Pasar Pabaeng-Baeng di Makassar kini menjadi garda terdepan dalam transformasi digital sektor pasar tradisional. Kolaborasi strategis bersama Bank Mandiri ini menempatkan pasar rakyat tersebut sebagai percontohan nasional dalam penerapan teknologi transaksi modern.
Transformasi Digital Pasar Pabaeng-Baeng: Inisiatif dan Tujuan
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Makassar, Ali Gauli Arief, secara tegas menyatakan bahwa inisiatif digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memodernisasi perdagangan tradisional. “Kami terus menggencarkan upaya ini bersama Bank Mandiri untuk menjadikan Pasar Pabaeng-Baeng sebagai lokasi percontohan,” ujar Ali Gauli. Fokus utama program ini adalah menyosialisasikan dan mengimplementasikan solusi digital, yang dikoordinasikan oleh Bank Mandiri Region X (Sulawesi dan Maluku).
Mendorong Transaksi Non-Tunai untuk Efisiensi dan Aksesibilitas
Pimpinan Regional CEO Bank Mandiri Region X, Nunung Andreas Wisnu, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan pedagang. “Kami berharap seluruh pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng dapat beralih ke sistem ‘cashless atau non-tunai’,” ungkapnya. Peralihan ini menawarkan sejumlah keuntungan signifikan, antara lain kepraktisan dalam bertransaksi dan kemudahan akses bagi pedagang terhadap berbagai layanan perbankan, termasuk fasilitasi permodalan. Adaptasi terhadap tren masyarakat yang semakin mengurangi penggunaan uang tunai menjadi peluang emas bagi pasar tradisional untuk tetap relevan. Dengan adopsi sistem pembayaran seperti QRIS Mandiri, transaksi jual beli di Pasar Pabaeng-Baeng diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien, meningkatkan daya saingnya.
Dukungan Bank Mandiri untuk UMKM Lokal
Lebih dari sekadar fasilitasi transaksi, Bank Mandiri juga menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punguk pasar tradisional. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Mandiri menyediakan fasilitas pembiayaan yang signifikan, dengan potensi pinjaman hingga Rp500 juta. Menariknya, sebagian dari pinjaman tersebut, yaitu hingga Rp100 juta, dapat diakses tanpa memerlukan jaminan, membuka pintu lebar bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Ali Gauli Arief menyambut positif langkah kolaboratif ini. Ia mengapresiasi kunjungan dan dukungan nyata dari Bank Mandiri yang dinilai sangat krusial bagi pengembangan pasar tradisional di Kota Makassar. Harapan besar disematkan pada inisiatif ini agar mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional, sehingga mampu bersaing secara sehat dengan bentuk-bentuk perdagangan modern seperti pasar swalayan. Digitalisasi Pasar Pabaeng-Baeng menjadi simbol adaptasi dan inovasi dalam menghadapi era ekonomi digital.























