Fenomena aksi “tembak-tembakan” menggunakan senjata mainan berpeluru jeli yang marak di jalanan Kota Makassar kini menjadi perhatian serius Wali Kota, Munafri Arifuddin. Apa yang semula dianggap sekadar permainan, kini berkembang menjadi sumber keresahan yang mengganggu ketenteraman publik.
- Aksi “tembak-tembakan” dengan senjata mainan berpeluru jeli di jalanan Makassar meresahkan warga.
- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan penindakan tegas dan kolaborasi untuk menjaga keamanan kota.
- Diperlukan langkah pencegahan dan pembinaan bersama untuk mengatasi fenomena yang berpotensi merugikan ini.
Keresahan yang Meluas di Jalanan Makassar
Di tengah geliat kehidupan Kota Makassar, sebuah fenomena yang berawal dari permainan remaja kini menimbulkan riak keresahan. Aksi “tembak-tembakan” menggunakan senjata mainan, khususnya yang menggunakan peluru berbahan plastik hingga jeli jenis “omega”, semakin sering terlihat di jalanan kota. Aktivitas ini, yang kerap dilakukan saat kendaraan melaju, bukan hanya mengganggu kenyamanan pengendara lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan insiden yang tidak diinginkan.
Sebagai seorang pemimpin kota, saya memahami betul betapa krusialnya menjaga rasa aman bagi setiap warganya. Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Appi, secara tegas menyatakan keprihatinannya. Beliau menggarisbawahi bahwa kegiatan yang bersifat hiburan semestinya dilaksanakan di tempat yang tepat, tidak di ruang publik seperti jalan raya yang notabene menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat.
Implikasi Keamanan dan Ajakan Kolaborasi Strategis
Mengelola kota metropolitan sekelas Makassar, dengan segala dinamika dan tantangannya, bukanlah tugas yang ringan. Hal ini membutuhkan sinergi yang kuat, bukan hanya dari pemerintah kota dan aparat penegak hukum, tetapi juga partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Appi menekankan pentingnya kolaborasi ini, “Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Kota Makassar. Bertugas di Makassar bisa dikatakan sulit namun mari kita bekerja bersama-sama sehingga Kota Makassar menjadi Kota yang aman.” Seruan ini adalah pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif.
Langkah Pencegahan: Fondasi Ketenteraman Jangka Panjang
Menyikapi fenomena yang sudah mulai mengusik kenyamanan publik ini, Appi menilai perlu adanya langkah pencegahan dan pembinaan yang komprehensif. Pendekatan ini tidak bisa berdiri sendiri. Melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga lingkungan keluarga di setiap kelurahan dan kecamatan, diharapkan dapat menahan laju perkembangan perilaku yang berpotensi menjurus pada tindakan yang lebih berbahaya di kemudian hari. “Fenomena ini harus segera diselesaikan karena sudah mulai meresahkan dan berpotensi merugikan masyarakat,” tegasnya. Upaya ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Makassar tetap menjadi kota yang nyaman dan aman bagi semua.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham























