Upaya monumental Geopark Maros-Pangkep untuk mempertahankan predikat bergengsi sebagai UNESCO Global Geopark memasuki fase krusial. Pengajuan dokumen revalidasi telah rampung, menandai kesiapan penuh menghadapi penilaian internasional yang akan menentukan masa depan kawasan karst yang kaya warisan alam dan budaya ini.
- Badan Pengelola MPUGGp telah resmi mengajukan dokumen revalidasi ke Komite Nasional Geopark Indonesia.
- Kesiapan administrasi mencapai 100%, sementara kesiapan fisik lapangan diprediksi 80%.
- Tim asesor UNESCO dijadwalkan mengunjungi kawasan pada Juli 2026.
- Pemerintah daerah Maros dan Pangkajene Kepulauan memberikan dukungan penuh dalam proses ini.
- Kunjungan Menteri Kehutanan diapresiasi sebagai dorongan penting bagi konservasi kawasan.
Geopark Maros-Pangkep Siapkan Diri untuk Revalidasi UNESCO
Proses revalidasi merupakan tahapan penting bagi setiap UNESCO Global Geopark untuk mempertahankan statusnya. Geopark Maros-Pangkep, yang telah diakui secara global, kini tengah berjuang untuk membuktikan kembali komitmennya terhadap konservasi, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan. Pengajuan dokumen revalidasi kepada Komite Nasional Geopark Indonesia merupakan langkah awal yang menunjukkan keseriusan pengelola.
General Manajer MPUGGp, Dedy Irfan Bachri, mengonfirmasi bahwa aspek administrasi revalidasi telah sepenuhnya siap. Ini mencakup kelengkapan data, laporan capaian, serta dokumen pendukung lainnya yang krusial bagi penilaian tim asesor internasional. Sementara itu, kesiapan fisik di lapangan, yang meliputi infrastruktur pendukung, pengelolaan situs, dan partisipasi masyarakat, diperkirakan telah mencapai 80%.
Jadwal Penting Menanti: Kedatangan Tim Asesor UNESCO
Salah satu agenda terpenting dalam proses revalidasi adalah kedatangan tim asesor dari UNESCO. Berdasarkan informasi yang ada, tim penilai internasional ini dijadwalkan akan mengunjungi Geopark Maros-Pangkep pada bulan Juli 2026. Kunjungan ini akan menjadi momen krusial di mana tim asesor akan melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi lapangan, manajemen pengelolaan, serta dampak positif geopark terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sinergi Pemerintah dan Pengelola Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan proses revalidasi ini sangat bergantung pada sinergi antara tim pengelola Geopark Maros-Pangkep dengan pemerintah daerah. Dedy Irfan Bachri menekankan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan antara Badan Pengelola MPUGGp dengan Pemerintah Kabupaten Maros dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Keterlibatan penuh pemerintah daerah, baik dalam aspek regulasi, pendanaan, maupun dukungan logistik, menjadi elemen vital untuk memastikan Geopark Maros-Pangkep dapat memenuhi semua kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO.
Perjalanan Geopark Maros-Pangkep mempertahankan statusnya adalah cerminan dari komitmen kolektif terhadap pelestarian keajaiban geologis dan warisan budaya yang tak ternilai.
Dukungan Kementerian Terhadap Konservasi Kawasan Karst
Apresiasi khusus diberikan oleh manajemen MPUGGp atas kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada 1 Februari 2026. Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan moril, tetapi juga memberikan penegasan pentingnya upaya konservasi yang berkelanjutan di kawasan karst Maros-Pangkep. Kehadiran menteri diharapkan dapat memperkuat kebijakan perlindungan lingkungan dan ekosistem yang menjadi nadi Geopark Maros-Pangkep.
Dengan persiapan yang matang, dukungan solid dari pemerintah, serta optimisme yang tinggi, Geopark Maros-Pangkep optimis dapat mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark. Keberhasilan ini akan menjadi pengakuan atas kerja keras dalam menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam serta budaya demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang.























