Tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan dilaporkan jebol pada Senin (16/2) sore, menyebabkan banjir parah yang melumpuhkan total jalur provinsi penghubung Semarang-Purwodadi. Insiden ini berdampak signifikan pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Kronologi dan Dampak Banjir Grobogan
Kejadian tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi jebolnya tanggul ini diketahui persis sama dengan titik kejadian pada tahun sebelumnya, menambah kekhawatiran warga akan kerentanan infrastruktur di wilayah tersebut.
Akibat jebolnya tanggul, air Sungai Tuntang meluap dan merendam Jalan Raya Semarang-Purwodadi. Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 cm di beberapa titik, membuat kendaraan tidak dapat melintas sama sekali. Jalur yang tergenang ini merupakan arteri penting yang menghubungkan tidak hanya Semarang dengan Grobogan, tetapi juga hingga Kabupaten Blora.
Permukiman dan Sektor Pertanian Terdampak
Banjir tidak hanya menggenangi ruas jalan provinsi, tetapi juga merambah ke area permukiman warga dan lahan pertanian. Sebanyak 277 rumah warga, yang dihuni oleh 838 jiwa, terdampak langsung oleh bencana ini. Wilayah yang paling parah terendam meliputi Dusun Rejosari (RT 001-004 RW 002) dan Dusun Mlati (RT 001-002 RW 003).
Selain rumah warga, sekitar 30 hektare lahan persawahan juga ikut terendam, menimbulkan kerugian potensial bagi para petani di musim tanam ini. Saat ini, tim gabungan dan relawan masih berupaya melakukan proses evakuasi warga terdampak ke tempat pengungsian yang lebih aman.
Tanggapan dan Tindakan Lanjutan
Sekretaris Desa Tinanding, Baku Sujarwo, mengonfirmasi kejadian dan menjelaskan situasi terkini di lokasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi para pengungsi. Penanganan tanggul yang jebol dan pemulihan jalur transportasi akan menjadi prioritas setelah situasi darurat teratasi.























