Tiongkok mengumumkan sumbangan kemanusiaan sebesar US$200.000 atau sekitar Rp 3,36 miliar untuk keluarga korban serangan rudal mematikan di sebuah sekolah di Iran. Donasi ini datang di tengah tudingan keras Teheran yang ditujukan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel atas insiden tersebut.
- Sumbangan Kemanusiaan: Tiongkok menyalurkan US$200.000 melalui Palang Merah Tiongkok kepada Palang Merah Iran.
- Tujuan Donasi: Dana tersebut ditujukan sebagai bentuk belasungkawa dan kompensasi bagi keluarga siswa yang tewas.
- Tuduhan: Iran secara tegas menuduh AS dan Israel sebagai pelaku serangan rudal tersebut.
- Respon Internasional: Tiongkok mengutuk serangan terhadap sekolah dan anak-anak sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
- Investigasi dan Bantahan: AS sedang melakukan investigasi internal, sementara Israel membantah keterlibatan.
Respons Tiongkok atas Tragedi di Iran
Kementerian Luar Negeri Beijing menegaskan bahwa sumbangan tersebut merupakan wujud keprihatinan dan solidaritas kemanusiaan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa serangan yang menargetkan sekolah dan anak-anak merupakan tindakan yang melanggar hukum humaniter internasional serta norma dasar moralitas manusia.
“Serangan terhadap sekolah dan anak-anak merupakan pelanggaran yang lebih berat terhadap hukum humaniter internasional dan melanggar batas-batas hati nurani dan moralitas manusia,” ujar Guo dalam konferensi pers rutin, seperti dikutip pada Sabtu (13/3/2026).
Lebih lanjut, Tiongkok menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan bantuan yang diperlukan kepada Iran, menunjukkan semangat kemanusiaan dalam membantu rakyat Iran menghadapi masa sulit.
Kronologi dan Tuduhan Serangan
Insiden memilukan ini terjadi pada hari pertama perang di Timur Tengah, ketika sebuah sekolah di wilayah selatan Iran menjadi sasaran serangan rudal. Teheran tidak ragu melontarkan tuduhan bahwa serangan tersebut didalangi oleh AS dan Israel. Media Iran melaporkan adanya pemakaman untuk setidaknya 165 korban jiwa, termasuk banyak anak-anak, meskipun angka ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.
Investigasi dan Bantahan dari Pihak Terkait
Menanggapi situasi ini, investigasi militer AS dilaporkan masih berjalan. Sebuah laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa investigasi internal militer AS mengindikasikan adanya kemungkinan kesalahan penargetan yang menyebabkan rudal Tomahawk AS menghantam sekolah tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Israel dengan tegas menyangkal adanya keterlibatan atau pengetahuan apa pun terkait serangan tersebut. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan spekulasi bahwa Iran sendiri bisa jadi bertanggung jawab atas serangan itu, meskipun Iran diketahui tidak memiliki rudal Tomahawk. Trump menyatakan bahwa ia dapat “menerima” hasil penyelidikan, namun saat ditanyai mengenai laporan The New York Times, ia mengaku “tidak tahu tentang itu”.























