Sabtu, 21 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Cek Faktanya

Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum

Tahun 2024 telah menjadi saksi berbagai peristiwa yang menggugah rasa aman dan keamanan warga

by Redaktur
31/12/2024
in Cek Faktanya, Hukum & Keadilan
Reading Time: 7 mins read
A A
Wartakita Kaleidoskop Hukum Kriminal 2024

Tahun 2024 telah menjadi saksi berbagai peristiwa yang menggugah rasa aman dan keamanan warga Kota Makassar. Berbagai kasus kriminalitas yang menonjol menguji kesigapan aparat penegak hukum dan partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban. Artikel ini akan menyoroti sejumlah kasus kriminalitas yang mencuri perhatian, upaya kepolisian dalam menanggulangi kejahatan, serta peran penting warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kasus-Kasus Kriminalitas Menonjol

Pencurian

Pada awal tahun 2024, Kota Makassar dihebohkan dengan beberapa kasus pencurian yang melibatkan kelompok terorganisir yang menargetkan pusat-pusat perbelanjaan dan pemukiman warga. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah pemuda yang diikat di tiang listrik dan diamuk warga karena dituduh mencuri di sebuah pasar di Kecamatan Tamalate. Berkat respons cepat dari kepolisian, pemuda tersebut berhasil diamankan dan diperiksa lebih lanjut.

Perampokan

Sejumlah kasus perampokan bersenjata juga tercatat di berbagai kawasan Kota Makassar. Salah satu peristiwa yang menyita perhatian adalah perampokan bank yang terjadi pada bulan Maret, di mana pelaku berhasil melarikan diri dengan jumlah uang yang cukup besar. Kejadian ini menunjukkan bahwa tindak kejahatan di Makassar tidak lagi mengenal tempat, bahkan di tengah pusat-pusat ekonomi.

Kekerasan

Kasus kekerasan juga mewarnai tahun 2024, dengan beberapa insiden yang melibatkan kelompok remaja yang bentrok di jalanan. Perseteruan antar kelompok ini sering kali dipicu oleh hal sepele namun berujung pada aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar mencatat ada 55 kasus kekerasan seksual sepanjang tahun 2024, dengan 33 korban anak-anak.

Upaya Penegakan Hukum

Kepolisian

Kepolisian Kota Makassar telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kejahatan dan memastikan keamanan warga. Operasi gabungan rutin digelar untuk memberantas sindikat kriminal yang beroperasi di wilayah ini. Selain itu, peningkatan patroli di kawasan rawan kejahatan juga dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal. Kejaksaan Negeri Makassar juga aktif melakukan penyuluhan hukum dan penanganan perkara yang komprehensif.

Uang Palsu

Pada 19 Desember 2024, kepolisian telah menggerebek Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Di situ, ditemukan ratusan lembar uang palsu dan sejumlah alat-alat produksi. Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Yudhiawan Wibisono mengatakan alat-alat produksi dipimpin oleh Kepala Perpustakaan yang berinisial AI. “Sebelum diproduksi di salah satu ruangan di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, pencetakan pencetakan uang palsu dilakukan di rumah ASS, yang diketahui sebagai seorang pengusaha ternama,” ucap Yudhiawan.

Polisi juga menyita sejumlah alat produksi berupa satu uni mesin cetak besar GM-247IIMP-25 offset printing machine,satu bungkus bubuk aluminium, satu kaleng tinta masing-masing warna putih, merah dipesan dari China. Kemudian ada kaleng tinta warna hitam, 13 tinta printer, timbangan digital dan sembilan lembar plat khusus, sembilan ponsel, satu sepeda motor dan dua mobil. Polda Sulawesi Selatan menetapkan sebanyak 17 orang sebagai tersangka pembuat sekaligus pengedar uang palsu.

Kasus Polisi dan Warga Sipil

1. Kematian Bocah 13 Tahun di Jembatan Kuranji, Padang. Afif Maulana, bocah berumur 13 tahun yang ditemukan tak bernyawa di bawah Jembatan Kuranji, Padang. Ia diduga tewas karena dianiaya anggota Samapta Bhayangkara yang bertugas melerai tawuran pada Ahad 9 Juni 2024. Kronologi dari polisi menyebutkan bahwa korban terlibat dalam konvoi yang kemudian sengaja menjatuhkan diri ke jembatan saat bertemu polisi.

