Jumat, 10 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik

by Pewarta Warga
29/12/2015
in Arsip 2015-2018, Makassar & Sulsel
Reading Time: 5 mins read
A A
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Arsip

MAKASSAR, WartaKita.id – Insiden kebakaran hebat yang melanda kompleks Asrama TNI Barabaraya di Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin (28/12), bukan sekadar catatan kerugian materi. Lebih dari itu, tragedi yang menghanguskan 42 unit rumah prajurit ini membuka lembaran investigasi mendalam terhadap keamanan hunian militer, khususnya di tengah kota besar seperti Makassar, serta menyoroti ancaman senyap korsleting listrik yang kerap diabaikan. Pasca-kobaran api mereda, sejumlah anggota TNI bahu-membahu membersihkan sisa-sisa reruntuhan, namun pertanyaan besar menggantung: “mengapa” insiden ini terjadi dan “apa dampaknya” bagi para abdi negara serta masyarakat luas di Barabaraya?

Kronologi dan Dampak Awal: 42 Rumah Rata dengan Tanah

Pada pagi yang nahas itu, kompleks Asrama TNI Barabaraya, yang terletak strategis di jantung kota Makassar, berubah menjadi lautan api. Api menyebar dengan cepat, melahap deretan rumah-rumah yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar. Data awal menyebutkan sedikitnya 42 unit rumah prajurit dan keluarga ludes terbakar. Sumber api, menurut dugaan awal dari pihak berwenang, berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting, sebuah penyebab klasik yang seringkali menjadi pemicu kebakaran di permukiman padat atau bangunan tua.

Dampak langsungnya tak hanya pada bangunan fisik, melainkan juga pada ratusan jiwa yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka dalam sekejap. Barang-barang berharga, kenangan, dokumen penting, semua lenyap ditelan jilatan api. Peristiwa ini bukan hanya merenggut aset materi, tetapi juga menimbulkan trauma mendalam bagi para penghuni, yang sebagian besar adalah keluarga prajurit TNI yang mengabdikan hidupnya untuk negara.

Menguak Akar Masalah: Bahaya Korsleting Listrik di Hunian Lama

Mengapa Korsleting Sering Terjadi?

Dugaan penyebab kebakaran di Asrama Barabaraya akibat korsleting listrik seharusnya memicu alarm nasional. Di Indonesia, korsleting listrik merupakan salah satu penyebab utama kebakaran, menyumbang persentase signifikan dari total kasus. Faktor utamanya seringkali adalah instalasi listrik yang sudah tua, tidak terawat, penggunaan peralatan listrik yang melebihi kapasitas (overload), kabel yang usang atau kualitas rendah, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan berkala.

Dalam konteks asrama militer yang mungkin telah berdiri puluhan tahun, seperti di Barabaraya, infrastruktur kelistrikan kemungkinan besar belum mengalami pembaruan menyeluruh. Kabel-kabel lama, stop kontak usang, dan sistem kelistrikan yang tidak didesain untuk menopang kebutuhan daya modern (misalnya, penggunaan AC, kulkas, televisi, dan berbagai gawai elektronik secara bersamaan) bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Minimnya pemeliharaan rutin dan audit kelistrikan oleh pihak yang berwenang, baik dari internal TNI maupun otoritas sipil, turut memperparuk risiko.

Konteks Lokal Barabaraya: Tantangan Permukiman Lama di Makassar

Barabaraya adalah salah satu kawasan padat penduduk di Makassar, dengan sejarah panjang. Banyak bangunan di area ini, termasuk kompleks asrama, merupakan konstruksi lama. Infrastruktur kota yang berkembang pesat seringkali tidak diiringi dengan pembaruan masif pada jaringan utilitas di permukiman yang sudah eksis. Kondisi ini membuat area seperti Barabaraya rentan terhadap berbagai masalah, termasuk risiko kebakaran akibat infrastruktur listrik yang menua.

Pemerintah Kota Makassar, bersama PLN dan institusi terkait, memiliki peran krusial dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya listrik dan mendorong pembaruan instalasi. Namun, untuk kompleks militer, tanggung jawab utama berada di tangan kesatuan yang membawahinya. Kejadian di Barabaraya harus menjadi momentum bagi Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin dan Mabes TNI untuk melakukan audit menyeluruh terhadap semua fasilitas hunian prajurit di wilayahnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Penghuni Barabaraya

Kehilangan tempat tinggal adalah pukulan telak. Bagi keluarga prajurit, yang hidupnya seringkali diwarnai mobilitas dan pengabdian, asrama adalah satu-satunya rumah yang mereka miliki. Tragedi ini tidak hanya berarti kehilangan tempat tidur atau lemari, tetapi juga hilangnya rasa aman, stabilitas, dan privasi yang fundamental.

Secara ekonomi, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Meskipun ada upaya pembersihan dan penanggulangan darurat, proses pemulihan jangka panjang membutuhkan bantuan dan koordinasi yang kuat. Pertanyaan tentang relokasi, bantuan finansial untuk membangun kembali kehidupan, serta dukungan psikologis bagi anak-anak dan keluarga yang trauma, menjadi sangat mendesak. Bagaimana pihak TNI memastikan bahwa para prajurit yang terdampak dapat melanjutkan tugas negara tanpa beban pikiran yang berlarut-larut? Ini adalah ujian bagi komitmen institusi terhadap kesejahteraan anggotanya.

Di level komunitas, insiden ini memicu gelombang solidaritas. Masyarakat Barabaraya, dan warga Makassar pada umumnya, dikenal memiliki semangat kekeluargaan yang tinggi. Inisiatif penggalangan dana, sumbangan pakaian, dan makanan darurat mungkin akan muncul, namun solusi jangka panjang tetap berada di pundak pihak berwenang.

