Minggu, 18 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Erupsi Gunung Agung

by Redaktur
26/11/2017
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2015-2018
Reading Time: 6 mins read
A A
gunung-agung-bali-1

Masyarakat mengamati erupsi gunung Agung dari desa Suwat Kab. Gianyar. Masyarakat Bali saat ini tetap tenang menghadapi erupsi gunung Agung (foto: twitter @Sutopo_BNPB)

BALI – Erupsi freatik gunung Agung yang dimulai sejak Selasa (21/11) pukul 17.05 WITA (rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG) yang ditandai dengan keluarnya asap putih akibat adanya uap air bertekanan tinggi.

Video dari drone di atas puncak kawah Gunung Agung pada 22/11/2017 pukul 17.10 WITA. 90% puncak gunung tertutup awan. Tidak terlihat asap kelabu gelap keluar dari kawah. Aktivitas vulkanik juga tidak ada peningkatan. Status Siaga (level 3). Bali aman. pic.twitter.com/331tDvuvHw

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 23, 2017

Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke dalam tanah di dalam kawah kemudian kontak langsung dengan magma. Letusan freatik disertai dengan asap, abu dan material yang ada di dalam kawah.

Gunung Agung kembali erupsi pada 25/11/2017 pukul 17:30 WITA. Tinggi kolom abu 1.500 meter. Status Siaga (level 3). Di dalam radius 6-7,5 km dilarang untuk ada aktivitas masyarakat. Kondisi Bali tetap aman. Masyarakat tidak panik. pic.twitter.com/EbijQ3Ny18

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Sedangkan letusan tipe erupsi magmatik gunung Agung baru dimulai pada hari Sabtu (25/11) pukul 17.30 WITA. Gunung Agung mengeluarkan kolom berwarna abu-abu setinggi 1500 meter. Berbeda dengan letusan freatik yang disebabkan air yang menyentuh magma, letusan magmatik gunung mengeluarkan magma dari kawahnya.

Erupsi Gunung Agung difoto dari sektor timur di Desa Batur Kintamani. Warna kuning kemerahan efek dari cahaya sinar matahari. Erupsi Gunung Agung, tinggi 2.000 meter dari atas puncak pada 26/11/2017 pukul 05.05 WITA, kemudian 3.000 meter pada pukul 05.45 WITA. pic.twitter.com/vf8nGzlctq

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Meski telah memasuki fase erupsi magmatik, status gunung Agung sampai hari ini, Minggu (26/11) masih Siaga Level 3, radius 6 – 7,5 km harus dikosongkan dari aktifitas masyarakat.

Erupsi magmatik Gunung Agung saat ini 26/11/2017 pukul 14.30 WITA. Erupsi sejak semalam sudah tipe erupsi magmatik. Bukan tipe freatik. Itulah yang menyebabkan erupsi menerus mengeluarkan asap dan abu vulkanik gelap. Masyarakat dihimbau meninggalkan radius 6-7,5 km dengan tertib. pic.twitter.com/ehbtMC4YYp

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Erupsi Gunung Agung pada 26/11/2017 pagi. Warna kemerahan itu bukan api atau lava. Tetapi efek dari sinar matahari yang masuk ke dalam kolom abu vulkanik. #BaliTetapAman #bali #balisafe #safebali #Bali volcano pic.twitter.com/YHyhQb9njw

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Warna kuning kemerahan dari erupsi Gunung Agung adalah efek cahaya sinar matahari saja. Bukan dari lava pijar atau api yang keluar dari kawah Gunung Agung. Kolom letusan abu vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah Gunung Agung. pic.twitter.com/hlwoqtsppi

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Erupsi Gunung Agung, teramati ketinggian 2.000 meter dari atas puncak pada 26/11/2017 pukul 05.05 WITA. Kemudian mengalami peningkatan pada pukul 05.45 dengan perkiraan ketinggian 3000 meter dari atas puncak. Ancaman potensi bahaya masih berupa ancaman abu vulkanik. pic.twitter.com/gLhjwouyIe

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Beberapa penerbangan internasional membatalkan penerbangan ke dan dari bandara Ngurah Rai sejak Sabtu 25/11, sedangkan maskapai nasional Garuda dan Citilink baru membatalkan penerbangam ke bandara Ngurah Rai Bali sejak hari Minggu (25/11) pukul 16.30 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak bisa memastikan apakah Gunung Agung, Bali, akan meletus secara dahsyat, atau eksplosif seperti yang terjadi pada tahun 1963. Saat ini, meski tercatat sudah terjadi lima kali letusan, tetapi PVMBG menyatakan letusan itu masih kategori efusif.

