Wartakita.id, Makassar — Wali Kota Makassar pada Selasa, 27 Oktober 2026, secara tegas menginstruksikan kepada para kontraktor yang terlibat dalam proyek pembangunan stadion baru di wilayah Untia, untuk memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal. Imbauan ini disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Pemkot Makassar sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bahwa mega proyek yang tengah berjalan ini tidak hanya menjadi kebanggaan kota, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga sekitar, khususnya yang berdomisili di Kecamatan Biringkanaya, area Untia.
Stadion Baru, Harapan Baru bagi Warga Untia
Pembangunan stadion baru di Makassar bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ini adalah investasi jangka panjang yang diharapkan mampu mendongkrak pamor kota sebagai pusat olahraga dan hiburan di Indonesia Timur. Namun, di balik kemegahan arsitektur dan fasilitas canggih yang akan hadir, Wali Kota ingin memastikan bahwa denyut nadi pembangunan ini terasa hingga ke tingkat akar rumput. Instruksi kepada kontraktor untuk memberdayakan warga Untia sebagai tenaga kerja adalah langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut. Ini bukan sekadar permintaan, melainkan sebuah penegasan bahwa setiap proyek pembangunan di Makassar haruslah inklusif dan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Wilayah Untia, yang menjadi lokasi pembangunan stadion, memiliki potensi sumber daya manusia yang melimpah. Dengan memberikan kesempatan kerja dalam proyek pembangunan skala besar ini, Pemkot Makassar berharap dapat membuka pintu rezeki bagi para pemuda dan kepala keluarga di sana. Keterlibatan warga lokal tidak hanya sebatas menjadi buruh kasar, tetapi juga diharapkan dapat merambah ke berbagai lini pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka, mulai dari tenaga teknis, pengawas lapangan, hingga penyedia jasa pendukung lainnya. Ini adalah momentum emas untuk meningkatkan taraf hidup dan keterampilan warga.
Pemberdayaan Lokal: Pilar Pembangunan Inklusif
Filosofi di balik instruksi Wali Kota ini sangat jelas: pembangunan harus berpihak pada rakyat. Dalam konteks proyek stadion, pemberdayaan warga Untia menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Pemerintah Kota Makassar menyadari bahwa proyek-proyek besar seringkali hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara masyarakat di sekitar lokasi proyek justru merasa terpinggirkan. Melalui imbauan ini, Wali Kota ingin memutus rantai tersebut dan memastikan bahwa manfaat pembangunan dirasakan secara merata.
Lebih jauh lagi, pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam proyek stadion ini juga dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi mikro di wilayah Untia. Dengan adanya aliran dana yang berputar di masyarakat melalui upah tenaga kerja, diharapkan sektor-sektor ekonomi lokal seperti warung makan, penyedia jasa transportasi, hingga toko material kecil akan ikut tergerak. Ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah proyek strategis dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menciptakan efek berganda yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Peran Strategis Kontraktor dan Pengawasan Ketat
Wali Kota Makassar tidak hanya sekadar memberikan instruksi, tetapi juga menekankan pentingnya peran aktif kontraktor dalam merealisasikan pemberdayaan ini. Pihak kontraktor diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat untuk mendata dan merekrut tenaga kerja dari Untia. Proses rekrutmen harus dilakukan secara transparan dan adil, tanpa diskriminasi. Keterlibatan warga dalam pembangunan stadion ini juga menjadi ajang pembuktian komitmen kontraktor terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.
Untuk memastikan instruksi ini berjalan efektif, Pemkot Makassar melalui dinas terkait akan melakukan pengawasan yang ketat. Setiap kontraktor yang tidak mematuhi imbauan ini akan mendapatkan teguran, bahkan sanksi jika diperlukan. Pengawasan ini mencakup pemantauan jumlah tenaga kerja lokal yang diserap, jenis pekerjaan yang diberikan, serta upah yang diterima. Dengan pengawasan yang kuat, diharapkan tidak ada celah bagi kontraktor untuk mengabaikan aspek pemberdayaan masyarakat dalam proyek pembangunan stadion yang prestisius ini.
Intinya
- Wali Kota Makassar menginstruksikan kontraktor pembangunan stadion untuk memprioritaskan pemberdayaan warga Untia sebagai tenaga kerja.
- Langkah ini bertujuan agar pembangunan stadion memberikan manfaat ekonomi langsung dan merata bagi masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
- Pemerintah Kota Makassar akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan instruksi ini untuk memastikan transparansi, keadilan, dan kepatuhan kontraktor.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa Wali Kota Makassar menekankan pemberdayaan warga Untia dalam pembangunan stadion?
J: Wali Kota menekankan pemberdayaan warga Untia untuk memastikan bahwa proyek pembangunan stadion memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat lokal, menciptakan pembangunan yang inklusif, dan meningkatkan taraf hidup warga sekitar lokasi proyek.
T: Bagaimana Pemkot Makassar akan memastikan kontraktor mematuhi instruksi pemberdayaan warga?
J: Pemkot Makassar akan melakukan pengawasan ketat melalui dinas terkait, memantau penyerapan tenaga kerja lokal, jenis pekerjaan, dan upah yang diberikan, serta siap memberikan teguran atau sanksi jika instruksi tidak dipatuhi.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