“Teman korban berinisial A itu bercerita, jika pada malam kejadian korban berboncengan dengannya di Jembatan Aliran Batang Kuranji, “ ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Padang, Indira Suryani menduga, pada Kamis, 20 Juni 2024.

Kemudian, korban AM dan A yang sedang mengendarai motor dihampiri polisi yang sedang melakukan patroli. Tiba-tiba kendaraan korban ditendang oleh polisi dan AM terlempar ke pinggir jalan. Ketika itu, kata A kepada LBH Padang, jaraknya sekitar 2 meter dari AM. Lalu, A diamankan oleh polisi ke Polsek Kuranji. A sempat melihat korban AM dikerumuni oleh polisi, tapi kemudian mereka terpisah.

2. Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang. Seorang siswa SMK inisial GRO usia 17 tahun, tewas usai didor polisi di bagian pinggul. Kejadiannya terjadi pada Ahad dini hari, 24 November 2024. Menurut pembelaan Polrestabes Semarang, personelnya, Aipda RZ, melepaskan timah panas kepada korban lantaran remaja tersebut melawan saat dilerai dari tawuran. Keterangan polisi berbeda dengan penuturan sejumlah saksi yang menyebut tidak ada tawuran di TKP. Pernyataan itu didukung rekaman CCTV di tempat tersebut. Dalam video yang beredar di media sosial tampak bagaimana Aipda RZ melepaskan tembakan kepada korban.

3. Brimob Tembak Mati Pencuri Kelapa Sawit. Personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung yang melakukan pengamanan di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bumi Permai Lestasi (BPL) dilaporkan menembak mati warga yang melakukan pencurian buah kelapa sawit. Korban diketahui bernama Beni warga Dusun Sungkai Desa Tugang Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat meninggal dunia di areal perkebunan sawit PT BPL, Ahad Sore, 24 November 2024 sekitar 16.00 WIB dan dimakamkan Senin Pagi, 25 November 2024.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Fauzan Sukmawansyah mengatakan peristiwa tersebut bermula saat satuan Brimob menindaklanjuti laporan pihak perusahaan yang melaporkan telah terjadi pencurian di wilayah perkebunan perusahaan. Personel Brimob dan staf asisten PT BPL kemudian mendatangi lokasi tersebut dan melihat ada lima orang pencuri sedang menjalankan aksinya. Ia menyebut para personel Brimob dan staf asisten PT BPL sempat memberikan imbauan untuk berhenti dan diberikan tembakan peringatan sebanyak 12 kali. Namun, personel akhirnya menembak salah satu pelaku. Fauzan mengaku korban sempat diberikan tindakan medis di puskesmas terdekat sebelum akhirnya meninggal.

4. Polisi Bunuh Ibu Kandung di Cileungsi. Sepekan setelah kejadian naas yang menimpa siswa SMK berinisial GRO, pada Ahad, 1 Desember 2024, seorang ibu tewas di tangan anaknya yang merupakan seorang polisi. Anggota Kepolisian Resor Kota Bekasi itu bernama Ajun Inspektur Dua Nikson Pangaribuan alias Ucok. Polisi berpangkat Bintara, umur 41 tahun itu berdinas di salah satu polres di Polda Metro Jaya itu menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal. Polisi bunuh ibu kandung itu terjadi di Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

5. Polisi Curi Mobil dan Bunuh Warga. Kasus ini mencuat usai penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Jumat, 6 Desember lalu. Mayat itu ditemukan tanpa identitas. Seorang sopir taksi online, Muhammad Haryono, lantas mendatangi Polres Palangkaraya pada 10 Desember. Ia memberikan informasi mayat itu diduga dibunuh oleh Brigadir Anton. Haryono menceritakan Brigadir Anton mulanya menghampiri korban dan mengaku sebagai Polda yang mendapat informasi tentang pungutan liar di Pos Lantas 38. Anton kemudian mengajak korban menaiki mobil Daihatsu Sigranya untuk mendatangi Pos Lantas 38. Ini guna meyakinkan korban soal pungutan liar. BA pun menurut, lalu duduk di kursi kiri depan sebelah Haryono yang memegang kemudi.

