Wartakita.id – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Biringkanaya, Makassar, selama dua hari berturut-turut memicu banjir parah. Peristiwa ini memaksa ratusan warga harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. BPBD Makassar bersama BMKG Wilayah IV memimpin upaya penanganan darurat, melibatkan tim SAR dan pemerintah setempat.
Poin Penting
- Banjir di Biringkanaya, Makassar, terjadi akibat hujan lebat dua hari (10-11 Januari).
- 356 warga dari 17 KK terpaksa mengungsi, tersebar di beberapa titik termasuk Kodam III dan Katimbang.
- BMKG memprediksi potensi hujan ringan di pagi hari dan hujan ekstrem dalam 10 hari ke depan.
- Penyebab banjir diduga akibat drainase buruk dan urbanisasi yang memperparah dampak musim hujan.
- Meskipun cuaca buruk, Makassar Half Marathon 2026 tetap dijadwalkan dengan target 12 ribu peserta.
Kronologi dan Dampak Banjir di Biringkanaya
Banjir di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai terjadi pada Kamis (11/1/2024) malam sekitar pukul 22:13 WITA, menyusul hujan deras yang berlangsung sejak dua hari sebelumnya. Air dengan cepat merendam sejumlah wilayah, memaksa warga dari 17 Kepala Keluarga (KK) untuk segera mengungsi. Jurnalis warga melaporkan langsung dari Biringkanaya, menyaksikan genangan air yang cukup tinggi.
Menurut data yang dihimpun, sedikitnya 356 jiwa dari Kecamatan Biringkanaya terpaksa mencari tempat berlindung yang lebih aman, termasuk di wilayah Kodam III dan Katimbang. Evakuasi warga berlangsung sejak malam 11 Januari hingga pagi 12 Januari. Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV.
Penyebab dan Prediksi Cuaca
Kepala BMKG Wilayah IV, Daud Deni Darda, menjelaskan bahwa banjir ini merupakan bagian dari pola cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan. Intensitas hujan yang tinggi, diperkirakan berlangsung hingga tanggal 13 Januari, ditambah dengan kondisi drainase yang buruk dan dampak urbanisasi, menjadi faktor utama terjadinya genangan air yang meluas. Laporan ini didukung oleh informasi dari makassar.kompas.com: Hujan disertai angin menyebabkan genangan cepat, video viral di Instagram. Evakuasi dini dan distribusi bantuan segera dilakukan, sementara BMKG terus memantau perkembangan cuaca melalui ‘nowcasting’.
BMKG memprediksi bahwa warga perlu waspada terhadap potensi hujan ringan di pagi hari, namun ada kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas ekstrem dalam kurun waktu 10 hari ke depan. Fenomena ini serupa dengan banjir yang pernah terjadi sebelumnya dan dapat meningkatkan risiko tanah longsor di beberapa wilayah.
Dampak Meluas dan Kesiapsiagaan
Dampak banjir tidak hanya dirasakan di Biringkanaya, Makassar, tetapi juga dilaporkan meluas ke wilayah Gowa, Pangkep, dan Maros. Sementara itu, kondisi gelombang tinggi juga terpantau di perairan sekitar. Pemerintah provinsi dan kabupaten Gowa telah menyatakan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terburuk.
Di tengah situasi darurat ini, muncul pula informasi mengenai kelanjutan agenda besar, yaitu Makassar Half Marathon 2026. Meskipun cuaca buruk dan banjir melanda, panitia menegaskan bahwa acara tersebut tetap akan dilaksanakan dengan target peserta mencapai 12 ribu orang. Hal ini menjadi salah satu aspek yang menambah perhatian terhadap berita terkait Makassar saat ini.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Tim SAR bersama BPBD Makassar telah bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya didistribusikan kepada para pengungsi. Proses pemantauan cuaca secara real-time oleh BMKG juga menjadi kunci dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan tim penanganan bencana.
Artikel ini merupakan laporan jurnalis warga yang didukung oleh data valid. Herwin Gunadi, jurnalis warga dan pewarta foto yang mengepalai desk Makassar dan SulSel, turut melaporkan langsung kondisi di lapangan. Laporannya didukung oleh informasi dari makassar.kompas.com yang merinci dampak lokal, seperti video viral di Instagram dan penanganan darurat yang dilakukan.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: MA. Untung























