Jumat, 29 Agustus 2025
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • #CEKFAKTA
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • OLAHRAGA
    • KESEHATAN
    • KEUANGAN
    • KULINER
    • NUSANTARA
    • PENDIDIKAN
    • GLOBAL
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • SEPAK BOLA
  • TEKNOLOGI
  • OTOMOTIF
  • KONTAK
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • #CEKFAKTA
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • OLAHRAGA
    • KESEHATAN
    • KEUANGAN
    • KULINER
    • NUSANTARA
    • PENDIDIKAN
    • GLOBAL
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • SEPAK BOLA
  • TEKNOLOGI
  • OTOMOTIF
  • KONTAK
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Tekno

Nomofobia, Takut Kehilangan Ponsel

Fobia yang jamak di antara kita

by Pewarta Warga
15/12/2023
in Tekno
Reading Time: 3 mins read
A A
Menjaga Data Ponsel Dari Para Pengintip

Nomofobia, atau ketakutan terhadap kehilangan atau tidak bisa menggunakan ponsel pintar, semakin menjadi-jadi di tengah perkembangan pesat dunia digital. Ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita.

Selain sebagai alat komunikasi, ponsel pintar juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti menjelajah internet, mendengarkan musik, menonton video, mengambil foto dan video, bermain game, berbelanja online, dan bahkan melakukan transaksi perbankan.

Nada Sumbang Royalti Musik: Mengurai Kebingungan Pelaku Usaha di Hadapan LMKN

Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan AI

Tidak mengherankan bahwa jumlah pengguna ponsel pintar terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut laporan BankMyCell, hingga November 2023, jumlah pengguna ponsel pintar di seluruh dunia mencapai 6,92 miliar, yang setara dengan 85,74% dari populasi dunia.

Sementara itu, laporan GSMA yang berjudul “State of Mobile Internet Connectivity Report 2023” menyebutkan bahwa pada akhir 2022, jumlah orang di seluruh dunia yang menggunakan internet seluler meningkat menjadi 4,6 miliar, yang setara dengan 57% dari populasi global.

Di Indonesia, pengguna ponsel pintar juga sangat tinggi. Menurut data Newzoo, Indonesia menempati peringkat ke-4 dengan jumlah pengguna ponsel pintar terbesar di dunia. Jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia mencapai 192,15 juta, yang setara dengan 69,7% dari populasi.

Meskipun angka ini masih kalah dibandingkan dengan China (910,04 juta), India (647,53 juta), dan Amerika Serikat (249,29 juta), namun angka ini tetap menunjukkan betapa pentingnya peran ponsel pintar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dengan segala manfaat dan kemudahan yang ditawarkan oleh ponsel pintar, tidak jarang kita merasa cemas ketika ponsel pintar kita kehabisan baterai, hilang, atau tidak ada sinyal. Kita mungkin merasa terputus dari dunia digital dan merasa tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa ponsel pintar kita. Jika kita sering mengalami hal-hal tersebut, kemungkinan kita mengalami gejala nomofobia.

Nomofobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap kehilangan atau tidak bisa menggunakan ponsel pintar. Gejala nomofobia dapat meliputi rasa cemas, panik, gelisah, atau bahkan depresi ketika kita tidak bisa menggunakan ponsel pintar. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesejahteraan kita secara keseluruhan dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Untuk mengatasi nomofobia, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa ponsel pintar hanyalah alat dan bukanlah segalanya. Kita harus belajar untuk tidak terlalu bergantung pada ponsel pintar dan mengatur waktu penggunaannya dengan bijak.

Kedua, penting bagi kita untuk mencari kegiatan lain yang dapat mengalihkan perhatian kita dari ponsel pintar. Misalnya, kita bisa mencoba melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau berjalan-jalan di luar ruangan. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan kita, tetapi juga dapat membantu mengurangi ketergantungan kita pada ponsel pintar.

