Maros, WartaKita – Ribuan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dari seluruh penjuru Kabupaten Maros hari ini membanjiri Gedung Serbaguna Kabupaten Maros. Mereka berkumpul dalam perhelatan akbar Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII Kabupaten Maros, yang mengusung tema krusial: “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim”. Acara ini menjadi wadah refleksi mendalam tentang peran vital dunia pendidikan dalam menghadapi krisis iklim global yang kian mendesak.
TPN XII Maros sendiri merupakan puncak dari serangkaian kegiatan belajar, berkarya, dan pengembangan karier para guru pembelajar sepanjang tahun. Forum tahunan ini terlaksana berkat kolaborasi apik antara Guru Belajar Foundation dan Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Maros, menunjukkan komitmen kuat mereka dalam memajukan kualitas pendidikan di Bumi Salewangang.
Pendidikan sebagai Jantung Mitigasi Krisis Iklim
Pemilihan tema “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim” bukan tanpa alasan. Ini adalah respons nyata terhadap krisis iklim yang tak hanya sebatas persoalan lingkungan, melainkan juga tanggung jawab kolektif seluruh umat manusia. Dalam konteks ini, pendidikan ditempatkan sebagai jantung mitigasi dan adaptasi terhadap tantangan tersebut. Diharapkan, para pendidik bisa lebih aktif mengintegrasikan isu-isu iklim dalam proses pembelajaran di kelas.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Maros, Bapak Andi Muestazim Mansyur, ST., M.Si. Dalam sambutannya, beliau tak hanya menyatakan dukungan penuh, tetapi juga memberikan apresiasi khusus terhadap agenda Cerdas Cermat Guru (CCG) yang dijadwalkan setelah salat Dhuhur.
“Kami sangat mendukung inisiatif Temu Pendidik Nusantara ini, khususnya kegiatan Cerdas Cermat Guru. Ini ajang yang sangat baik bagi guru-guru untuk berefleksi dan meningkatkan kompetensi, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan di Maros,” tegas Andi Muestazim.
Cerdas Cermat Guru: Lebih dari Sekadar Kompetisi
Cerdas Cermat Guru (CCG) bukan sekadar ajang adu pintar. Ini adalah platform inovatif yang dirancang khusus untuk membantu guru mengidentifikasi dan mengasah kompetensi mereka. Melalui serangkaian asesmen dan tantangan yang relevan dengan dinamika kelas serta persiapan uji kompetensi, CCG diharapkan menjadi arena refleksi dan pembelajaran kolaboratif. Tujuannya jelas: mendorong semangat inovasi dan profesionalisme di kalangan pendidik.
Sesi talkshow utama menghadirkan sejumlah panelis terkemuka, antara lain:
- Dr. H. Muhammad, S.Ag, M.Ag
- Andi Pattiroi, S.Pd., M.Si
- Ayi Sudrajat, SP., M.Si
- Dias Rahmasari, S.Pd.
- Muhammad Takdir, S.Pd., M.Pd.
Mereka akan mengupas tuntas berbagai aspek terkait iklim pendidikan dan bagaimana pendidikan dapat memainkan peran aktif dalam menciptakan kesadaran serta solusi terhadap perubahan iklim.
Salah seorang peserta, Andi Mutmainnah, guru SD dari Kabupaten Maros, mengungkapkan antusiasmenya. “Sebagai guru, saya sangat antusias. Ini kesempatan langka untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan pendidik lain. Saya berharap bisa mendapatkan banyak inspirasi, ide-ide segar, serta smart practices yang bisa saya terapkan di sekolah. Terutama materi tentang metode pembelajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi, ini sangat relevan untuk tantangan kami di lapangan,” ujarnya.
TPN XII Kabupaten Maros diharapkan menjadi momentum penting bagi para pendidik di Maros untuk terus berkolaborasi, berbagi praktik baik, dan mengembangkan diri. Semua ini demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas tinggi dan relevan dengan segala tantangan zaman.























