Sabtu, 28 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Erupsi Gunung Agung

by Redaktur
26/11/2017
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2015-2018
Reading Time: 6 mins read
A A
Erupsi Gunung Agung - Arsip

Masyarakat mengamati erupsi gunung Agung dari desa Suwat Kab. Gianyar. Masyarakat Bali saat ini tetap tenang menghadapi erupsi gunung Agung (foto: twitter @Sutopo_BNPB)

BALI – Erupsi freatik gunung Agung yang dimulai sejak Selasa (21/11) pukul 17.05 WITA (rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG) yang ditandai dengan keluarnya asap putih akibat adanya uap air bertekanan tinggi.

Video dari drone di atas puncak kawah Gunung Agung pada 22/11/2017 pukul 17.10 WITA. 90% puncak gunung tertutup awan. Tidak terlihat asap kelabu gelap keluar dari kawah. Aktivitas vulkanik juga tidak ada peningkatan. Status Siaga (level 3). Bali aman. pic.twitter.com/331tDvuvHw

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 23, 2017

Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke dalam tanah di dalam kawah kemudian kontak langsung dengan magma. Letusan freatik disertai dengan asap, abu dan material yang ada di dalam kawah.

Gunung Agung kembali erupsi pada 25/11/2017 pukul 17:30 WITA. Tinggi kolom abu 1.500 meter. Status Siaga (level 3). Di dalam radius 6-7,5 km dilarang untuk ada aktivitas masyarakat. Kondisi Bali tetap aman. Masyarakat tidak panik. pic.twitter.com/EbijQ3Ny18

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Sedangkan letusan tipe erupsi magmatik gunung Agung baru dimulai pada hari Sabtu (25/11) pukul 17.30 WITA. Gunung Agung mengeluarkan kolom berwarna abu-abu setinggi 1500 meter. Berbeda dengan letusan freatik yang disebabkan air yang menyentuh magma, letusan magmatik gunung mengeluarkan magma dari kawahnya.

Erupsi Gunung Agung difoto dari sektor timur di Desa Batur Kintamani. Warna kuning kemerahan efek dari cahaya sinar matahari. Erupsi Gunung Agung, tinggi 2.000 meter dari atas puncak pada 26/11/2017 pukul 05.05 WITA, kemudian 3.000 meter pada pukul 05.45 WITA. pic.twitter.com/vf8nGzlctq

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Meski telah memasuki fase erupsi magmatik, status gunung Agung sampai hari ini, Minggu (26/11) masih Siaga Level 3, radius 6 – 7,5 km harus dikosongkan dari aktifitas masyarakat.

Erupsi magmatik Gunung Agung saat ini 26/11/2017 pukul 14.30 WITA. Erupsi sejak semalam sudah tipe erupsi magmatik. Bukan tipe freatik. Itulah yang menyebabkan erupsi menerus mengeluarkan asap dan abu vulkanik gelap. Masyarakat dihimbau meninggalkan radius 6-7,5 km dengan tertib. pic.twitter.com/ehbtMC4YYp

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Erupsi Gunung Agung pada 26/11/2017 pagi. Warna kemerahan itu bukan api atau lava. Tetapi efek dari sinar matahari yang masuk ke dalam kolom abu vulkanik. #BaliTetapAman #bali #balisafe #safebali #Bali volcano pic.twitter.com/YHyhQb9njw

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Warna kuning kemerahan dari erupsi Gunung Agung adalah efek cahaya sinar matahari saja. Bukan dari lava pijar atau api yang keluar dari kawah Gunung Agung. Kolom letusan abu vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah Gunung Agung. pic.twitter.com/hlwoqtsppi

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

Erupsi Gunung Agung, teramati ketinggian 2.000 meter dari atas puncak pada 26/11/2017 pukul 05.05 WITA. Kemudian mengalami peningkatan pada pukul 05.45 dengan perkiraan ketinggian 3000 meter dari atas puncak. Ancaman potensi bahaya masih berupa ancaman abu vulkanik. pic.twitter.com/gLhjwouyIe

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

Beberapa penerbangan internasional membatalkan penerbangan ke dan dari bandara Ngurah Rai sejak Sabtu 25/11, sedangkan maskapai nasional Garuda dan Citilink baru membatalkan penerbangam ke bandara Ngurah Rai Bali sejak hari Minggu (25/11) pukul 16.30 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak bisa memastikan apakah Gunung Agung, Bali, akan meletus secara dahsyat, atau eksplosif seperti yang terjadi pada tahun 1963. Saat ini, meski tercatat sudah terjadi lima kali letusan, tetapi PVMBG menyatakan letusan itu masih kategori efusif.

