Senin, 28 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Erupsi Gunung Agung

by Redaktur
26/11/2017
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2015-2018
Reading Time: 6 mins read
A A
gunung-agung-bali-1

Masyarakat mengamati erupsi gunung Agung dari desa Suwat Kab. Gianyar. Masyarakat Bali saat ini tetap tenang menghadapi erupsi gunung Agung (foto: twitter @Sutopo_BNPB)

BALI – Erupsi freatik gunung Agung yang dimulai sejak Selasa (21/11) pukul 17.05 WITA (rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG) yang ditandai dengan keluarnya asap putih akibat adanya uap air bertekanan tinggi.

Video dari drone di atas puncak kawah Gunung Agung pada 22/11/2017 pukul 17.10 WITA. 90% puncak gunung tertutup awan. Tidak terlihat asap kelabu gelap keluar dari kawah. Aktivitas vulkanik juga tidak ada peningkatan. Status Siaga (level 3). Bali aman. pic.twitter.com/331tDvuvHw

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 23, 2017

Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke dalam tanah di dalam kawah kemudian kontak langsung dengan magma. Letusan freatik disertai dengan asap, abu dan material yang ada di dalam kawah.

Gunung Agung kembali erupsi pada 25/11/2017 pukul 17:30 WITA. Tinggi kolom abu 1.500 meter. Status Siaga (level 3). Di dalam radius 6-7,5 km dilarang untuk ada aktivitas masyarakat. Kondisi Bali tetap aman. Masyarakat tidak panik. pic.twitter.com/EbijQ3Ny18

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Sedangkan letusan tipe erupsi magmatik gunung Agung baru dimulai pada hari Sabtu (25/11) pukul 17.30 WITA. Gunung Agung mengeluarkan kolom berwarna abu-abu setinggi 1500 meter. Berbeda dengan letusan freatik yang disebabkan air yang menyentuh magma, letusan magmatik gunung mengeluarkan magma dari kawahnya.

Erupsi Gunung Agung difoto dari sektor timur di Desa Batur Kintamani. Warna kuning kemerahan efek dari cahaya sinar matahari. Erupsi Gunung Agung, tinggi 2.000 meter dari atas puncak pada 26/11/2017 pukul 05.05 WITA, kemudian 3.000 meter pada pukul 05.45 WITA. pic.twitter.com/vf8nGzlctq

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Meski telah memasuki fase erupsi magmatik, status gunung Agung sampai hari ini, Minggu (26/11) masih Siaga Level 3, radius 6 – 7,5 km harus dikosongkan dari aktifitas masyarakat.

Erupsi magmatik Gunung Agung saat ini 26/11/2017 pukul 14.30 WITA. Erupsi sejak semalam sudah tipe erupsi magmatik. Bukan tipe freatik. Itulah yang menyebabkan erupsi menerus mengeluarkan asap dan abu vulkanik gelap. Masyarakat dihimbau meninggalkan radius 6-7,5 km dengan tertib. pic.twitter.com/ehbtMC4YYp

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Erupsi Gunung Agung pada 26/11/2017 pagi. Warna kemerahan itu bukan api atau lava. Tetapi efek dari sinar matahari yang masuk ke dalam kolom abu vulkanik. #BaliTetapAman #bali #balisafe #safebali #Bali volcano pic.twitter.com/YHyhQb9njw

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Warna kuning kemerahan dari erupsi Gunung Agung adalah efek cahaya sinar matahari saja. Bukan dari lava pijar atau api yang keluar dari kawah Gunung Agung. Kolom letusan abu vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah Gunung Agung. pic.twitter.com/hlwoqtsppi

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Erupsi Gunung Agung, teramati ketinggian 2.000 meter dari atas puncak pada 26/11/2017 pukul 05.05 WITA. Kemudian mengalami peningkatan pada pukul 05.45 dengan perkiraan ketinggian 3000 meter dari atas puncak. Ancaman potensi bahaya masih berupa ancaman abu vulkanik. pic.twitter.com/gLhjwouyIe

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Beberapa penerbangan internasional membatalkan penerbangan ke dan dari bandara Ngurah Rai sejak Sabtu 25/11, sedangkan maskapai nasional Garuda dan Citilink baru membatalkan penerbangam ke bandara Ngurah Rai Bali sejak hari Minggu (25/11) pukul 16.30 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak bisa memastikan apakah Gunung Agung, Bali, akan meletus secara dahsyat, atau eksplosif seperti yang terjadi pada tahun 1963. Saat ini, meski tercatat sudah terjadi lima kali letusan, tetapi PVMBG menyatakan letusan itu masih kategori efusif.

“Tahun 1963, begitu keluar lava langsung meletus,” kata I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu 26 November 2017.

Menurut Gede Suantika, lava pijar sudah naik ke kawah dan sedang memenuhi lantai kawah. Jika kawah sudah penuh, lava pijar akan meluncur dari puncak gunung ke bawah.

“Lava masih memenuhi lantai kawah. Kalau sudah penuh, dia akan meleleh ke bawah. Saat ini masih terus keluar,” ujarnya.

Sementara itu, puncak Gunung Agung saat ini tak bisa terpantau secara visual, sebab kabut tebal menyelimuti gunung berketinggian 3.142 mdpl itu. Walau pun begitu, semburan abu dari kawah gunung masih bisa terlihat karena memiliki warna abu-abu kehitaman yang sebarannya mengarah ke Lombok.

Sebaran abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke wilayah Lombok. pic.twitter.com/csYMfmShdG

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

BACA JUGA:

Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

BREAKING NEWS: 8 Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak Pasca Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

PVMBG juga masih mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Agung di level III atau siaga. Dan, status akan ditingkatkan jika letusan besar terjadi. Sejauh ini, PVMBG merekomendasikan agar tak ada warga yang beraktivitas di zona merah dalam radius enam kilometer dari puncak gunung dan dalam sektoral 7,5 kilometer ke arah timur, barat, utara dan selatan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BalierupsiGunung Agung
Share7Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Erupsi Gunung Agung - Featured

Sulawesi Selatan Siap Hadapi Udara Panas Ekstrem: Ini Prediksi BMKG 24-26 September 2026

26/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

1.200 Ton Sampah Menggunung di Gowa: Krisis BBM dan Akses TPA Lumpuhkan Pengelolaan Limbah

23/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Warga Sangatta Diserang Buaya 4,4 Meter: Polisi Keluarkan Imbauan Keras

21/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Harga Beras Premium Naik 15% Jelang Akhir Tahun 2026, Ini Penyebabnya

20/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Startup Teknologi Pertanian Sulsel Raih Pendanaan Seri A Rp 50 Miliar dari VC Singapura

20/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

20/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Gempa Magnitudo di Atas 3,0 di Indonesia: Laporan 24 Jam Terakhir (Hingga 19 September 2026)

19/09/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

15/09/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.