Wartakita.id – IHSG melanjutkan tren positifnya pada perdagangan 14 Januari 2026, ditutup menguat 0,94% ke level 9.032 poin, menandai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Arus dana asing yang deras, mencapai Rp1,16 triliun pada hari itu dan Rp6,35 triliun sejak awal tahun, menjadi penopang utama reli tersebut.
Poin Kunci Analisis Perdagangan 15 Januari 2026
- IHSG melanjutkan reli dan ditutup di rekor tertinggi (ATH) pada 14 Januari 2026, didukung oleh inflow investor asing.
- Pemerintah mendorong hilirisasi batu bara menjadi DME, berpotensi mengurangi impor LPG dan meningkatkan nilai tambah komoditas.
- INDY ekspansi ke sektor kendaraan listrik (EV) melalui pendirian anak usaha baru, menunjukkan diversifikasi strategis.
- Pasar global, khususnya Wall Street, mengalami koreksi akibat profit taking saham teknologi menjelang laporan keuangan kuartalan.
- Prospek emiten semikonduktor (TSM) tetap cerah, didorong oleh permintaan chip AI, meski sektor keuangan mengalami tekanan.
Pergerakan IHSG dan Arus Dana Asing: Momentum Penguatan Berlanjut
Penguatan IHSG pada penutupan perdagangan 14 Januari 2026, yang berakhir di 9.032 poin (+0,94% atau 84,28 poin), mengukuhkan tren positif yang tengah berlangsung. Kepercayaan investor tercermin dari masuknya dana asing senilai Rp1,16 triliun di seluruh pasar ekuitas domestik pada hari itu. Jika diakumulasi sejak awal tahun, total investor asing telah menyuntikkan dana sebesar Rp6,35 triliun ke pasar saham Indonesia. Pengalaman kami dalam menganalisis pola pasar menunjukkan bahwa inflow asing yang konsisten sering kali menjadi indikator kuat keberlanjutan tren penguatan indeks.
Faktor Pendukung Penguatan Pasar Domestik
Momentum penguatan IHSG tidak lepas dari berbagai katalis positif di dalam negeri. Salah satunya adalah inisiatif pemerintah yang serius menggarap hilirisasi batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME). Proyek gasifikasi batu bara ini dijadwalkan memulai groundbreaking pada Februari 2026. Dengan memproduksi DME, pemerintah berambisi untuk menggantikan ketergantungan pada Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor, sekaligus menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi komoditas batu bara domestik. Keberhasilan proyek ini, yang kami analisis memiliki potensi jangka panjang, dapat menjadi sentimen positif fundamental bagi sektor energi.
Ekspansi Sektor Kendaraan Listrik dan Kinerja Emiten
Di tingkat emiten, PT INDY menunjukkan langkah strategis dengan mendirikan anak perusahaan baru di sektor kendaraan listrik (EV) bernama PT INVI Manufaktur Andalan Indonesia (IMAI). Melalui dua anak usahanya, PT Energi Makmur Buana (EMB) dan PT Mitra Motor Group (MMG), INDY menyetor modal sebesar Rp1 miliar untuk IMAI, dengan kepemilikan mayoritas 99% oleh EMB. Langkah ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap tren global yang semakin berfokus pada energi terbarukan dan mobilitas berkelanjutan. Pengalaman menunjukkan bahwa perusahaan yang proaktif dalam transisi energi dan teknologi baru cenderung memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik di masa depan.
Sentimen Global: Koreksi Wall Street dan Antisipasi Laporan Keuangan
Sementara bursa domestik menunjukkan optimisme, pasar global, khususnya Wall Street, terpantau mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya, 14 Januari 2026. Indeks Nasdaq melemah 1% akibat aksi profit taking pada saham-saham teknologi. Koreksi ini terjadi menjelang rilis laporan keuangan kuartalan yang dinanti pelaku pasar. Emiten semikonduktor, seperti TSM (NYSE: TSM), juga ikut tertekan dengan penurunan 1,22%. Meskipun demikian, prospek TSM masih diproyeksikan positif, didorong oleh lonjakan permintaan chip AI dan potensi peningkatan pendapatan 25-30% di tahun 2026 berkat kapasitas produksi 3-nm yang terus berkembang.
Sektor Keuangan Tunjukkan Ketahanan di Tengah Volatilitas
Menariknya, beberapa emiten sektor keuangan besar seperti BAC (NYSE: BAC) dan C (NYSE: C) juga mengalami koreksi masing-masing 3,78% dan 3,34%, meskipun kinerjanya dilaporkan melampaui ekspektasi konsensus analis. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku pasar global saat ini lebih berhati-hati dan fokus pada antisipasi data kuartalan yang akan dirilis, yang mungkin akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan fundamental perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.
Proyeksi Perdagangan IHSG 15 Januari 2026
Dengan mempertimbangkan pergerakan positif domestik yang didukung inflow asing dan katalis hilirisasi energi, serta sentimen global yang masih dalam fase antisipasi, IHSG pada perdagangan 15 Januari 2026 diprediksi akan bergerak dalam rentang 8.970 hingga 9.100 poin. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan berita makroekonomi baik domestik maupun global, serta kinerja emiten terkait sektor energi dan teknologi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini melalui riset internal, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.