“Tahun 1963, begitu keluar lava langsung meletus,” kata I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu 26 November 2017.

Menurut Gede Suantika, lava pijar sudah naik ke kawah dan sedang memenuhi lantai kawah. Jika kawah sudah penuh, lava pijar akan meluncur dari puncak gunung ke bawah.

“Lava masih memenuhi lantai kawah. Kalau sudah penuh, dia akan meleleh ke bawah. Saat ini masih terus keluar,” ujarnya.

Sementara itu, puncak Gunung Agung saat ini tak bisa terpantau secara visual, sebab kabut tebal menyelimuti gunung berketinggian 3.142 mdpl itu. Walau pun begitu, semburan abu dari kawah gunung masih bisa terlihat karena memiliki warna abu-abu kehitaman yang sebarannya mengarah ke Lombok.

Sebaran abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke wilayah Lombok. pic.twitter.com/csYMfmShdG

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 26, 2017

BACA JUGA:

Arus Mudik Nyepi 2020 Bali: Antrean Kendaraan 30 Km di Gilimanuk, Upaya Penanganan dan Imbauan

Kemendiktisaintek Perluas Jangkauan Pendidikan Dokter Spesialis ke NTT, NTB, dan Bali

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Gunung Ile Lewotolok Meletus 162 Kali, PVMBG Catat Aktivitas Vulkanik Signifikan

Kapal Phinisi Sharandy of De Seas Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk di Perairan Serangan, Bali

PVMBG juga masih mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Agung di level III atau siaga. Dan, status akan ditingkatkan jika letusan besar terjadi. Sejauh ini, PVMBG merekomendasikan agar tak ada warga yang beraktivitas di zona merah dalam radius enam kilometer dari puncak gunung dan dalam sektoral 7,5 kilometer ke arah timur, barat, utara dan selatan.

Tags: BalierupsiGunung Agung
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Erupsi Gunung Agung - Featured

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Lebih Kering, dan Lebih Panjang

15/03/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Banjir Tangerang: Luapan Kali Sabi Lumpuhkan Tol dan Jalan Utama

09/03/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Pintu Air Pasar Ikan Naik ke Siaga 2, BPBD DKI Ingatkan Potensi Dampak di Sejumlah Wilayah Jakarta

08/03/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Pos Pantau Angke Hulu Naik Siaga 1, BPBD DKI Waspadai Banjir Cengkareng Drain

08/03/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Banjir Bandang Terjang Lereng Argopuro Jember: Lumpur dan Kayu Luluh Lantakkan Permukiman Warga

04/03/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

02/03/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

Rejang Lebong: Lumbung Sayuran Bengkulu di Tengah Ancaman Fluktuasi Harga dan Limbah Pertanian

25/02/2026
Erupsi Gunung Agung - Featured

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Jabodetabek 23-24 Februari 2026

23/02/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Erupsi Gunung Agung - Featured

    Selamat Jalan, Pak Umar

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Macet Parah GT Parungkuda Tol Bocimi H+3 Idulfitri 2026: Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ikatek Business Forum 2026: Ratusan Pengusaha Alumni Teknik Unhas Berkumpul di Makassar untuk Sinergi Bisnis

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub Imbau Pemudik Pulang Lebih Awal atau Tunda

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Terbang, Soekarno-Hatta Paling Sibuk

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mengapa Laptop Lawas, Macbook Pro 2014 13 inch Masih Banyak Dicari

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Veda Ega Pratama Ukir Sejarah: Pembalap Indonesia Pertama Podium Moto3 Brasil 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Iran Buka Selektif Jalur Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Jepang Pasca-Serangan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar dan Yokohama Berkolaborasi Menuju Kota Nol Karbon: Fokus pada Transportasi dan Energi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Permohonan Pengalihan Tahanan Noel: Advokat Bandingkan dengan Perlakuan Yaqut Cholil Qoumas

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Erupsi Gunung Agung - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Erupsi Gunung Agung - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Erupsi Gunung Agung - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.