Wartakita.id, Makassar — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Minggu, 18 Oktober 2026, secara resmi membuka dan menghadiri gelaran Sulsel Expo 2026 di Makassar. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Sulsel ini memberikan dorongan kuat agar produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dapat menembus pasar yang lebih luas, khususnya dalam ekosistem perjalanan ibadah Haji dan Umrah.
Membuka Peluang UMKM di Sektor Ibadah
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya di Sulsel Expo 2026 menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM. Kali ini, fokus diarahkan pada sektor yang memiliki potensi besar, yaitu ekosistem Haji dan Umrah. Kehadiran UMKM dalam rantai pasok perjalanan ibadah ini diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan bagi para jemaah. Produk-produk lokal seperti makanan khas, kerajinan tangan, hingga perlengkapan ibadah dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon jemaah yang ingin mendapatkan pengalaman ibadah yang otentik dan bernilai tambah.
Dorongan ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat rujukan ekosistem Haji dan Umrah di kawasan Indonesia Timur. Dengan memanfaatkan Sulsel Expo 2026 sebagai platform, Gubernur Andi Sudirman berupaya menjembatani para pelaku UMKM dengan para penyedia layanan perjalanan ibadah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat, di mana UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas, sementara perusahaan travel haji dan umrah dapat menawarkan paket yang lebih kaya dengan sentuhan produk lokal.
Sulsel Expo 2026: Jembatan UMKM dan Ekosistem Haji-Umrah
Sulsel Expo 2026 bukan sekadar ajang pameran produk, melainkan juga menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan ekosistem Haji dan Umrah di Sulawesi Selatan. Gubernur Andi Sudirman melihat momentum ini sebagai peluang emas untuk mengintegrasikan potensi UMKM lokal ke dalam industri perjalanan ibadah yang terus berkembang. Melalui berbagai diskusi dan presentasi yang digelar, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan pasar dan standar yang harus dipenuhi oleh para pelaku UMKM agar dapat bersaing.
Partisipasi UMKM dalam ekosistem Haji dan Umrah dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk-produk daerah. Dengan demikian, UMKM tidak hanya berkontribusi pada perekonomian lokal, tetapi juga turut memperkaya pengalaman ibadah para jemaah. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, sertifikasi, hingga akses permodalan, agar mereka siap bersaing di pasar yang lebih besar dan kompetitif.
Visi Menjadikan Sulsel Pusat Haji dan Umrah Indonesia Timur
Aspirasi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat ekosistem Haji dan Umrah di Indonesia Timur bukanlah tanpa dasar. Provinsi ini memiliki potensi sumber daya manusia dan geografis yang sangat mendukung. Dengan adanya dorongan untuk mengintegrasikan UMKM lokal, visi ini semakin kokoh. Produk-produk lokal yang berkualitas dan memiliki keunikan tersendiri dapat menjadi daya tarik tambahan bagi para jemaah dari berbagai daerah, bahkan dari mancanegara.
Lebih lanjut, pengembangan ekosistem Haji dan Umrah yang melibatkan UMKM juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor pariwisata religi, termasuk perjalanan ibadah, memiliki multiplier effect yang signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya. Dengan demikian, Sulsel Expo 2026 menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan ambisi besar tersebut, membuka jalan bagi UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang bersama industri perjalanan ibadah.
Intinya
- Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong produk UMKM lokal untuk masuk ke dalam ekosistem Haji dan Umrah melalui partisipasinya di Sulsel Expo 2026.
- Sulsel Expo 2026 menjadi platform strategis untuk membahas pengembangan ekosistem Haji dan Umrah sekaligus menjembatani UMKM dengan penyedia layanan perjalanan ibadah.
- Dorongan ini merupakan bagian dari visi Gubernur Andi Sudirman untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat ekosistem Haji dan Umrah di Indonesia Timur, serta meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa UMKM didorong untuk masuk ke dalam ekosistem Haji dan Umrah?
J: Mendorong UMKM masuk ke ekosistem Haji dan Umrah bertujuan untuk membuka pasar baru yang lebih luas bagi produk lokal, meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk, serta memperkaya pengalaman ibadah jemaah dengan sentuhan produk khas daerah.
T: Apa peran Sulsel Expo 2026 dalam mendorong UMKM dan ekosistem Haji-Umrah?
J: Sulsel Expo 2026 berfungsi sebagai ajang pameran, promosi, dan forum diskusi yang strategis. Acara ini menjembatani pelaku UMKM dengan penyedia layanan Haji dan Umrah, serta menjadi sarana untuk membahas pengembangan ekosistem perjalanan ibadah di Sulawesi Selatan.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