Ketiga, kita perlu mengatur batasan penggunaan ponsel pintar. Misalnya, kita bisa menetapkan waktu tertentu setiap hari untuk tidak menggunakan ponsel pintar, seperti saat makan atau menjelang tidur. Dengan melakukan hal ini, kita dapat mengurangi kecemasan dan ketergantungan kita pada ponsel pintar.

Terakhir, penting bagi kita untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat kita. Kita bisa berbicara dengan keluarga, teman, atau bahkan mencari bantuan profesional jika diperlukan. Mereka dapat memberikan dukungan dan saran yang diperlukan untuk mengatasi nomofobia.

Dalam dunia digital yang semakin maju, penting bagi kita untuk mengenali dan mengatasi gejala nomofobia. Dengan menyadari pentingnya mengatur penggunaan ponsel pintar secara bijak, kita dapat menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan offline kita.

Tags: gadgetGawaikecanduanNomofobiaponselwartakita
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Acer Swift GO 14: Performa Hebat dalam Desain Tipis

Acer Swift GO 14: Performa Hebat dalam Desain Tipis

09/08/2024
Mengupas Teknologi di Balik Bitcoin: Bagaimana Bitcoin Bekerja?

Bitcoin Tembus US$ 100.000, Altcoin Mengikuti Tren Bullish

07/12/2024
XL Axiata Hadirkan Kartu Perdana Super Ngobrol

XL Axiata Hadirkan Kartu Perdana Super Ngobrol

29/03/2017
iPhone 16 dan Apple Watch Series 10: Semua yang Kita Ketahui Menjelang Apple Event September

iPhone 16 dan Apple Watch Series 10: Semua yang Kita Ketahui Menjelang Apple Event September

26/08/2024
Next Post
Pasien RSJ Menur 20% Naik Oleh Anak-Anak dan Remaja Kecanduan Gadget

Pasien RSJ Menur 20% Naik Oleh Anak-Anak dan Remaja Kecanduan Gadget

Misi AFC Cup Sukses, PSM Makassar Kalahkan Sabah FC 3-1

Misi AFC Cup Sukses, PSM Makassar Kalahkan Sabah FC 3-1

Gotong Royong TNI-POLRI dan Pemkab Takalar Bersihkan Pasar Pattallassang

Gotong Royong TNI-POLRI dan Pemkab Takalar Bersihkan Pasar Pattallassang

Klarifikasi Zara tentang Kampanye “The Jacket”, Dibuat Bulan September

Klarifikasi Zara tentang Kampanye "The Jacket", Dibuat Bulan September

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Trend Model Rambut Pria 2023

    Trend Model Rambut Pria 2023

    2260 shares
    Share 904 Tweet 565
  • Cara Mendapatkan YouTube Music Premium Tanpa Berlangganan

    1101 shares
    Share 440 Tweet 275
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3254 shares
    Share 1302 Tweet 814
  • Diet Sehat: Olahraga dan Makanan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Cara Menghilangkan Mata Panda Solusi Alami, Trik Makeup, dan Pilihan Concealer Terbaik

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 10 Parfum Pria Terbaik 2024: Aroma Elegan untuk Pria Percaya Diri

    1227 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Kalla Toyota Sukses Gelar Palopo Fun Run 5K, Semarakkan Festival Merah Putih dengan Semangat Kemerdekaan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bahasa Asing: Kunci Membuka Pintu Karir Global dan Kesuksesan di Indonesia

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Mengungkap Keunikan Rumah Tradisional Bugis di Sulawesi Selatan

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • 4 Perbedaan iPhone 13 Pro dan iPhone 12 Pro

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

WartakitaID
  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • #CEKFAKTA
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • OLAHRAGA
    • KESEHATAN
    • KEUANGAN
    • KULINER
    • NUSANTARA
    • PENDIDIKAN
    • GLOBAL
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • SEPAK BOLA
  • TEKNOLOGI
  • OTOMOTIF
  • KONTAK

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.