Presiden Prabowo Subianto menginisiasi Gerakan Indonesia ASRI, sebuah gerakan serentak yang menuntut partisipasi aktif seluruh elemen pemerintahan dalam menjaga kebersihan. Ajakan ini secara khusus ditujukan kepada para menteri, gubernur, bupati, dan wali kota untuk tampil sebagai teladan.
Gerakan ASRI: Pilar Kebersihan Nasional dari Istana
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, secara gamblang menyampaikan arahan Presiden Prabowo mengenai peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Gerakan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata di seluruh Indonesia, dimulai dari kesadaran dan tindakan nyata para pemimpin bangsa.
“Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa.
Peran Sentral Pejabat Publik sebagai Pionir
Lebih lanjut, Teddy Indra Wijaya menggarisbawahi bahwa tanggung jawab tidak hanya diemban oleh kepala daerah. Seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta kementerian dan lembaga juga diminta untuk memberikan contoh nyata. Para menteri dan pimpinan lembaga diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja masing-masing.
“TNI, Polri, kemudian BUMN kasih contoh, menteri-menteri kasih contoh, kementerian kasih contoh, oke? Dan itu sudah biasa dilakukan, ya,” tegas Teddy, menekankan pentingnya peran teladan ini.
Latar Belakang dan Visi Gerakan Indonesia ASRI
Gerakan Indonesia ASRI merupakan sebuah inisiatif komprehensif yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Visi utamanya adalah mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di seluruh pelosok negeri. Akronim ASRI sendiri memiliki makna mendalam: Aman, Sehat, Resik (Bersih dan Tertib), dan Indah.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (2/2), Presiden Prabowo menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar retorika, melainkan berfokus pada perubahan konkret di lapangan. Hal ini mencakup peningkatan kebersihan lingkungan serta penataan ruang publik yang diharapkan dapat memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata internasional.
Implementasi Konkret dan Dukungan Infrastruktur
Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran aktif seluruh instansi pemerintah sebagai agen perubahan. Salah satu strategi implementasi yang diusulkan adalah penyelenggaraan kegiatan kerja bakti atau korve secara rutin, yang juga akan melibatkan partisipasi aktif dari lingkungan pendidikan, termasuk sekolah-sekolah. Presiden meyakini bahwa kegiatan bersih-bersih, meskipun sederhana, akan menghasilkan dampak signifikan jika dilakukan secara serentak dan masif.
Untuk memastikan kelancaran gerakan ini, pemerintah berkomitmen menyediakan sarana pendukung yang memadai. Fasilitas seperti gerobak sampah dan truk pengangkut akan disiagakan guna mendukung efektivitas kegiatan kebersihan.
Selain fokus pada kebersihan, Gerakan Indonesia ASRI juga merambah pada aspek penataan visual perkotaan. Penertiban elemen-elemen seperti baliho, spanduk, dan reklame yang berlebihan dan berpotensi mengganggu estetika kota menjadi bagian integral dari gerakan ini, guna menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih rapi dan menarik.























