Cuaca ekstrem di awal tahun 2026 membawa dampak signifikan bagi Kota Makassar, dengan 102 pohon tumbang tercatat akibat hujan lebat dan angin kencang. Fenomena ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menggiatkan upaya mitigasi.
- 102 pohon tumbang di Makassar akibat cuaca ekstrem Januari 2026.
- Hujan lebat disertai angin kencang menjadi penyebab utama tumbangnya pepohonan.
- Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan kewaspadaan terhadap keselamatan.
- DLH Makassar menekankan pentingnya prosedur resmi dan kajian teknis dalam penanganan pohon.
- Sebanyak 296 pohon telah dipangkas dan 56 pohon ditebang berdasarkan laporan warga.
102 Pohon Tumbang: Ancaman Nyata Cuaca Ekstrem di Makassar
Memasuki awal tahun 2026, Kota Makassar dihadapkan pada tantangan serius akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mencatat angka mencemaskan: sebanyak 102 pohon tumbang sepanjang periode 1 hingga akhir Januari 2026. Kejadian ini merupakan konsekuensi langsung dari intensitas hujan lebat yang disertai angin kencang, sebuah fenomena alam yang kian kerap terjadi dan menguji ketahanan infrastruktur perkotaan.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengonfirmasi bahwa seluruh laporan pohon tumbang telah ditindaklanjuti. “Akibat cuaca buruk, banyak pohon tumbang dan genangan terjadi. Semua sudah diatasi dan kami pun selalu mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati,” ujar Helmy. Angka 102 pohon tumbang ini tidak hanya menjadi statistik, tetapi juga refleksi nyata dari meningkatnya risiko yang perlu diantisipasi oleh pemerintah kota.
Dampak dan Respon Cepat DLH
Tumbangnya pohon-pohon besar ini tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius bagi keselamatan warga dan pengguna jalan. Genangan air di beberapa titik lokasi kejadian turut menambah kompleksitas penanganan pasca-bencana. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Makassar menjadikan isu ini sebagai perhatian prioritas untuk memperkuat strategi mitigasi dan memastikan penanganan yang cepat serta efektif di lapangan.
Menjaga Keamanan: Prosedur Penanganan Pohon yang Ketat
Meningkatnya insiden pohon tumbang memicu lonjakan permintaan dari masyarakat terkait penebangan atau pemangkasan pohon di area permukiman padat dan sepanjang ruas jalan. Namun, DLH menekankan bahwa penanganan terhadap vegetasi perkotaan, terutama di tengah permukiman, memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati dan terukur. Setiap tindakan penebangan atau pemangkasan harus melalui tahapan kajian teknis yang mendalam dan pengawasan ketat untuk mencegah potensi risiko bencana susulan.
Kajian Teknis dan Pengawasan Adalah Kunci
Helmy Budiman menjelaskan, proses penanganan pohon tidak bisa dilakukan secara gegabah. “Proses ini mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan, mulai dari arah rebahan batang pohon, keberadaan kabel listrik dan jaringan internet, hingga potensi kerusakan bangunan di sekitarnya,” tuturnya. Hal ini menegaskan komitmen DLH untuk memastikan bahwa setiap intervensi terhadap pohon dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab demi keamanan publik.
Untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi, setiap pemangkasan pohon wajib diawali dengan survei lapangan dan supervisi teknis oleh petugas yang berwenang. Langkah ini krusial untuk menjamin penanganan yang aman, terukur, dan akuntabel. “Oleh karena itu, seluruh rencana pembersihan ataupun penanganan pohon besar harus mengikuti prosedur administrasi resmi melalui DLH Kota Makassar,” tegas Helmy. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 296 pohon telah berhasil dipangkas sebagai respons atas laporan warga, sementara penebangan pohon dilakukan di 56 titik lokasi yang berbeda, menunjukkan keseriusan DLH dalam menanggulangi dampak cuaca ekstrem.























