Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali memanas. Pyongyang mengancam akan memberikan ‘respons yang mengerikan’ jika drone dari Seoul kembali melintasi perbatasan. Ancaman ini muncul di tengah upaya Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang sempat memburuk.
Ancaman Balik Dari Pyongyang
Pemerintah Korea Utara telah melayangkan peringatan keras bahwa setiap drone dari Korea Selatan yang kembali terdeteksi melintasi perbatasan akan memicu ‘respons yang mengerikan’. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, melalui kantor berita resmi KCNA.
Kim Yo Jong menegaskan, “Saya memberikan peringatan sebelumnya bahwa terulangnya provokasi seperti itu yang melanggar kedaulatan yang tidak dapat dicabut dari DPRK (nama resmi Korea Utara), pasti akan memicu respons yang mengerikan.” Ia menambahkan bahwa pihak Korea Utara tidak akan mempersoalkan siapa pun, baik individu maupun organisasi sipil, yang berada di balik pengiriman drone tersebut.
Insiden Pemicu Ketegangan
Ancaman ini timbul setelah Korea Utara mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone pengintai pada bulan lalu. Peristiwa tersebut dinilai berpotensi mengancam upaya rekonsiliasi yang telah dirintis oleh Presiden Lee Jae Myung sejak menjabat. Sebelumnya, Presiden Lee juga sempat mengkritik kebijakan pendahulunya yang diduga melibatkan pengiriman drone untuk menyebarkan propaganda ke wilayah Korea Utara.
Penyelidikan Internal di Korea Selatan
Awalnya, pemerintah Korea Selatan secara resmi membantah keterlibatan dalam insiden penyusupan drone pada Januari lalu, dengan menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan ulah warga sipil. Namun, situasi berubah ketika satuan tugas gabungan militer-polisi Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan investigasi terhadap tiga tentara aktif dan satu staf badan intelijen. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk “mencari kebenaran secara menyeluruh” mengenai insiden tersebut.
Upaya Merusak Hubungan Bilateral
Menteri Unifikasi Seoul, Chung Dong-young, telah menyampaikan ‘penyesalan mendalam’ terkait insiden drone tersebut. Keterlibatan pemerintah Seoul, apabila terbukti, akan sangat bertentangan dengan upaya Presiden Lee untuk menurunkan ketegangan dengan Pyongyang. Chung sendiri sempat menyampaikan dugaan bahwa drone tersebut mungkin dikirim oleh staf pemerintah yang masih setia kepada mantan presiden Yoon Suk Yeol.
Insiden drone ini menjadi sorotan tajam dan berpotensi besar merusak upaya damai antara kedua negara yang, meskipun terbagi secara geografis, tetap terikat secara historis.























