Suasana tenang Pelabuhan Paotere, Makassar, mendadak terusik oleh insiden kebakaran yang melibatkan sebuah kapal nelayan. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan dan berujung pada evakuasi sembilan korban luka.
Kronologi dan Identifikasi Korban Insiden
- Peristiwa kebakaran terjadi di Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, saat aktivitas pembongkaran ikan.
- Ledakan dari mesin kapal menjadi pemicu utama kobaran api yang kemudian melalap bagian kapal.
- Sembilan korban, seluruhnya laki-laki, mengalami luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Insiden yang terjadi di Pelabuhan Paotere, Makassar, pada Selasa pagi (tanggal spesifik tidak disebutkan dalam sumber, namun perkiraan pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA) menyisakan keprihatinan.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, musibah bermula saat para nelayan tengah sibuk melakukan aktivitas pembongkaran hasil tangkapan ikan.
Ledakan Misterius di Jantung Kapal
Tiba-tiba, suara ledakan keras menggema dari area mesin kapal, disusul dengan kobaran api yang dengan cepat membesar. Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahir, menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. “Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Penanganan Sigap dan Kondisi Korban
BPBD Makassar bersama unsur terkait bergerak cepat untuk menangani situasi darurat ini. Pendataan korban menjadi prioritas utama. Akibat kejadian tragis ini, sembilan orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Detail luka korban mencakup delapan orang dengan kategori luka berat dan satu orang lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Kodamar VI Makassar.
Identitas sembilan korban yang telah dirilis meliputi Dg Gassing (37), Dg Lanti’ (60), Dg Tangga (65), Rusli Dg Ngewa (45), Dg Rahmat (44), Dg Itung (35), Ardi (16), Putra (16), dan Irisanga Dg Gadding (65). Para korban, yang seluruhnya berprofesi sebagai nelayan, kini tengah menjalani penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.
Tindakan Medis dan Imbauan Keselamatan
Setibanya di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, para korban langsung menjalani triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menentukan prioritas penanganan. Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, menjelaskan bahwa korban luka bakar ditangani dengan fasilitas Hiperbarik Chamber yang sangat penting untuk mempercepat penyembuhan jaringan. Sementara itu, korban yang mengalami patah tulang akan segera menjalani tindakan operasi.
Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI), Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, turut memberikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Ia menekankan urgensi peningkatan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan kerja.
Pemeriksaan rutin dan menyeluruh terhadap kondisi mesin serta sistem bahan bakar kapal menjadi krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam situasi darurat dan memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para nelayan, yang merupakan pilar penting bagi perekonomian maritim Indonesia.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: MA. Untung























