu, petugas menemukan bukti keberadaan El Mencho. Sebuah rumah dua lantai ditemukan penuh dengan ratusan selongsong peluru, menunjukkan intensitas baku tembak. Interior rumah tersebut berantakan, dengan laci-laci terbuka dan tanda-tanda kehidupan yang mendadak terhenti.
Lebih dari sekadar jejak kekerasan, petugas juga menemukan barang-barang pribadi yang memberikan gambaran unik tentang El Mencho. Meja di dalam ruangan itu dihiasi dengan gambar-gambar religius, lilin, dan sebuah kertas berisi doa tulisan tangan. Temuan ini kontras dengan citra kejam yang melekat pada dirinya.
Selain itu, obat-obatan untuk masalah ginjal kronis yang dideritanya selama bertahun-tahun juga ditemukan di lokasi. Temuan ini menggarisbawahi sisi kemanusiaan yang terlupakan di balik sosok gembong narkoba yang ditakuti.
Kemarahan CJNG Meluas: Meksiko Bergolak
Berita kematian El Mencho tidak hanya mengakhiri perburuan terhadapnya, tetapi juga memicu gelombang kemarahan dan aksi balasan dari anggota CJNG di seluruh Meksiko. Dalam hitungan jam, gelombang kerusuhan dilaporkan menyebar ke 20 dari 32 negara bagian.
Di pinggiran Tapalpa, anggota kartel menunjukkan kekecewaan dan kemarahan mereka dengan membakar bus dan mobil, menciptakan pemandangan mencekam dan mengganggu aktivitas warga. Kota Tapalpa yang biasanya ramai oleh turis mendadak berubah menjadi ‘kota mati’ karena banyak wisatawan memilih untuk segera meninggalkan area tersebut demi keselamatan.
Kawasan hutan di sekitar Tapalpa kini dijaga ketat oleh pihak berwenang, menandakan potensi konflik lanjutan pasca-tewasnya sang pemimpin puncak kartel yang paling kuat di Meksiko.