Mendesak Evaluasi Keamanan Hunian Militer: Pelajaran dari Barabaraya

Tragedi di Asrama Barabaraya harus menjadi titik balik. Ini adalah panggilan untuk evaluasi komprehensif terhadap standar keselamatan dan pemeliharaan di seluruh fasilitas hunian militer di Indonesia. Penting untuk:

  1. Audit Instalasi Listrik Berkala: Menerapkan program audit dan pembaruan instalasi listrik secara rutin, terutama di bangunan-bangunan tua.
  2. Edukasi Keselamatan Listrik: Meningkatkan kesadaran penghuni akan praktik penggunaan listrik yang aman, termasuk tidak membebani stop kontak berlebihan dan memastikan peralatan elektronik berfungsi dengan baik.
  3. Peningkatan Anggaran Pemeliharaan: Mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pemeliharaan infrastruktur vital, termasuk sistem kelistrikan, di asrama-asrama TNI.
  4. Standar Bangunan Tahan Api: Memastikan bahwa material bangunan memenuhi standar keamanan kebakaran, terutama di area padat penduduk.
  5. Koordinasi Lintas Sektoral: Membangun koordinasi yang lebih baik antara pihak militer, PLN, dan pemerintah daerah dalam pengawasan dan penanganan isu keselamatan di permukiman.

Peristiwa ini bukan hanya tentang kerugian materi, tetapi juga tentang kepercayaan publik terhadap kemampuan negara melindungi warga negara, termasuk para prajurit yang mengabdi. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) dalam tata kelola hunian militer, memastikan bahwa pengalaman pahit ini tidak terulang di masa depan.

Kesimpulan

Kebakaran di Asrama TNI Barabaraya adalah alarm keras bagi kita semua. Ia mengungkap kerapuhan infrastruktur di tengah modernisasi perkotaan dan bahaya laten dari kelalaian pemeliharaan. Lebih dari sekadar pembersihan puing, yang dibutuhkan adalah investigasi tuntas, pembaruan kebijakan yang radikal, dan komitmen kuat dari semua pihak untuk menjamin keamanan hunian, terutama bagi mereka yang telah berkorban demi bangsa. Makassar harus belajar dari tragedi ini, bukan hanya untuk membangun kembali Asrama Barabaraya, tetapi untuk membangun fondasi keamanan yang lebih kokoh bagi masa depan.

BACA JUGA:

Proyek PSEL Rp 3 Triliun Makassar: Wali Kota Appi Tinjau Kesiapan Lahan TPA Manggala

Jasad Pemulung Ditemukan di Lingkungan Unhas Makassar, Diduga Akibat Sengatan Listrik

Makassar Akan Terangi Kota dengan Energi dari Sampah: Proyek PSEL Rp 3 Triliun di TPA Tamangapa

Aksi Premanisme Juru Parkir Liar di Makassar Berakhir: Pelaku Pemalakan Tertangkap Pasca Viral

Tawuran Maut di Makassar: Dua Pemuda Luka Parah, Motor Dibakar Massa Akibat Dendam Lama

Tags: Asrama TNIBencana KebakaranJurnalisme InvestigatifKeamanan HunianKebakaranKebakaran Asrama BarabarayaKorsleting ListrikMakassarPewarta WargaSulawesi SelatanTNI
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Proyek PSEL Rp 3 Triliun Makassar: Wali Kota Appi Tinjau Kesiapan Lahan TPA Manggala

08/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Jasad Pemulung Ditemukan di Lingkungan Unhas Makassar, Diduga Akibat Sengatan Listrik

08/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Investasi Rp3 Triliun PLTSa Makassar Terkatung-katung: Konsorsium Tuntut Kejelasan dari Pemkot

07/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Seleksi Ketat Kepala Puskesmas Makassar: Uji Kompetensi dan Wawancara Demi Layanan Kesehatan Unggul

07/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Makassar Akan Terangi Kota dengan Energi dari Sampah: Proyek PSEL Rp 3 Triliun di TPA Tamangapa

06/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Aksi Premanisme Juru Parkir Liar di Makassar Berakhir: Pelaku Pemalakan Tertangkap Pasca Viral

06/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Makassar, Gowa, dan Maros Kolaborasi Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik Lewat PSEL

05/04/2026
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Gowa Ubah 150 Ton Sampah Harian Jadi Energi Listrik: Inisiatif Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular

05/04/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

    Bank Indonesia Perluas Jaringan Beasiswa Kebanksentralan 2026: 270 Kuota untuk Mahasiswa Sulsel

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Investasi Rp3 Triliun PLTSa Makassar Terkatung-katung: Konsorsium Tuntut Kejelasan dari Pemkot

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Makassar Siap Menggebrak April 2026: Dari Konferensi Medis Hingga Pesta Musik Berskala Besar

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • #MayDay Bagaimana Digitalisasi Mengubah Nasib Buruh Indonesia: Antara Peluang dan Ancaman

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Dispar Makassar Gandeng Astindo Perkenalkan Potensi Wisata di Jatim

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Cegah Banjir di Musim Hujan, Dinas PU Rencana Bangun Aquapond

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Long March, Macet Sepanjang jalan Urip Sumoharjo ke arah jalan Perintis Kemerdekaan.

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Indonesia Tegaskan Belum Bayar Iuran Board of Peace, Pisahkan Janji AS untuk Gaza

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Danny Pomanto Tuntaskan Masalah Anak Putus Sekolah Lewat Lorong Wisata

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Tragedi Asrama Barabaraya: Menguak Luka Lama di Tengah Kota Makassar dan Ancaman Senyap Korsleting Listrik - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.