Anton lalu meminta Haryono mengemudi ke arah Kasongan, Kabupaten Katingan. Kemudian, ia meminta Haryono untuk kembali dan putar arah. Pada posisi tersebut, Haryono mendengar letusan tembakan. Setelah letusan tembakan, Anton meminta Haryono untuk putar balik ke arah Kasongan. Kemudian terdengar letusan tembakan kedua. Setelah itu, Korba dibuang dan mobil Grandmax dicuri.

Teknologi Pengamanan

Kepolisian juga memanfaatkan teknologi dalam upaya penegakan hukum. Pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai lokasi strategis telah membantu mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku kejahatan. Selain itu, pengembangan aplikasi pelaporan daring memudahkan warga untuk melaporkan kejadian kriminal secara cepat dan efisien.

Partisipasi Warga dalam Menjaga Keamanan

Partisipasi aktif warga menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Pembentukan pos keamanan lingkungan (Poskamling) di berbagai kecamatan telah memberikan dampak positif dalam mencegah kejahatan. Warga pun semakin sadar akan pentingnya saling menjaga dan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman.

BACA JUGA:

Wali Kota Makassar Mendesak Tindakan Tegas Terhadap Permainan Senjata Mainan yang Meresahkan Warga

Jukir Liar Tanah Abang Diamankan Polisi Setelah Viral Tarif Parkir Rp 100 Ribu

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

Vonis Bebas Driver Ojol Setelah 6 Bulan Dipenjara: Keadilan yang Tertunda dan Tuntutan Ganti Rugi

Melampaui Pesta Kembang Api: Lima Jurus Jitu Membangun Tahun Baru Penuh Makna dan Produktivitas

Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian juga diwujudkan dalam program-program kampanye kesadaran, seperti penyuluhan keamanan, pelatihan mandiri, dan patroli malam bersama. Tak jarang, warga ikut serta dalam kegiatan forum masyarakat seperti rapat RT/RW untuk membahas masalah keamanan dan mencari solusi bersama.

Penutup

Tahun 2024 menunjukkan bahwa kriminalitas dan penegakan hukum terus menjadi tantangan bagi Kota Makassar dan Indonesia. Namun, dengan upaya keras dari kepolisian membenahi kinerja dan jajarannya, serta partisipasi aktif warga yang sesuai dengan perintah Kapolri agar merekan setiap pelanggaran anggota POLRI, diharapkan penegakan hukum, ketertiban dan keamanan di kota ini dapat terus terjaga. Mari bersama-sama kita terus tingkatkan kewaspadaan dan kerja sama untuk menjadikan Kota Makassar tempat yang lebih aman dan nyaman bagi semua.

Tags: kaleidoskop2024kepolisiantahun barutahun baru 2025
Share14Tweet9Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan Jelang Pencairan THR Idul Fitri 2026

06/03/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

03/03/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

Putusan MK: Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal Perintangan Penyidikan Dinyatakan Inkonstitusional, Ruang Tafsir Subjektif Tertutup

03/03/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

HOAX! Program Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis 5-28 Februari 2026 Dipastikan Tidak Ada

14/02/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

Lindungi Privasi Online Anda: Panduan Lengkap Melawan Pelacakan Digital

27/01/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

PT Pegadaian Beri Jurus Ampuh Hindari Penipuan Rekrutmen Palsu di Era Digital

27/01/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

Patroli Siber Polri: Garda Terdepan Melawan Penipuan Digital, Solusi Cepat Blokir Rekening Pelaku

25/01/2026
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

25/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    230 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Dari Garasi Militer ke Metaverse: Internet, Bukan Sekadar Jari Jempolmu

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Kaleidoskop Kriminalitas 2024: Antara Aksi Nekat, Kelakuan Oknum dan Upaya Penegakan Hukum - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.