Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menunjukkan komitmen kuatnya terhadap solusi pengelolaan sampah modern dengan meninjau langsung lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggala. Langkah ini krusial sebagai akselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang bernilai investasi Rp 3 triliun.
- Fokus Utama: Pembebasan lahan seluas 8 hektare di TPA Manggala menjadi prioritas setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PSEL.
- Investasi Signifikan: Proyek PSEL ini diproyeksikan menelan investasi sekitar Rp 3 triliun, menjanjikan solusi pengelolaan sampah dan energi.
- Kesiapan Infrastruktur: Pemerintah Kota menyiapkan lahan ekstra dan berencana membuka akses jalan baru untuk mendukung kelancaran konstruksi dan operasional.
- Transisi Pengelolaan Sampah: Target 2026 adalah transisi dari sistem open dumping ke sanitary landfill, seiring dengan pembangunan PSEL.
- Dampak Ganda: Proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah sampah tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat Makassar.
Percepatan Proyek PSEL: Pembebasan Lahan Jadi Kunci
Peninjauan yang dilakukan Wali Kota Appi di TPA Manggala pada Selasa lalu, bukanlah sekadar kunjungan rutin. Ini adalah manifestasi keseriusan pemerintah kota dalam mempercepat realisasi proyek PSEL, sebuah inisiatif yang didukung penuh oleh pemerintah pusat sebagai PSN. Titik krusial dalam tahap awal ini adalah pembebasan lahan.
“Kita harus memastikan lahan ini siap. Ini adalah langkah awal yang sangat menentukan agar proyek sebesar ini bisa berjalan sesuai jadwal,” ujar Wali Kota Appi, memberikan penekanan pada urgensi pembebasan lahan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Detail Kebutuhan Lahan dan Fleksibilitas Ruang
Pemerintah Kota Makassar telah mengalokasikan lahan seluas 8 hektare di TPA Manggala. Luas ini melebihi permintaan awal seluas 7 hektare, sebuah strategi cerdas untuk memberikan ruang gerak dan fleksibilitas lebih bagi para perancang dan pelaksana pembangunan fasilitas pabrik PSEL. Fleksibilitas ini penting untuk memastikan desain yang optimal dan efisien.
Lebih lanjut, Wali Kota Appi juga secara detail meninjau potensi jalur dan akses di dalam kawasan TPA. Untuk mendukung mobilitas logistik, pergerakan alat berat, serta kelancaran aktivitas konstruksi dan operasional pabrik PSEL, pemerintah kota berencana untuk membuka akses jalan baru. Keputusan ini menunjukkan perencanaan yang matang, mengantisipasi kebutuhan infrastruktur pendukung yang esensial.
Transformasi Pengelolaan Sampah: Menuju Makassar Bersih dan Berkelanjutan
Komitmen Wali Kota Appi tidak hanya terhenti pada PSEL. Kunjungan kerjanya juga mencakup evaluasi dan peninjauan terhadap pembenahan sistem pengolahan sampah yang saat ini berjalan di TPA Manggala. Ia menegaskan bahwa persiapan pembangunan PSEL harus berjalan selaras dengan upaya perbaikan sistem pengolahan sampah yang ada.
“Kita tidak bisa hanya membangun PSEL tanpa memperbaiki sistem di TPA. Keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya. Ada target ambisius yang dicanangkan: pada tahun 2026, Kota Makassar tidak lagi mengandalkan sistem open dumping – metode pembuangan sampah terbuka yang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan. Sebagai gantinya, Makassar akan beralih ke sistem sanitary landfill, sebuah metode pengelolaan sampah yang jauh lebih modern dan ramah lingkungan.
Peralihan menuju sanitary landfill ini diharapkan dapat berjalan simultan dengan pembangunan fasilitas PSEL. Kolaborasi antara teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik dan sistem sanitary landfill menjanjikan pengelolaan sampah yang lebih maksimal, efisien, dan berkelanjutan. Ini adalah langkah besar menuju Makassar yang lebih hijau, sehat, dan berdaya saing, menjawab tantangan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan energi.
Wali Kota Appi optimis bahwa dengan sinergi seluruh sumber daya dan dukungan berbagai pihak, target persiapan proyek PSEL yang diberikan oleh pemerintah pusat dapat terpenuhi tepat waktu. Proyek Rp 3 triliun ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang visi Makassar di masa depan.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: H. Gunadi























