Wartakita.id – Keamanan menjadi fondasi utama bagi Samsung dalam upaya memastikan kecerdasan buatan (AI) diterima dan diadopsi secara luas oleh masyarakat. Perusahaan menekankan bahwa kepercayaan pengguna terhadap teknologi AI tidak cukup hanya dengan klaim pemasaran, melainkan harus dibuktikan melalui sistem yang aman, transparan, dan dapat dikendalikan oleh pengguna.
Poin Kunci Keamanan AI ala Samsung:
- Keamanan AI adalah prasyarat utama untuk penerimaan dan penggunaan luas.
- Pendekatan ‘trust-by-design’ menekankan transparansi dan kontrol pengguna atas data serta fungsi AI.
- Prioritas AI on-device meminimalkan pemrosesan data cloud untuk menjaga privasi pengguna.
- Samsung Knox dan Knox Matrix memperkuat keamanan di seluruh ekosistem perangkat.
- Teknologi AI yang aman harus beroperasi secara konsisten dan dapat dipahami untuk membangun kepercayaan.
Fondasi Kepercayaan: ‘Trust-by-Design’ dan Transparansi
Samsung mengadopsi prinsip ‘trust-by-design’ dalam pengembangan AI. Konsep ini bertujuan agar pengguna dapat memahami dan memprediksi bagaimana AI bekerja. Transparansi menjadi elemen krusial, mulai dari kejelasan lokasi pemrosesan data hingga penandaan fitur yang benar-benar menggunakan AI. Tujuannya adalah untuk menghindari persepsi AI sebagai sistem ‘kotak hitam’ yang misterius. Dengan memberikan kontrol yang jelas, Samsung berupaya menempatkan pengguna sebagai pengambil keputusan utama, bukan sekadar objek pasif dari otomatisasi.
AI On-Device: Menjaga Privasi Pengguna
Salah satu strategi utama Samsung untuk menjaga privasi adalah dengan memprioritaskan AI on-device. Artinya, data pribadi pengguna sedapat mungkin akan diproses langsung di perangkat itu sendiri. Pemrosesan berbasis cloud tetap akan digunakan, namun hanya secara selektif, ketika dibutuhkan performa atau skala pemrosesan yang lebih besar. Strategi ini menunjukkan upaya Samsung untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan privasi. Dengan meminimalkan perpindahan data ke cloud, risiko kebocoran dan penyalahgunaan data dapat ditekan sejak awal.
Keamanan Ekosistem dengan Knox dan Knox Matrix
Seiring dengan semakin meluasnya kehadiran AI di berbagai perangkat, mulai dari ponsel pintar, televisi, perangkat wearable, hingga peralatan rumah tangga, Samsung menyadari bahwa keamanan tidak bisa lagi berdiri sendiri. Samsung Knox hadir sebagai fondasi keamanan berlapis yang mencakup dari tingkat chipset hingga sistem operasi. Sementara itu, Knox Matrix memperluas cakupan perlindungan hingga ke level ekosistem. Melalui Knox Matrix, perangkat-perangkat dalam ekosistem Samsung akan saling mengautentikasi dan memantau satu sama lain. Setiap perangkat berperan sebagai bagian dari sistem pertahanan kolektif, sehingga kelemahan pada satu titik tidak serta-merta membahayakan keseluruhan ekosistem.
Menjawab Tantangan Misinformasi dan Penyalahgunaan AI
Samsung juga secara aktif menyoroti berbagai risiko yang melekat pada AI, termasuk potensi penyebaran misinformasi dan penyalahgunaan teknologi. Perusahaan meyakini bahwa solusi terhadap risiko-risiko tersebut justru harus dibangun melalui pengembangan teknologi yang lebih aman dan terkontrol. Keamanan di sini tidak hanya dimaknai secara teknis, tetapi juga mencakup kejelasan fungsi dan perilaku AI. AI yang aman harus beroperasi secara konsisten dan mudah dipahami oleh pengguna, sehingga mereka tidak merasa kehilangan kendali. Dalam diskusi di acara-acara seperti CES 2026, realitas perilaku konsumen juga menjadi pertimbangan utama. Kenyamanan memang menjadi faktor penting dalam adopsi teknologi, namun tanpa rasa aman yang memadai, kenyamanan tersebut tidak akan bertahan lama. Samsung memosisikan keamanan sebagai elemen fundamental yang memungkinkan AI tetap menawarkan kepraktisan tanpa mengorbankan kepercayaan pengguna.