“Tahun 1963, begitu keluar lava langsung meletus,” kata I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu 26 November 2017.

Menurut Gede Suantika, lava pijar sudah naik ke kawah dan sedang memenuhi lantai kawah. Jika kawah sudah penuh, lava pijar akan meluncur dari puncak gunung ke bawah.

“Lava masih memenuhi lantai kawah. Kalau sudah penuh, dia akan meleleh ke bawah. Saat ini masih terus keluar,” ujarnya.

Sementara itu, puncak Gunung Agung saat ini tak bisa terpantau secara visual, sebab kabut tebal menyelimuti gunung berketinggian 3.142 mdpl itu. Walau pun begitu, semburan abu dari kawah gunung masih bisa terlihat karena memiliki warna abu-abu kehitaman yang sebarannya mengarah ke Lombok.

Sebaran abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke wilayah Lombok. pic.twitter.com/csYMfmShdG

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

BACA JUGA:

Investor Kakap Reuni di Bali, Target Investasi Rp 536 Triliun – Wartakita.id

Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

BREAKING NEWS: 8 Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak Pasca Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

PVMBG juga masih mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Agung di level III atau siaga. Dan, status akan ditingkatkan jika letusan besar terjadi. Sejauh ini, PVMBG merekomendasikan agar tak ada warga yang beraktivitas di zona merah dalam radius enam kilometer dari puncak gunung dan dalam sektoral 7,5 kilometer ke arah timur, barat, utara dan selatan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BalierupsiGunung Agung
Share7Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Sebuah kabut tebal menutupi tanah Aceh dengan warna kuning lembut, menyelimuti pegunungan jauh yang hanya terlihat kabur. Latar belakang menampilkan area pedesaan dengan pohon-pohon terpapar kabut dan

BMKG Ungkap: Kabut Asap di Aceh Disebabkan Asap Kiriman dari Kalimantan dan Sumatera

17/10/2026
Sebuah kelompok orang yang terlihat khawatir berkumpul di sekitar sebuah peta besar di atas meja konferensi. Mereka membahas strategi untuk mengurangi dampak kabut asap, dengan satu orang menunjuk ke

Stafsus Gubernur Jakarta Bicara Mitigasi Asap Karhutla, PJJ dan Modifikasi Cuaca

17/10/2026
Sebuah kabut tebal menghampiri desa, menciptakan suasana yang suram dan menekan. Anak-anak, berpakaian sederhana, bermain di lapangan main kecil yang berdebu. Wajah mereka tersembunyi oleh kabut, menu

IDAI: Karhutla Menimbulkan Ancaman Kesehatan Anak di Indonesia

17/10/2026
Sehari yang cerah di Malang dengan langit biru cerah. Matahari tinggi di langit, menyinari cahaya emas yang hangat ke bawah. Orang-orang dilihat menikmati cuaca yang menyenangkan, beberapa berjalan di

Cuaca Malang 17 Oktober 2026: Cerah, Suhu Siang 29°C – Wartakita.id

17/10/2026
RR. Nur, in a modern kitchen with minimal decor, is preparing a meal using fresh, locally-sourced ingredients. The kitchen is filled with reusable containers and natural materials, reflecting a zero w

Panduan Praktis Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur Rumah Tangga

17/10/2026
RR. Nur, a meteorologist, is shown in front of a large digital weather screen displaying accurate predictions for Surabaya, East Java on October 17, 2026. The screen shows detailed weather patterns an

Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini: BMKG Rilis Prediksi Akurat untuk 17 Oktober 2026

17/10/2026
Seandscape with a clear sky partially covered by light clouds, sun casting a warm light, trees swaying gently, and rolling green hills in the distance, symbolizing a predominantly clear and slightly c

Prakiraan Cuaca Jabar 17 Oktober 2026

17/10/2026
RR. Nur berdiri di tengah hutan dengan pohon-pohon rindang dan langit yang dipenuhi awan hitam. Angin kencang berhembus, menyebabkan daun-daun bergerak dan ranting-ranting bergetar. Di latar belakang,

Peringatan Dini Cuaca Indonesia 17 Oktober 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang

17/10/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    856 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Karhutla di Tebing Karst Pangkep Meluas, Capai 93,43 Hektare

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kelemahan Motor Listrik dan Penurunan Penjualan Merek Mobil, Wartakita.id

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.