Di tengah hiruk-pikuk dan kepadatan arus mudik Lebaran 2026, kisah humanis petugas Polantas Polres Indramayu di Tol Cipali menjadi bukti empati yang tak pernah padam. Sebuah mobil keluarga yang mogok di dini hari menjadi saksi bisu dedikasi mereka.
- Kisah dimulai pukul 03.00 WIB di Tol Cipali KM 134 arah Cirebon, di mana sebuah mobil keluarga mengalami mogok mesin.
- Petugas Polantas Polres Indramayu, dipimpin Ipda Kurniawan, menawarkan bantuan evakuasi sejak dini hari kepada keluarga dengan empat anak, termasuk dua balita dan seorang bayi.
- Keterbatasan akses bagi kendaraan derek akibat sistem one way mendorong Ipda Kurniawan mengambil langkah taktis.
- Dengan sepeda motor dinas, petugas membonceng anak-anak dan ibu mereka menuju Gerbang Tol Cikedung untuk mendapatkan tempat yang lebih layak sambil menunggu mobil diderek.
- Insiden ini menyoroti keseimbangan antara ketegasan aturan lalu lintas dan kepedulian mendalam petugas di lapangan.
Dedikasi di Balik Kepadatan Arus Mudik
Salasa (17/3) dini hari, suasana di ruas Tol Cipali mulai terasa padat. Di tengah lalu lintas yang mulai memadati jalur A menuju Cirebon, sebuah mobil keluarga mendadak berhenti di bahu jalan Kilometer 134. Mesin mobil mati total, menimbulkan kepanikan bagi sepasang suami istri dan empat orang anak mereka yang berada di dalam kabin.
Di dalam mobil tersebut, tangis pilu mulai terdengar dari dua balita dan seorang bayi yang digendong ibunya. Ikut serta pula seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun. Situasi ini tentu saja menambah beban kekhawatiran bagi keluarga yang tengah melakukan perjalanan mudik.
Upaya Evakuasi yang Penuh Tantangan
Ipda Kurniawan, Kaur Mintu Satlantas Polres Indramayu, yang memimpin personel Satgas Kamseltibcar Lantas di area tersebut, sudah menyadari kondisi keluarga ini sejak awal. Tawaran bantuan evakuasi sebenarnya sudah diberikan sejak pukul 03.00 WIB.
“Dari jam 3 subuh kami sudah menawarkan untuk dievakuasi, tapi keluarga belum mau,” kenang Ipda Kurniawan saat menceritakan peristiwa tersebut kepada kumparan, Kamis (19/3).
Namun, layaknya orang tua yang enggan merepotkan, keluarga tersebut sempat memilih menunggu di dalam mobil dengan harapan mesin bisa kembali menyala. Waktu terus bergulir, hingga fajar mulai menyingsing pada pukul 06.30 WIB.
Keputusan Taktis Demi Kenyamanan Keluarga
Memasuki pagi hari, kondisi di dalam kabin mobil menjadi semakin tidak nyaman. Udara pengap dan tangis bayi yang semakin keras menjadi indikasi urgensi evakuasi. Di sinilah Ipda Kurniawan kembali mendekati sang Ibu, membujuknya agar segera membawa anak-anak ke tempat yang lebih layak.
Gurat kelelahan di wajah sang ibu yang masih menggendong bayinya tak luput dari perhatian Ipda Kurniawan. Di sisi lain, pemberlakuan sistem one way yang sedang berlangsung di tol tersebut membuat mobil derek dari arah Cilameri kesulitan menembus kepadatan arus kendaraan.
“Mobil mogok dari sekitar jam 3 malam karena sudah diberlakukan one way, akhirnya derek dari Cilameri tersendat. Kami kasihan melihat mereka menunggu terlalu lama, apalagi ada dua balita, satu bayi, dan anak-anak lainnya,” tutur Ipda Kurniawan dengan nada prihatin.
Motor Polisi sebagai Solusi Evakuasi
Melihat situasi yang tak kunjung membaik dan potensi risiko yang dihadapi keluarga tersebut, Ipda Kurniawan mengambil keputusan taktis. Mengingat kendaraan evakuasi roda empat sangat sulit menembus kepadatan di titik tersebut, ia dan anggotanya memutuskan untuk menggunakan sepeda motor dinas. Misi penyelamatan pun dilakukan dengan membonceng satu per satu anggota keluarga.
“Mobilnya sudah tidak bisa jalan dan harus diderek, tapi kalau nunggu derek pasti lama sekali. Akhirnya kami putuskan evakuasi pakai motor karena mobil evakuasi lain juga sulit masuk karena sedang one way,” jelasnya.
Menuju Tempat yang Lebih Layak
Pemandangan haru pun tercipta di bahu jalan tol. Para petugas kepolisian dengan penuh kehati-hatian membonceng anak-anak dan sang ibu, menembus udara pagi Tol Cipali. Tidak ada lagi sekat antara seragam polisi dan warga; yang terpenting saat itu adalah misi menyelamatkan kenyamanan anak-anak.
Keluarga tersebut kemudian dibawa menuju Gerbang Tol (GT) Cikedung. Di sana, mereka diberikan tempat yang lebih layak untuk beristirahat sambil menunggu proses derek mobil mereka menuju GT Cilameri.
Kisah Ipda Kurniawan dan timnya hari itu menjadi pengingat berharga di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026. Di balik ketegasan aturan lalu lintas, selalu ada empati dan kepedulian yang siap dikedepankan oleh jajaran Polantas bagi mereka yang membutuhkan di sepanjang perjalanan.























